Content Post By : September, 19 2014

Poundsterling Tancap Gas

Poundsterling Tancap Gas "Lihat" Penghitungan Skotlandia

Nilai tukar Poundsterling langsung menguat tajam setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Skotlandia. Saat ini jumlah warga Skotlandia yang memilih tetap bersama Inggris Raya lebih banyak, ketimbang memilih Skotlandia merdeka.   Hasil penghitungan sementara itu menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Bahkan, poundsterling mampu menguat tajam sejak dua pekan ini lesu terimbas isu Skotlandia merdeka. Suara yang memilih "tidak" merupakan obat yang baik bagi poudsterling," ujar Markters Strategist Westpac Banking Corp. Nilai tukar poundsterling pada pukul 10.25 WIB, terpampang di harga Rp19.843. Sementara pada pukul 11.27 waktu London, poundsterling diperdagangkan USD1,6437 atau menguat setelah sempat menyentuh harga USD1,6460.  
Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah pada perdagangan hari ini mengarah pada pelemahan mingguan terpanjang sejak November tahun lalu. Pelemahan parah kembali dialami rupiah setelah sejumlah investor asing menarik modalnya dari saham domestik sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jumat (19/9/2014) menunjukkan, nilai tukar rupiah merosot 1,4 persen pekan ini ke level 11.990 per dolar AS pada perdagangan pukul 10:12 waktu Jakarta. Rupiah tercatat lebih stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya saat sempat menyentuh level 12.041 per dolar AS. Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak perdagangan 27 Juni. Di pasar kontrak asing Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah tercatat merosot 0,9 persen ke level 12.070 per dolar AS. Dengan kebijakan normalisasi suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), kami memprediksi rupiah akan menjadi mata uang yang paling rentan terhadap pelemahan di Asia," ungkap pakar mata uang Prateek Gupta. Dia menjelaskan posisi obligasi asing yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang besar dan lemahnya kendali Bank Indonesia juga akan
Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di bawah level support Rp11.915 per USD. Rupiah menurut kus tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp11915 per USD hingga Rp11.892 per USD. Meski laju dolar melemah namun, terimbangi dengan pelemahan mata uang hard currency lainnya sehingga membuat Rupiah sulit keluar dari zona merah,” ungkap Research Analyst of AAEI Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (19/9/2014). Meski laju dolar sempat melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed yang memang belum mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga namun, tidak membuat laju Rupiah terapresiasi. Melemahnya dolar juga diimbangi oleh penurunan Yuan seiring masih adanya kekhawatiran masih melambatnya laju perekonomian China,” jelasnya. Langkah PboC yang melonggarkan kebijakan moneternya dinilai sebagai salah satu perlambatan tersebut. Lalu Yen yang juga melemah seiring langkah BoJ yang akan melanjutkan program stimulusnya
Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Rupiah Belum Mampu Beranjak dari Level Rp12.000 per USD

Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya belum meredup, Rupiah hingga saat ini masih berada di level Rp12.00 per USD.  Jumat (19/9/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 21,40 poin atau 0,18 persen menjadi Rp12.003 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.982 pe USD. Rupiah sempat dibuka di level Rp11.994 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.975-Rp12.005 per USD. Sementara itu, menurut data Yahoofinance, Rupiah berada di level Rp12.025 per USD