Content Category : Web Info

Perpu Pilkada Bisa Kuatkan Pergerakan Rupiah

Perpu Pilkada Bisa Kuatkan Pergerakan Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah beberapa waktu belakangan terpantau melemah. Kondisi politik dalam negeri menjadi pemicu pelemahan tersebut. Faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan yang tersisa untuk rupiah tetap melemah. Namun demikian, rupiah dapat bergerak menguat pada hari ini. Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dolar index serta langkah Presiden menerbitkan Perpu Pilkada, ungkap tim Samuel Sekuritas . Seperti diketahui, rupiah melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Adapun pelemahan dolar index hingga dini hari tadi akibat data factory orders AS yang jatuh cukup dalam. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, ECB bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan transaksi Kamis (1/10/2014) sore terpantau stagnan. Data Bloomberg mencatat rupiah ditutup di level Rp12.150 per USD. Sementara data Yahoo Finance mencatat nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup di level Rp12.133 per USD. Adapun kurs
Kejar Target, Ditjen Pajak Telusuri Transaksi Orang Kaya

Kejar Target, Ditjen Pajak Telusuri Transaksi Orang Kaya

Mulai tahun depan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tak akan memberi ampun ke orang-orang kaya berpenghasilan ratusan juta per tahun untuk berkelit dari pembayaran pajak. Selain demi mengejar target pajak tahun 2015 yang naik Rp 1.291 triliun, naik 3,6 persen dari target APBN-P 2014 yang sebesar Rp 1.246 triliun, langkah ini dilakukan lantaran pemerintah baru Joko Widodo dan Jusuf Kalla juga berencana menerapkan pajak progresif bagi orang-orang kaya berpenghasilan di atas Rp 500 juta per bulan dan masyarakat berpenghasilan tinggi. Apalagi, Ditjen Pajak juga mendapati banyak orang kaya belum membayar pajak. Ada 48 juta orang pribadi golongan kaya dan menengah yang sejatinya mampu membayar pajak. Namun hingga saat ini baru 25,07 juta orang atau 52 persen yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Penghasilan mereka tinggi hingga ratusan juta rupiah per bulan, tapi bayar pajaknya kecil. Ini terjadi," tandas Dirjen Pajak Fuad Rahmany. Agar data-datanya valid, Ditjen pajak mengumpulkan data dari instansi pemerintah pusat, daerah
Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum dapat bergerak banyak. Rupiah sampai kemarin masih berkutat di level Rp12.000 per USD. Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada, mengatakan meski rilis data-data di pasar tenaga kerja hingga construction spending menunjukkan pelemahan, namun turunnya laju euro membuat laju dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan kenaikannya. Imbasnya tentu pada laju nilai tukar Rupiah yang sempat kembali terdepresiasi. Akan tetapi, mulai adanya aksi beli pada Yen yang berakibat pada menguatnya Yen dapat mengimbangi penguatan dolar AS dan Rupiah pun dapat tertahan pelemahannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta. Laju Rupiah di atas level resisten Rp12.179 per USD. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut memanfaatkan penguatan Yen. Rupiah diperkirakan berada di Rp12.150-Rp12.128 menurut kurs tengah BI. Sekadar informasi, rendahnya pertumbuhan market manufacturing PMI di sejumlah Negara Zona Euro antara lain Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, dan Zona Euro memberikan sentimen negatif sehingga membuat laju bursa
Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah tipis. Rupiah dibuka di level Rp11.977 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) bergerak melemah Rp10,5 atau 0,09 persen menjadi Rp11.980 per USD. Angka tersebut dibandingkan penutupan hari lalu di level Rp11.969 per USD. Hingga pukul 8.42 WIB, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.982-Rp11.975 per USD. Dengan pergerakan 52 minggunya di kisaran Rp10.766-Rp12.281 per USD. Analist Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, tekanan dolar yang mereda serta baiknya data manufaktur China membantu mendorong penguatan mata uang Asia hingga sore kemarin. Rupiah yang sempat melemah di pembukaan akhirnya berhasil menguat tipis di sore hari. Turunnya dollar index masih akan meredakan tekanan pelemahan terhadap rupiah," ujarnya. Dirinya mengatakan, sentimen ekonomi domestik akan perlahan difaktorkan ke rupiah. BI melihat inflasi September masih akan stabil tetapi neraca perdagangan Agustus diperkirakan masih defisit.