Content Post By : July, 14 2014

Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Langkah Bank Indonesia (BI) mempertegas penggunaan Rupiah di seluruh kawasan RI mendapat dukungan. BI pun sudah membentuk task force untuk menegas hal tersebut. Analis valas Farial Anwar menceritakan bahwa BI kini tengah melakukan tindakan nyata guna mengurangi defisit negara dengan cara mensosialisasikan UU No 7 tahun 2011, terkait penggunaan Rupiah, dan memberi sanksi khusus terhadap pihak-pihak yang melanggarnya. Masalah defisit negara ini sudah menjadi masalah yang berkepanjangan. Maka dari itu BI mengambil tindakan agar defisit negara bisa segera diatasi. Salah satunya sekarang BI sudah membentuk focus group yang dibantu juga oleh departemen yang bersangkutan dengan hal tersebut. Dirinya menjelaskan hal ini bertujuan untuk mengurangi permintaan dolar di Indonesia yang terus meningkat. Mengingat banyaknya transaksi-transaksi di Indonesia yang masih menggunakan dolar. Diharapkan bisa mengurangi permintaan dolar. Karena sudah menjadi rahasia umum di Indonesia ini banyak sekali transaksi-transaksi yang tidak ada hubungannya dengan luar negeri menggunakan dolar. Kita ingin mensosialisasikan kewajiban transaksi menggunakan Rupiah," Ujarnya. Dirinya juga
Rupiah Menguat Signifikan, Ini Alasannya

Rupiah Menguat Signifikan, Ini Alasannya

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di zona hijau sepanjang pekan kemarin. Laju Rupiah bergerak diatas target support Rp12.000 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah juga bergerak ke level Rp11.796-Rp11.534 per USD. Menurut Analis Trust Securities Reza Priyambada komentar dari Direktur International Monetary Fund (IMF) yang membuat laju nilai tukar sejumlah mata uang emerging market mengalami pelemahan. Tetapi, tidak banyak berimbas pada laju nilai tukar Rupiah yang mampu terapresiasi seiring menanggapi positif hasil debat Capres dan Cawapres di sesi akhir," ucap Reza. Reza menambahkan, selain itu juga merespon rilis posisi cadangan devisa akhir Juni yang mencapai USD107,7 miliar, meningkat dari posisi akhir Mei sebesar USD107 miliar. Masih adanya optimisme akan berlangsungnya pilpres yang aman, damai, lancar, dan terkendali membuat laju nilai tukar Rupiah masih melanjutkan penguatannya.
Dekati Lebaran, Harga Sayuran Makin Mahal

Dekati Lebaran, Harga Sayuran Makin Mahal

Harga sejumlah kebutuhan pokok masih tinggi di Pasar Kebayoran Lama Jakarta. Salah satunya bawang merah yang hingga kini masih dijual dengan harga Rp 24 ribu per kilogram (kg). Bawang merah tinggi, modalnya saja sudah Rp 20 ribu per kg," kata Sadiyah. Sadiyah mengatakan, kebutuhan pokok yang masih terpantau tinggi terjadi pada brokoli dan kembang kol. Brokoli masih mahal Rp 20 ribu per kg dan kembang kol Rp 15 ribu per kg," ungkapnya. Pedagang lainnya, Imam (45) menuturkan, selain bawang merah harga komoditas yang masih tinggi terjadi pada tomat dan daun seledri. Pedagang yang memasok dagangan dari Pasar Induk Kramat Jati ini menerangkan, harga tomat saat ini mencapai Rp 10 ribu per kg. Sementara daun seledri mencapai Rp 28 ribu per kg. Biasa, mau lebaran memang makin mahal semua," jelas dia.