Content Category : Web Info

Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tekanan pelemahan pada perdagangan Selasa (5/8/2014) seiring dengan penguatan mata uang dollar AS. Buruknya angka sentix investor confidence Zona Euro serta tingginya permintaan aset safe-haven menjaga tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Dollar index menguat seiring dengan yield US Treasury 10 tahun di bawah 2,5 persen. Sementara itu, investor masih menunggu dirilisnya indeks non-manufaktur China pada pagi ini. Setelah melemah tajam di akhir pekan lalu, rupiah menguat semenjak pembukaan Senin (4/8/2014) pagi. Kenyataan neraca perdagangan Juni kembali defisit sama sekali tidak memicu pelemahan rupiah. Rupiah menguat bersama mata uang lain di pasar Asia hingga Senin sore. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan dollar AS berpeluang mengembalikan tekanan pelemahan terhadap mata uang Asia termasuk rupiah. Data PDB triwulan kedua 2014 ditunggu dan diperkirakan kembali melambat ke 5,15 persen secara tahunan.
Semakin Menguat, Rupiah Sudah Sampai di Rp11.520/USD

Semakin Menguat, Rupiah Sudah Sampai di Rp11.520/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan pagi ini. Rupiah semakin berpotensi bergerak di bawah level Rp11.500 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 50,50 poin atau 0,44 persen ke Rp11.521 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.505-Rp11.535 per USD. Sementara itu, dolar AS bergerak menguat 0,1 persen dari level tertinggi dalam hampir sebulan, karena imbal hasil US Treasury jangka pendek mengisyaratkan harapan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Indeks harga konsumen AS diperkirakan menunjukkan inflasi naik pada tingkat tahunan sebesar 2,1 persen pada Juni, terbesar sejak Oktober 2012. Tingkat inflasi ini, meningkat dari 1,1 persen pada Februari. Pedagang melihat peluang 46 persen Fed akan menaikkan suku bunga untuk pinjaman bank pada Juni. Dolar AS naik 0,1 persen menjadi 101,47 per yen Jepang setelah naik 0,1 persen kemarin. Dolar diperdagangkan pada USD1,3525 per euro dari USD1,3524 per euro kemarin. Greenback menyentuh USD1,3491 per euro
Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Penguatan masih terjadi pada Mata Uang Garuda. Derasnya capital inflow yang mengalir ke Indonesia, telah membuat Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 22,20 poin atau setara dengan 0,8 persen ke Rp11.593 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.590-Rp11.596 per USD. Rupiah menguat di tengah penguatan dolar AS yang menanti data consumer price index (CPI). Dolar AS tercatat hanya berada 0,2 persen dari level tertinggi empat minggu terhadap beberapa mata uang utama. Dolar AS menguat, menanti data inflasi. Para analis memperkirakan inflasi akan berada di tingkat tertinggi sejak Oktober 2012, dan hal ini akan membuat Bank Sentra Amerika, the Federal Reserve, mengetatkan kebijakan moneternya. Greenback telah meningkat terhadap Kelompok 10 mata uang utama, karena para pedagang meningkatkan taruhan bahwa pejabat Fed akan menaikkan suku bunga acuan mendekati 0 persen pada pertengahan 2015.