Content Post By : July, 30 2015

Go - Jek hadir, Nasib tukang ojek akan sama seperti pabrik es

Go - Jek hadir, Nasib tukang ojek akan sama seperti pabrik es

Munculnya Go-Jek sejak awal terbilang fenomenal. Sang Owner Nadiem Makarim terbilang sukses mengemas jasa transportasi konvensional ini dengan teknologi internet. Dengan kemudahan, kenyamanan dan keamanan serta harga yang murah, tentu dengan mudah masyarakat kepincut oleh jasa dijual oleh Go-Jek. Bahkan Go-Jek telah mengubah kebiasaan sebagian masyarakat dari yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi pelanggan setia Go-Jek. Namun, hadirnya Go-Jek ternyata juga memberikan dampak negatif bagi tukang ojek tradisional yang enggan bergabung dengan Go-Jek. Mereka merasa, Go-Jek telah merebut pendapatannya, karena mengambil sebagian besar pangsa pasarnya. Menurut praktisi bisnis dan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Go-Jekberhasil menerapkan inovasi disruption business. Dimana perilaku pasar diubah dari menggunakan ojek konvensional beralih menggunakan Go-Jek karena merasa lebih untung. Tentu suatu hal yang wajar, timbulnya konflik antara ojek tradisional dengan Go-Jek. "Pasti menimbulkan konflik. Jangankan di Indonesia di London ada black cab yang demonstrasi karena munculnya Uber. Mereka merasa dirugikan, tapi memang seperti itu. Pasar berhak memilih jasa pelayanan yang lebih baik," tutur Rhenald saat dihubungiOkezone,
Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Seperti dilansir Xinhua, Kamis (30/7/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.092,60 dolar AS per ounce. Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga. Para analis awalnya memperkirakan suku bunga akan naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September. Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu memberikan dukungan kepada harga emas karena menunjukkan penjualan "pending home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa pelemahan itu terjadi
Pagi ini AUDUSD bergerak di zona hijau

Pagi ini AUDUSD bergerak di zona hijau

Pergerakan pasar mata uang di hari Kamis(30/7), Aussie dollar terpantau alami penguatan terhadap dollar AS pasca dirilisnya laporan ekonomi Australia dan FOMC pada pagi ini. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, AUDUSD menguat 0.23% di level 0.7313 dimana pasangan ini terlihat bergerak menyentuh level 0.7288 untuk sesi terendah harian dan level 0.7320 untuk sesi tertinggi harian. Aussie dollar terpantau alami penguatan terhadap dollar AS pada pagi ini setelah dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Australia. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyatakan bahwa izin bangunan yang disetujui telah alami penurunan sebesar 8.2% di bulan Juli setelah alami kenaikan sebesar 2.4% di bulan Juni. Pada laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyebutkan bahwa harga barang impor Australia telah alami kenaikan sebesar 1.4% di kuartal dua setelah alami penurunan sebesar 1.2% di kuartal pertama. Sementara itu, di sesi sebelumnya Aussie dollar telah ditutup melemah terhadap dollar AS ketika permintaan greenback alami kenaikan pasca
Dolar AS Hampir Rp 13.500, Apa Dampaknya ke Anggaran Pemerintah?

Dolar AS Hampir Rp 13.500, Apa Dampaknya ke Anggaran Pemerintah?

Jakarta -Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sekarang dolar hampir menembus Rp 13.500, jauh dari yang diasumsikan pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 yang sebesar Rp 12.500. Apa dampaknya untuk anggaran negara? Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan kondisi APBN sekarang‎ jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana memang lebih kuat dan tidak terlalu rentan akibat gejolak nilai tukar. Dulu, pengaruh negatif dari pelemahan nilai tukar akan langsung terasa ke anggaran belanja subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Kemudian adalah pembayaran cicilan utang (bunga dan pokok)‎. Sedangkan pengaruh positifnya akan terlihat pada penerimaan minyak dan gas bumi (migas) serta royalti batu bara. "Dulu sebelum BBM kita perbaiki, itu dampaknya negatif. Karena subsidinya. Justru bisa sampai Rp 4 triliun negatifnya tiap satu dolar AS," ujar Askolani di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (28/7/2015) Sekarang melalui kebijakan pemerintah di akhir tahun lalu, subsidi premium dicabut