Content Post By : November, 28 2014

Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Bank Indonesia (BI) mulai Senin (24/11/2014) menerbikan uang rupiah khusus dalam bentuk uang bersambung atau tidak terpotong (uncut banknotes) pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014. Ada dua jenis uang khusus yang ditawarkan BI, yaitu isi dua lembar dan empat lembar. Masyarakat umum dan para kolektor yang berminat bisa memperoleh uang khusus ini di seluruh Kantor BI. Dalam edaran resmi bertanggal 24 November 2014, BI menyatakan bahwa masyarakat bisa datang langsung ke loket kas kantor BI seluruh Indonesia mulai pukul 09.00 sampai 11.30 waktu setempat. Peminat yang berniat membeli uang khusus wajib mengisi formulir yang telah disediakan dan membayar sejumlah uang. Berikut ini rinciannya. Uncut banknotes untuk lembaran berisi dua lembar dijual dengan harga (setelah pajak) Rp530.000. Sementara, untuk lembaran isi empat lembar dibaderol dengan hra Rp1.060.000 (setelah pajak). Pembayaran harus dilakukan secara tunai dan pembeli wajib membawa identitas diri. Selain itu, BI juga mengingatkan masyarakat yang ingin memiliki uang rupiah khusus untuk bergegas.
Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya. Pada akhir pekan ini, Jumat (28/11/2014) ini mata uang garuda rawan tertekan bersama mata uang lain di Asia. Keputusan OPEC untuk tidak memangkas produksi minyak mentahnya membawa harga minyak Brent turun 6,6 persen ke level 72 dollar AS hingga dini hari tadi. Euro turun drastis setelah consumer confidence Zona Euro gagal membaik dan setelah komentar Draghi yang menekan reformasi oleh Pemerintah. Dollar AS masih lemah di sepanjang hari kemarin di Asia sehingga memberikan dorongan penguatan untuk rupiah walaupun hanya tipis. Aksi beli masih terlihat di pasar SUN menjelang pengumuman angka inflasi Senin esok. "Rupiah berpeluang tertekan hari ini bersama mata uang lain di Asia," demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini. Di pasar spot, rupiah pagi ini melemah mendekati kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda hingga sekitar pukul 08.37 WIB, berada pada posisi Rp 12.195 per dollar AS, atau melemah 0,15 persen dari penutupan
Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil. Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp12.185 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.165-Rp12.185 per USD. Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014. Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat, secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga. Namun,