Content Category : Web Info

Rupiah Belum Beranjak dari Level Rp12.000

Rupiah Belum Beranjak dari Level Rp12.000

Rupiah terpantau masih melemah atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah bahkan mendekati level Rp12.100 per USD. Jum'at (24/10/2014), Rupiah perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 10 poin atau 0,08 persen ke level Rp12.072 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.062 per USD. Rupiah dibuka pada level Rp12.067 per USD. Pergerakan Rupiah berkisaran pada level Rp12.063-Rp12.077 per USD. Sedangkan pergerakan Rupiah dalam 52 Minggu di kisaran Rp10.766-Rp12.282 per USD. Sementara itu Rupiah berada di level Rp12.065 atau menguat 5 poin dila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp12.075 per USD. Rupiah dibuka pada level Rp12.060 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pada kisaran Rp12.057 hingga Rp12.2115 per USD. Sebelumnya, pengamat valas Tony Mariano mengatakan, bahwa tren penguatan global naik. Hal tersebut membuat Rupiah akan berada di level Rp11.500 per USD terutama jika situasi politik sudah aman. Tergantung dari cara pandang pasar, susunan nama kabinet bisa diterima atau tidak oleh pasar,"ungkapnya.
Kenaikan Tarif ATM Ditunda Jadi 1 November

Kenaikan Tarif ATM Ditunda Jadi 1 November

Kenaikan tarif ATM akan diundur hingga 1 November 2014. Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan tarif ATM masih memerlukan pertimbangan khusus. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menyebutkan salah satu alasan penundaan berlakunya tarif baru adalah bank belum memiliki cukup waktu untuk sosialisasi ke nasabahnya. Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melihat perkembangan mengenai kenaikan tarif ATM yang menjadi Rp7.500 dari sebelumnya Rp5.000 per transaksi. Kebijakan ini, lanjut dia, masih perlu pertimbangan khusus mengingat kenaikan tarif ATM tersebut dirasa memberatkan para nasabah. Kenaikan tarif di ATM belum jadi bulan ini, nanti kami akan lihat terlebih dulu seperti apa perkembangannya dan pertimbangannya, karena ini lebih untuk perlindungan konsumen, BI enggak boleh semena-mena atur dan enggak boleh atur segini-segini saja," paparnya saat ditemui di Grand Hyatt. Di sisi lain, struktur di setiap bank juga menjadi pertimbangan khusus Bank Indonesia terkait kenaikan tarif ATM tersebut. Bank Indonesia harus melakukan kajian bersama bank dalam menentukan besaran kenaikan tarif
Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di atas level resisten Rp12.220 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di kisaran Rp12.215-Rp12.200 per USD. Penguatan Rupiah belum mampu mengkonfirmasi penguatan lanjutan seiring masih variatifnya sentimen yang ada,” ungkap Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam riset, Laju Rupiah mampu kembali terapresiasi meskipun dibarengi penguatan dolar. Tampaknya pelaku pasar lebih melihat kondisi politik yang cenderung stabil jelang pelantikan Presiden terpilih serta memanfaatkan masih menguatnya laju Yen. Di sisi lain, pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi meski terbatas. Di sisi lain, masih melemahnya laju Euro yang dibarengi turunnya Yuan setelah merespon masih melemahnya data-data ekonomi, untungnya tidak terlalu menganggu laju Rupiah di zona positif.
Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Pasar finansial Indonesia jelang libur akhir pekan, kembali diselimuti aura negatif. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, pada awal perdagangan Jumat (10/10/2014), berkutat di zona merah. IHSG dibuka turun 45,59 poin ke posisi 4.948,28. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 0,75 persen menjadi 4.956,39. Tercatat 173 saham turun, 43 saham stagnan, dan hanya 29 saham yang naik. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 646,91 miliar dengan volume 645,9 juta lot saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mengalami nasib serupa. Rupiah kembali melemah ke kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangab pasar spot, pagi ini, mata uang garuda dibuka turun ke posisi Rp 12.210 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin.