Content Category : Web Info

BCA Raih Penghargaan

BCA Raih Penghargaan "Best Bank in Indonesia

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meraih penghargaan Best Bank in Indonesia dalam ajang Euromoney Awards for Excellence (Asia) 2014. Penghargaan tersebut secara langsung diterima oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hongkong. Selain komitmen BCA untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya, ketatnya persaingan di dunia perbankan Indonesia merupakan salah satu pendorong untuk melakukan yang terbaik dan menghadirkan inovasi produk maupun layanan perbankan kepada masyarakat Indonesia, khususnya nasabah BCA," kata Jahja dalam keterangan resmi. Lebih lanjut, Jahja mengungkapkan predikat sebagai Best Bank in Indonesia dari Majalah Euromoney ini merupakan penghargaan atas kerja keras seluruh karyawan dan manajemen dalam melayani dan memenuhi kebutuhan nasabah. Penghargaan tersebut merupakan ajang penghargaan paling dihormati dalam industri keuangan.
Terimbas Malaysian Airlines #MH17, Rupiah Melemah

Terimbas Malaysian Airlines #MH17, Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah diproyeksikan rawan tertekan di akhir pekan ini, Jumat (18/7/2014). Memanasnya kondisi geopolitik di daratan Eropa pascajatuhnya pesawat maskapai Malaysia Airlines mendorong penguatan dollar AS. Hilangnya masalah Portugal ternyata digantikan oleh masalah Rusia dan Ukraina. Sentimen positif yang terlihat semenjak dua hari lalu hilang begitu saja setelah Amerika Serikat (AS) meningkatkan sanksi terhadap Rusia kemarin pagi. Bursa Eropa langsung rontok di pembukaan. Situasi itu, menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, diperparah oleh jatuhnya pesawat Malaysian Air di Timur Ukraina yang diduga ditembak oleh pasukan Rusia kemarin malam. Bursa AS juga ikut jatuh hingga dini hari tadi sementara permintaan aset safe-haven meningkat. Penguatan dollar AS akan sangat terasa di Asia hari ini. Data Leading Index AS ditunggu malam ini, diperkirakan stabil," tulis riset Samuel Sekuritas Indonesia.  IHSG yang sempat menguat di pembukaan ikut tertekan menjelang siang. Rupiah masih mampu ditutup menguat walaupun hanya tipis hingga sore kemarin. Hari ini tekanan penguatan dollar AS di
Sulit Top Up Jadi Kendala Uang Elektronik

Sulit Top Up Jadi Kendala Uang Elektronik

Program Less Cash Society yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) agaknya masih terbentur beberapa kendala. Pasalnya hingga saat ini proses top-up atau pengisian ulang kartu Electronic Money (e-money) belum mudah. Interkoneksi e-money pasti bisa, masalah top-up memang lagi diusahakan supaya mudah, tapi sudah ada bank yang mudah untuk kita top-upnya, yang kita harapkan semua bank bisa mudah," ungkap Deputi Gubernur BI, Ronald Waas, di Lapangan Monas, Jakarta. Sayangnya, dia belum dapat memastikan kapan semua e-money dapat interkoneksi dengan baik. "Kendalanya sebenarnya pada manusia, masalahnya dia mau atau enggak," kata dia. Sementara itu, beberapa bank yang memfasilitasi top-up di minimarket juga belum berjalan dengan baik. Pasalnya, Pihak minimarket hanya menerima top-up dengan kartu debit, bukan cash. Sekarang memang perlu pelatihan juga buat penjaga-penjaga minimarket supaya bisa top-up e-money tidak hanya dengan debit tapi juga cash, supaya mempermudah masyarakat juga.
Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Namun, Rupiah diharapkan dapat melemah terbatas. Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp11.715-Rp11.694 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju Rupiah di bawah level support Rp11.638 per USD," ucap Reza di Jakarta. Reza menambahkan, laju Rupiah kian dijauhi pelaku pasar dan terus menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan masih adanya wait and see terhadap kondisi politik pasca Pilpres yang berujung pada adanya risiko ketidakpastian baru. "Membuat laju Rupiah kian ditinggalkan," sambungnya. Di sisi lain, seperti biasa jelang pidato testimonial The Fed, membuat laju dolar AS bergerak menguat, karena adanya ekspektasi akan perbaikan ekonomi AS. "Sehingga nantinya akan membuat The Fed akan sesegera mungkin mengurangi pembelian obligasinya," sebutnya. Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah 71,30 poin atau 0,61 persen menjadi Rp11.736 per USD pada perdagangan non-delivery forward (NDF). Sementara BI mencatat Rupiah berada di nilai tengah Rp11.709