Content Category : Web Info

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil. Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp12.185 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.165-Rp12.185 per USD. Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014. Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat, secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga. Namun,
Waspada, Pedagang Valas Rentan Kena Tindak Pencucian Uang

Waspada, Pedagang Valas Rentan Kena Tindak Pencucian Uang

Pedagang valuta asing (valas) di Bali sangat rentan menjadi incaran tindak pencucian uang. Sehingga, jika ada transaksi mata uang asing sedikitnya 100 juta, wajib dilaporkan kepada pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK). Sekretaris Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ngurah Ambara Putra mengatakan, tindak pidana pencucian uang di daerah ini  kian meresahkan dan mengancam eksistensi pariwisata. "Selain itu juga menimbulkan persoalan sosial kemasyarakatan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan dari semua pihak," kata Ambara di Denpasar. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengawasi transaksi di pedagang valuta asing bukan bank. Bank Indonesia telah melarang kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank untuk melakukan tranfser dana guna menghindari tindak pidana pencucian uang. Larangan itu tertuang dalam kebijakan yang diatur dalam ketentuan Peraturan Bank Indonesia tentang kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank. Ambara menambahkan, jumlah kegiatan usaha pedagang valuta asing yang mengantongi izin Bali dan Nusa Tenggara mencapai 122 unit. Usaha itu paling banyak di Kabupaten
Jelang Libur Akhir Pekan, Rupiah Masih Tertekan

Jelang Libur Akhir Pekan, Rupiah Masih Tertekan

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Jumat (7/11/2014). Indeks dollar AS yang masih dalam kenaikan kembali berpeluang menekan posisi rupiah. Bank Sentral Eropa (ECB) siap menggelontorkan lebih banyak lagi stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Indeks dollar AS melonjak tajam sementara di sisi lain euro melemah ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Indeks S&P 500 serta DAX Jerman menguat tajam  dengan harapan stimulus ECB. Angka jobless claims AS yang turun juga membantu penguatan indeks dollar AS hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data non-farm payrolls serta unemployment rate AS yang diperkirakan sedikit memburuk.  Rupiah menguat hingga kemarin sore bersama beberapa mata uang di Asia. Sentimen penguatan dollar AS di malam sebelumnya hanya berhasil menekan beberapa mata uang di Asia. IHSG terkoreksi cukup dalam dengan asing yang mencatatkan net sell. Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan, sentimen positif yang berasal dari pernyataan ECB yang pro stimulus berpeluang mendorong penguatan harga aset rupiah hari
Rupiah Menguat ke Kisaran Rp12.065-Rp12.119

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp12.065-Rp12.119

Pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pagi ini. Rupiah berada pada level Rp12.073 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat sebesar 0,55 persen atau 66 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp12.139 per USD. Rupiah dibuka pada level Rp12.119 per USD. Adapun Rupiah bergerak di kisaran Rp12.065-Rp12.119 per USD. Menurut Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti , rencana kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan turut mendorong kenaikan inflasi yang akan dirilis pada awal pekan depan. Namun pelemahan rupiah cenderung tertahan jika indeks kembali reli seperti yang terjadi pada bursa saham global dan regional saat ini. Hari ini, dolar AS berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi menguat,” katanya dalam riset, Jumat (30/10/2014). Rupiah dibuka pada level Rp12.125 per USD setelah sebelumnya ditutup di Rp12.125. Rupiah menguat sebesar 0,39 persen atau 47 poin dan berada dalam kisaran Rp12.068-Rp12.170 per USD.