Content Category : Web Info

Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Permasalahan yang terjadi pada setiap mata uang di dunia adalah pemalsuan, tak terkecuali terhadap mata uang Indonesia yakni Rupiah. Hal ini tentunya berdampak pada penggunaannya yang tidak dimaksimalkan oleh masyarakat Tanah Air sehingga memilih dolar sebagai alat transaksi. Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, pemalsuan uang memang sangat meresahkan, mengingat dampaknya sangat besar terhadap ekonomi Indonesia. Namun, dirinya mengaku hingga saat ini uang palsu tersebut masih bisa dibedakan bentuknya dengan uang asli. Apabila beredar di masyarakat tentu akan menurunkan nilai tukar Rupiah. Kita terus berusaha melakukan penegakan hukum. Kalau ini secara kasat mata bisa dilihat palsu, tetapi memang ada printer-printer tertentu yang hampir sempurna, tapi tidak mungkin sempurna, jadi masih bisa dibedakan," ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta. Dirinya berharap bila masyarakat menemui kejanggalan terhadap uang yang mereka terima diharapkan segera melapor sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak kepolisian. Kami berharap adanya pelaporan yang cepat, sehingga bisa ditelusuri secara dini diketahui, sehingga dengan segeralah bisa
Dolar AS Menguat, Rupiah Ambruk

Dolar AS Menguat, Rupiah Ambruk

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tampaknya tak mampu mempertahankan penguatan kemarin sore. Pagi ini Rupiah melemah Rp20,5 atau 0,18 persen di Rp11.721 per USD.  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah Rp20 ke Rp11.721 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada pada Rp11.715-Rp11.725 per USD. Pelemahan ini dikarenakan ikut terimbas mata uang Asia lainnya. Salah satunya penguatan Dolar memicu utama pelemahan Rupiah tersebut. Hari ini pelemahan berpeluang kembali tetapi Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp11.700-Rp11.750 per USD," ujar Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta.  
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat, di tengah tekanan dari perbaikan data-data di Amerika. Pagi ini, Rupiah masih berada di level Rp11.650 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berhasil menguat 42 poin atau 0,36 persen ke Rp11.650 per USD. Rupiah dibuka bergerak di kisaran Rp11.642-Rp11.702 per USD. Di Amerika, penjualan rumah kembali naik ke level tertinggi 10-bulan pada Juli ini, aktivitas pabrik di wilayah pertengahan Atlantik mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 201. Akibatnya, dolar AS menuju kenaikan mingguan terbesar terhadap sebagian besar mata uang utama. Meski demikian, investor masih menanti pernyataan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Para pedagang melihat ada kesempatan 51 persen the Fed akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 0,5 persen pada Juli. Pasalnya, Bank sentral telah mempertahankan suku bunga acuan pada hampir nol sejak Desember 2008. Yellen dijadwalkan untuk menyampaikan pidato tentang Pasar Tenaga Kerja di
Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya

Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya

Pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Uang kertas pecahan Rp 100.000 ini akan ditandatangani Gubernur BI dan Menteri Keuangan (Menkeu). Menkeu M Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang NKRI pada dasarnya dimaksudkan agar masyarakat lebih paham tentang arti uang demi kesatuan Indonesia. Ini terlihat dari tanda tangan Menkeu dalam uang tersebut. Dalam uang yang beredar saat ini, selain Gubernur BI, terdapat tanda tangan Deputi Gubernur BI. Kalau yang ini uang kita karena BI independen. Dia diterbitkan oleh BI, tapi bukan negara. Sekarang ini negara, makanya kita sebut uang NKRI. Pemerintah diwakili oleh Menkeu, BI oleh Gubernur BI. Ini walaupun kesannya seperti simbol tapi ini adalah uang negara dengan begitu maka kita itu kita punya kedaulatan," jelas Chatib di Gedung BI. Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Ronald Waas menyatakan bank sentral telah mengirimkan uang NKRI ke seluruh Kantor Perwakilan Wilayah Dalam