Content Category : Web Info

Poundsterling Tancap Gas

Poundsterling Tancap Gas "Lihat" Penghitungan Skotlandia

Nilai tukar Poundsterling langsung menguat tajam setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Skotlandia. Saat ini jumlah warga Skotlandia yang memilih tetap bersama Inggris Raya lebih banyak, ketimbang memilih Skotlandia merdeka.   Hasil penghitungan sementara itu menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Bahkan, poundsterling mampu menguat tajam sejak dua pekan ini lesu terimbas isu Skotlandia merdeka. Suara yang memilih "tidak" merupakan obat yang baik bagi poudsterling," ujar Markters Strategist Westpac Banking Corp. Nilai tukar poundsterling pada pukul 10.25 WIB, terpampang di harga Rp19.843. Sementara pada pukul 11.27 waktu London, poundsterling diperdagangkan USD1,6437 atau menguat setelah sempat menyentuh harga USD1,6460.  
Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya belum meredup, Rupiah hingga saat ini masih berada di level Rp12.00 per USD.  Jumat (19/9/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 21,40 poin atau 0,18 persen menjadi Rp12.003 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.982 pe USD. Rupiah sempat dibuka di level Rp11.994 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.975-Rp12.005 per USD. Sementara itu, menurut data Yahoofinance, Rupiah berada di level Rp12.025 per USD
Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri. Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS. Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI)," kata dia dalam risetnya di Jakarta Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan. Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya," katanya. Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat perdagangan
Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Kondisi perekonomian Eropa yang belum membaik membuat Bank Sentral Eropa (ECB) melanjutkan stimulusnya. Selain itu, ECB juga kembali memangkas suku bunga acuannya. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adytiaswara menjelaskan, langkah tersebut tidak akan terlalu berdampak pada mata uang Indonesia. Pasalnya, nilai valuta antara Eropa dengan Indonesia sangat berbeda. Kalau kita kategori negara berkembang, negara emerging market, dan currency kita bukan internasional. Biar bagaimana, emerging market itu ketergantungannya terhadap valas besar," ujar Mirza di Gedung BI, Jakarta. Oleh karena itu, dia menilai Indonesia perlu mempertahankan stabilitas dengan kebijakan moneter yang pruden. Kita tidak bisa seperti Eropa, Jepang, dan Amerika yang kalau pertumbuhan ekonominya lambat langsung bisa menurunkan bunganya," ujar Mirza. Menurutnya, negara-negara emerging market tidak punya kemewahan seperti negara besar, karena mata uangnya itu bukan mata uang internasional. "Sehingga harus bisa menjaga keseimbangan menjaga confidence dari luar negeri investor asing, dan juga menjaga keseimbangan dalam negeri," ujarnya.