Content Category : Media

Rupiah Makin Ambles di Level Rp12.048

Rupiah Makin Ambles di Level Rp12.048

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini ditutup melemah. Rupiah akhir pekan ini jauhi level Rp11.000 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) bergerak melemah 65 poin atau 0,54 persen menjadi Rp12.048 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.983 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp11.991-Rp12.050 per USD. Sementara itu, pergerakan hariannya berada di kisaran Rp10.766-Rp12.281 per USD. Sedangkan melansir yahoofinance, Rupiah melemah Rp68 atau 0,58 persen ke Rp12.048 per USD. Dengan pergerakan harian berada di kisaran Rp11.980-Rp12.048 per USD. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) merosot ke level Rp12.007 per USD. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya di Rp11.947 per USD
Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di bawah level support Rp11.915 per USD. Rupiah menurut kus tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp11915 per USD hingga Rp11.892 per USD. Meski laju dolar melemah namun, terimbangi dengan pelemahan mata uang hard currency lainnya sehingga membuat Rupiah sulit keluar dari zona merah,” ungkap Research Analyst of AAEI Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (19/9/2014). Meski laju dolar sempat melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed yang memang belum mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga namun, tidak membuat laju Rupiah terapresiasi. Melemahnya dolar juga diimbangi oleh penurunan Yuan seiring masih adanya kekhawatiran masih melambatnya laju perekonomian China,” jelasnya. Langkah PboC yang melonggarkan kebijakan moneternya dinilai sebagai salah satu perlambatan tersebut. Lalu Yen yang juga melemah seiring langkah BoJ yang akan melanjutkan program stimulusnya
Proyeksi, Rupiah Mencoba Menguat Menutup Pekan

Proyeksi, Rupiah Mencoba Menguat Menutup Pekan

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Jumat (12/9/2014). Rupiah mencoba menguat setelah dollar AS melemah. Dollar index kembali turun walaupun tipis dini hari tadi setelah jobless claims diumumkan naik. Hal itu juga membuat euro menguat 0,16 persen ke level 1,29 per dollar AS. Imbal hasil US Treasury 10 tahun terus naik hingga 2,55 persen. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, sanksi baru terhadap Rusia oleh Uni Eropa terlihat tidak memengaruhi pasar walaupun harga minyak brent naik tipis ke 98,09 dollar AS per barrel. Malam ini ditunggu data penjualan ritel AS yang diperkirakan membaik.  Bank Indonesia mempertahankan BI rate di 7,5 persen sembari menegaskan tujuannya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. BI juga mendesak pemerintah menaikkan harga BBM serta mempercepat reformasi struktural. Rupiah masih melemah hingga kemarin sore di saat beberapa mata uang Asia menguat. Ruang pelemahan terlihat rupiah sudah terbatas. Rupiah pun berpeluang menguat hari ini.
Tarif ATM Lintas Bank Naik, Ini Komentar BI

Tarif ATM Lintas Bank Naik, Ini Komentar BI

Sepertinya nasabah harus gigit jari menghadapi kenaikan biaya transaksi antar bank di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) . Pasalnya, Bank Indonesia (BI) bersikap pasif. Alasan bank sentral, BI tidak memiliki wewenang untuk mengatur tarif transaksi di ATM.  Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI mengatakan, sebagai otoritas sistem pembayaran, BI memberikan aturan main secara umum. BI tidak mengatur besaran pungutan biaya di ATM karena masing-masing bank mengenakan tarif yang berbeda dan layanan yang berbeda. Tapi, "Yang diatur oleh BI tentang tarif adalah bank harus transparan kepada nasabah mengenai besaran biaya yang dikenakan untuk setiap layanan, termasuk tarif transaksi ATM," ujar Tirta. Tirta menambahkan, BI sudah menerima surat pemberitahuan dari penyedia jaringan ATM (switcher) perihal kenaikan biaya transaksi antar bank di ATM. Kendati tidak bisa mengatur, BI memberikan ruang bagi nasabah bank yang keberatan dengan kenaikan biaya transaksi antar bank di ATM. "Ada call center BI, nasabah bisa menyampaikan keluhan. BI akan selalu monitor. BI nanti