Content Category : Media

Harga Daging Sapi di Kediri Relatif Stabil

Harga Daging Sapi di Kediri Relatif Stabil

Harga daging sapi di pusat penjualan daging di Kota Kediri, Jawa Timur, pada awal bulan Ramadhan 1435 Hijriyah ini relatif stabil. Bahkan penuturan pedagang, belum ada peningkatan permintaan yang berarti dari masyarakat. Bili, seorang pedagang daging sapi di Pasar Setonobetek mengatakan, harga daging sapi kelas 1 dijual dengan harga Rp 93.000 tiap kilogramnya, sementara kelas 2 dibanderol dengan harga Rp 75.000 per kilogram. Harganya nggak naik sejak sebelum puasa kemarin. Bahkan pembeli, juga belum ada peningkatan. Masih sama kayak hari biasanya. Kebutuhan daging sapi di Kota Kediri selama ini cukup tinggi. Kebutuhan itu disuplai oleh sebuah rumah pemotongan hewan. Dinas Pertanian setempat mencatat setiap harinya RPH itu memotong 10-14 sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging di kota yang hanya punya tiga wilayah kecamatan ini. Ada juga daging dari luar daerah. Daging-daging itu tandanya tidak ada stempelnya," kata Haris Chandra, Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri. Selama puasa ini, Haris menambahkan, diprediksikan akan ada peningkatan permintaan daging dari
Uang Beredar Selama Ramadhan dan Lebaran Diprediksi Capai Rp 580,3 Triliun

Uang Beredar Selama Ramadhan dan Lebaran Diprediksi Capai Rp 580,3 Triliun

Bank Indonesia (BI) memprediksi uang kartal yang diedarkan (UYD) selama periode bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri tahun ini mencapai Rp 580,3 triliun. Jumlah ini meningkat 14,5 persen dibandingkan Rp 506,6 triliun pada tahun 2013 lalu. Dengan memperhatikan realisasi UYD Idul Fitri beberapa tahun sebelumnya, UYD Idul Fitri 2014 diperkirakan sebesar Rp 580,3 triliun. UYD tahun ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2013," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan di kantornya. Di samping itu, bank sentral mencatat posisi UYD per tanggal 23 Juni 2014 sebesar Rp 453,1 triliun. Dari posisi UYD tersebut, sebagian besar uang kartal dipegang oleh masyarakat (currency outside bank atau COB) mencapai Rp 385,2 triliun (pangsa 85 persen). Sisanya sebesar Rp 67,9 triliun (pangsa 15 persen) berada di khazanah perbankan (cash in vault atau CIV). Menurut Lambok, BI akan berkoordinasi dengan perbankan dalam pemenuhan kebutuhan uang sebelum dan selama periode Ramadhan atau Idul Fitri.
Pelaku Pasar Modal Curhat ke Prabowo

Pelaku Pasar Modal Curhat ke Prabowo

Calon Presiden (capres) nomor urut satu Prabowo Subianto hari ini bertemu dengan para pelaku pasar modal untuk membahas mengenai perkembangan pasar modal Indonesia. Pasalnya, pasar modal Indonesia masih kurang kompetitif dibandingkan negara Asia lainnya. Direktur Utama Trimegah Securities Stefanus Turangan mengatakan, saat ini pasar modal Indonesia sangat tertinggal dengan negara lain, yang terlihat dari kapitalisasi pasar hanya Rp4.500 triliun atau 40-45 persen dari jumlah penduduk. Kalau dibandingkan dengan negara Malaysia yang sudah 100 persen dan Thailand. Padahal, pasar modal ini opsi yang penting untuk pendanaan, sangat bagus untuk mengembangkan usaha kecil dan mikro," tutur dia di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Ini yang kita minta capres nomor 1 untuk memaparkan, dan menjadi perhatian. Terima kasih sudah menerima undangan kami semoga sukses dan menjawab permasalahan pasar modal," paparnya. Sementara itu, Perwakilan dari tim ekonomi Prabowo Hatta, Sandiaga Uno mengatakan, sebuah pembangunan ekonomi membutuhkan pemimpin tegas, visioner dan akan kuat tumbuh ekonominya sehingga tidak lagi
Tradisi Ruwah di Tengah Perkampungan Hindu

Tradisi Ruwah di Tengah Perkampungan Hindu

Tradisi bulan Ruwah bagi masyarakat Jawa masih sangat kental. Bulan ruwah dalam tradisi Jawa juga sangat dipercaya bila roh para leluhur yang telah meninggal dunia banyak pulang ke rumah. Tak heran dalam istilah Jawa, bulan ruwah bisa diartikan "meruhi arwah". Bulan ruwah juga di artikan bulannya arwah. Sehingga setiap bulan Ruwah banyak dimanfaatkan masyarakat dengan nyekar ke makam leluhur  untuk memohonkan ampunan terhadap dosa dan kesalahan selama para leluhurnya masih hidup di dunia. Budiarto, salah satu warga Ngargoyoso yang masih menjunjung budaya Kejawen, menjelaskan, dalam melaksanakan acara megengan juga disajikan kue ruwahan, berupa kolak apem dan ketan. Ditambah dengan sesaji minuman, misalnya teh atau kopi dan makanan, kinangan, dan rokok, yang dulu menjadi kesukaan para leluhur. Sesajen dalam rangkaian kejawen itu sebagai pelengkap untuk memohon doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa," terang Budiarto saat ditemui di Kediamannya di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Selain itu, Ruwah (kalender Jawa), menjadi tradisi masyarakat untuk Nyadran. Tradisi ini berasal dari