Content Category : Web Info

Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya

Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya

Pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Uang kertas pecahan Rp 100.000 ini akan ditandatangani Gubernur BI dan Menteri Keuangan (Menkeu). Menkeu M Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang NKRI pada dasarnya dimaksudkan agar masyarakat lebih paham tentang arti uang demi kesatuan Indonesia. Ini terlihat dari tanda tangan Menkeu dalam uang tersebut. Dalam uang yang beredar saat ini, selain Gubernur BI, terdapat tanda tangan Deputi Gubernur BI. Kalau yang ini uang kita karena BI independen. Dia diterbitkan oleh BI, tapi bukan negara. Sekarang ini negara, makanya kita sebut uang NKRI. Pemerintah diwakili oleh Menkeu, BI oleh Gubernur BI. Ini walaupun kesannya seperti simbol tapi ini adalah uang negara dengan begitu maka kita itu kita punya kedaulatan," jelas Chatib di Gedung BI. Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Ronald Waas menyatakan bank sentral telah mengirimkan uang NKRI ke seluruh Kantor Perwakilan Wilayah Dalam
Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tekanan pelemahan pada perdagangan Selasa (5/8/2014) seiring dengan penguatan mata uang dollar AS. Buruknya angka sentix investor confidence Zona Euro serta tingginya permintaan aset safe-haven menjaga tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Dollar index menguat seiring dengan yield US Treasury 10 tahun di bawah 2,5 persen. Sementara itu, investor masih menunggu dirilisnya indeks non-manufaktur China pada pagi ini. Setelah melemah tajam di akhir pekan lalu, rupiah menguat semenjak pembukaan Senin (4/8/2014) pagi. Kenyataan neraca perdagangan Juni kembali defisit sama sekali tidak memicu pelemahan rupiah. Rupiah menguat bersama mata uang lain di pasar Asia hingga Senin sore. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan dollar AS berpeluang mengembalikan tekanan pelemahan terhadap mata uang Asia termasuk rupiah. Data PDB triwulan kedua 2014 ditunggu dan diperkirakan kembali melambat ke 5,15 persen secara tahunan.
Semakin Menguat, Rupiah Sudah Sampai di Rp11.520/USD

Semakin Menguat, Rupiah Sudah Sampai di Rp11.520/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan pagi ini. Rupiah semakin berpotensi bergerak di bawah level Rp11.500 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 50,50 poin atau 0,44 persen ke Rp11.521 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.505-Rp11.535 per USD. Sementara itu, dolar AS bergerak menguat 0,1 persen dari level tertinggi dalam hampir sebulan, karena imbal hasil US Treasury jangka pendek mengisyaratkan harapan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Indeks harga konsumen AS diperkirakan menunjukkan inflasi naik pada tingkat tahunan sebesar 2,1 persen pada Juni, terbesar sejak Oktober 2012. Tingkat inflasi ini, meningkat dari 1,1 persen pada Februari. Pedagang melihat peluang 46 persen Fed akan menaikkan suku bunga untuk pinjaman bank pada Juni. Dolar AS naik 0,1 persen menjadi 101,47 per yen Jepang setelah naik 0,1 persen kemarin. Dolar diperdagangkan pada USD1,3525 per euro dari USD1,3524 per euro kemarin. Greenback menyentuh USD1,3491 per euro