Content Category : Web Info

Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Kondisi perekonomian Eropa yang belum membaik membuat Bank Sentral Eropa (ECB) melanjutkan stimulusnya. Selain itu, ECB juga kembali memangkas suku bunga acuannya. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adytiaswara menjelaskan, langkah tersebut tidak akan terlalu berdampak pada mata uang Indonesia. Pasalnya, nilai valuta antara Eropa dengan Indonesia sangat berbeda. Kalau kita kategori negara berkembang, negara emerging market, dan currency kita bukan internasional. Biar bagaimana, emerging market itu ketergantungannya terhadap valas besar," ujar Mirza di Gedung BI, Jakarta. Oleh karena itu, dia menilai Indonesia perlu mempertahankan stabilitas dengan kebijakan moneter yang pruden. Kita tidak bisa seperti Eropa, Jepang, dan Amerika yang kalau pertumbuhan ekonominya lambat langsung bisa menurunkan bunganya," ujar Mirza. Menurutnya, negara-negara emerging market tidak punya kemewahan seperti negara besar, karena mata uangnya itu bukan mata uang internasional. "Sehingga harus bisa menjaga keseimbangan menjaga confidence dari luar negeri investor asing, dan juga menjaga keseimbangan dalam negeri," ujarnya.
Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Permasalahan yang terjadi pada setiap mata uang di dunia adalah pemalsuan, tak terkecuali terhadap mata uang Indonesia yakni Rupiah. Hal ini tentunya berdampak pada penggunaannya yang tidak dimaksimalkan oleh masyarakat Tanah Air sehingga memilih dolar sebagai alat transaksi. Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, pemalsuan uang memang sangat meresahkan, mengingat dampaknya sangat besar terhadap ekonomi Indonesia. Namun, dirinya mengaku hingga saat ini uang palsu tersebut masih bisa dibedakan bentuknya dengan uang asli. Apabila beredar di masyarakat tentu akan menurunkan nilai tukar Rupiah. Kita terus berusaha melakukan penegakan hukum. Kalau ini secara kasat mata bisa dilihat palsu, tetapi memang ada printer-printer tertentu yang hampir sempurna, tapi tidak mungkin sempurna, jadi masih bisa dibedakan," ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta. Dirinya berharap bila masyarakat menemui kejanggalan terhadap uang yang mereka terima diharapkan segera melapor sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak kepolisian. Kami berharap adanya pelaporan yang cepat, sehingga bisa ditelusuri secara dini diketahui, sehingga dengan segeralah bisa
Dolar AS Menguat, Rupiah Ambruk

Dolar AS Menguat, Rupiah Ambruk

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tampaknya tak mampu mempertahankan penguatan kemarin sore. Pagi ini Rupiah melemah Rp20,5 atau 0,18 persen di Rp11.721 per USD.  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah Rp20 ke Rp11.721 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada pada Rp11.715-Rp11.725 per USD. Pelemahan ini dikarenakan ikut terimbas mata uang Asia lainnya. Salah satunya penguatan Dolar memicu utama pelemahan Rupiah tersebut. Hari ini pelemahan berpeluang kembali tetapi Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp11.700-Rp11.750 per USD," ujar Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta.  
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat, di tengah tekanan dari perbaikan data-data di Amerika. Pagi ini, Rupiah masih berada di level Rp11.650 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berhasil menguat 42 poin atau 0,36 persen ke Rp11.650 per USD. Rupiah dibuka bergerak di kisaran Rp11.642-Rp11.702 per USD. Di Amerika, penjualan rumah kembali naik ke level tertinggi 10-bulan pada Juli ini, aktivitas pabrik di wilayah pertengahan Atlantik mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 201. Akibatnya, dolar AS menuju kenaikan mingguan terbesar terhadap sebagian besar mata uang utama. Meski demikian, investor masih menanti pernyataan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Para pedagang melihat ada kesempatan 51 persen the Fed akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 0,5 persen pada Juli. Pasalnya, Bank sentral telah mempertahankan suku bunga acuan pada hampir nol sejak Desember 2008. Yellen dijadwalkan untuk menyampaikan pidato tentang Pasar Tenaga Kerja di