Content Category : Web Info

Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah tipis. Rupiah dibuka di level Rp11.977 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) bergerak melemah Rp10,5 atau 0,09 persen menjadi Rp11.980 per USD. Angka tersebut dibandingkan penutupan hari lalu di level Rp11.969 per USD. Hingga pukul 8.42 WIB, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.982-Rp11.975 per USD. Dengan pergerakan 52 minggunya di kisaran Rp10.766-Rp12.281 per USD. Analist Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, tekanan dolar yang mereda serta baiknya data manufaktur China membantu mendorong penguatan mata uang Asia hingga sore kemarin. Rupiah yang sempat melemah di pembukaan akhirnya berhasil menguat tipis di sore hari. Turunnya dollar index masih akan meredakan tekanan pelemahan terhadap rupiah," ujarnya. Dirinya mengatakan, sentimen ekonomi domestik akan perlahan difaktorkan ke rupiah. BI melihat inflasi September masih akan stabil tetapi neraca perdagangan Agustus diperkirakan masih defisit.
Poundsterling Tancap Gas

Poundsterling Tancap Gas "Lihat" Penghitungan Skotlandia

Nilai tukar Poundsterling langsung menguat tajam setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Skotlandia. Saat ini jumlah warga Skotlandia yang memilih tetap bersama Inggris Raya lebih banyak, ketimbang memilih Skotlandia merdeka.   Hasil penghitungan sementara itu menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Bahkan, poundsterling mampu menguat tajam sejak dua pekan ini lesu terimbas isu Skotlandia merdeka. Suara yang memilih "tidak" merupakan obat yang baik bagi poudsterling," ujar Markters Strategist Westpac Banking Corp. Nilai tukar poundsterling pada pukul 10.25 WIB, terpampang di harga Rp19.843. Sementara pada pukul 11.27 waktu London, poundsterling diperdagangkan USD1,6437 atau menguat setelah sempat menyentuh harga USD1,6460.  
Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya belum meredup, Rupiah hingga saat ini masih berada di level Rp12.00 per USD.  Jumat (19/9/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 21,40 poin atau 0,18 persen menjadi Rp12.003 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.982 pe USD. Rupiah sempat dibuka di level Rp11.994 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.975-Rp12.005 per USD. Sementara itu, menurut data Yahoofinance, Rupiah berada di level Rp12.025 per USD
Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri. Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS. Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI)," kata dia dalam risetnya di Jakarta Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan. Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya," katanya. Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat perdagangan