Content Post By : August, 03 2015

Google Translate Tanpa Koneksi Internet Makin Mudahkan Traveller

Google Translate Tanpa Koneksi Internet Makin Mudahkan Traveller

Banyak rambu dengan bahasa Inggris yang tidak dipahami, lupa kosa kata bahasa Inggris dan koneksi internet lambat adalah beberapa permasalahan yang bisa dialami saat bepergian ke luar Negri. Tenang, karena kini aplikasi Google Translate di ponsel bisa digunakan secara real time, tanpa membutuhkan koneksi Internet. "Kami sadar kalau pengguna paling membutuhkan alat penerjemah saat berwisata. Kami bekerja keras untuk terus memberi pengalaman baru sesuai kebutuhan pengguna. Kami senang sekali bisa menyediakannya bagi pengguna di Indonesia," kata Julie Catteau, Product Manager dari Google Translate. Aplikasi Google Translate bisa diunduh di Play Store untuk ponsel berbasis Android dan di Apple Store untuk iOs. Buka aplikasi di ponsel, tekan ikon kamera, dan arahkan pada teks bahasa Inggris yang ingin diterjemahkan. Misal diarahkan pada rambu jalan, menu restoran, atau resep. Secara langsung, Anda akan melihat teks tersebut bertransformasi ke Bahasa Indonesia di layar ponsel. Menyadari koneksi internet yang kadang tidak stabil di sebuah area, tim Google Translate
Tempat Wisata yang Harus Anda Kunjungi sebelum Ajal Menjemput

Tempat Wisata yang Harus Anda Kunjungi sebelum Ajal Menjemput

Sebelum waktu Anda di dunia ini habis, Anda harus membuat perjalanan yang menyenangkan, setidaknya Anda mengunjungi tempat-tempat menakjubkan ini sekali seumur hidup Anda. Dilansir dari Travelaccsessguide, Kamis (30/7/2015), berikut ini tempat-tempat wisata yang harus Anda kunjungi sebelum ajal menjemput. Festival Lentera di Taiwan Kunjungi tempat ini di saat muda. Jangan lewatkan indahnya masa muda dengan melepas lentera seperti halnya melepas harapan ke awan. Disney World Anda harus kunjungi tempat wisata yang tidak asing lagi bagi masyarakat dunia, khususnya anak-anak ini. Masa kecil tak akan pernah sungguh hilang dari diri Anda. Ayunan Akhir Dunia Di Banos, Ekuador Coba untuk menaiki ayunan yang ekstrem ini, teguhkan keyakinan Anda dan rasakan sensasinya. Lubang Biru Besar Di Belize Belize adalah tempat wisata yang membutuhkan biaya mahal. Pemandangannya setimpal, ajaib dan menakjubkan. Satu lagi yang dapat Anda lakukan di tempat wisata ini adalah berjemur sepuasnya. Gua Terbesar di Dunia yang berada di Quang Binh, Vietnam Han Son Doong, gua yang dinobatkan sebagai gua terbesar di dunia
Perbankan RI Tetap Kuat Meski Rupiah Terpuruk

Perbankan RI Tetap Kuat Meski Rupiah Terpuruk

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kondisi perbankan nasional masih dalam kategori aman walaupun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga menyentuh level 13.400. Ada alasan yang membuat bank-bank di Indonesia kuat dari hantaman pelemahan kurs rupiah.  Anggota Dewan Komisioner sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif, Fauzi Ichsan mengungkapkan, Indonesia sangat beruntung keadaan perbankan nasional saat ini jauh lebih baik dibanding periode 2008-2009.  Dari catatannya, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank saat ini berada di level 20 persen dan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) 2,5 persen. Sementara di periode 2008-2009, CAR diposisi 17,5 persen.  "Kalaupun rupiah terus melemah, kondisi perbankan relatif kuat meng-absorb rupiah. Jadi kondisi bank kita relatif masih aman," tegas dia saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (29/7/2015).  Mantan Kepala Ekonom Standard Chartered Bank ini menjelaskan alasan perbankan nasional membukukan CAR tinggi karena perbaikan di masa lalu, saat krisis perbankan di 1998.  "Saat itu, bank-bank Indonesia betul-betul direstrukturisasi. Aset-aset buruk perbankan diambil BPPN
Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Ketidakpastian penyesuaian suku bunga acuan The Federal Reserve menimbulkan spekulasi di kalangan investor atau pelaku pasar. Kebijakan ini menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengungkapkan, salah satu risiko bagi negara yang menerapkan devisa bebas seperti Indonesia adalah maraknya spekulasi atas sebuah kebijakan di luar negeri, terutama yang datang dari negara AS.  "Salah satu risiko iklim devisa terbuka seperti negara lain, ada kondisi orang berspekulasi kapan The Fed menaikkan suku bunga. Pelaku pasar senang sekali dengan ketidakpastian seperti ini," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7/2015).  Dijelaskannya, fluktuasi rupiah yang sempat tinggi pernah terjadi saat The Federal Reserve memutuskan penghentian stimulus moneter atau Quantitative Easing (QE) pada 2013. Beruntung, kata Sofyan, Indonesia saat ini mempunyai fundamental ekonomi cukup kuat meski ada perlambatan pertumbuhan ekonomi serta catatan defisit transaksi berjalan yang ikut berkontribusi terhadap depresiasi kurs rupiah.  "Sebenarnya kondisi kita oke. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita