Content Post By : May, 13 2016

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Pada perdagangan akhir pekan ini, laju rupiah masih tertekan beberapa mata uang di Asia seperti Yen Jepang. Rupiah masih diprediksi masih akan terus mengalami pelemahan. Hal tersebut merupakan imbas dari BOJ yang melakukan perpanjangan stimulus, selian itu para investor di bursa asia cendrung menjauhi beberapa mata uang di Asia yang terkena imbas dari Yen Jepang. Saat ini sektor pasar global masih bergantung terhadap harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan, sehingga dengan begini mampu menekan laju dolar As untuk beberapa mata uang lainnya. namun tidak terlalu mempengaruhi terhadap Mata uang indoensia. Pelemahan Rupiah saat ini masih di picu oleh yen jepang. Yen jepang melemah akibat para pelaku pasar mewaspadai keputusan BOJ yang akan melakukan perpanjangan stimulus bulan depan untuk membantu meningkatkan perekonomian Jepang.
Program Sejuta Rumah Akan Dibantu Investor Jepang

Program Sejuta Rumah Akan Dibantu Investor Jepang

Indonesia Telah lama menjalin kerjasama dengan pemerintah jepang. Kerjasama yang di jalin meliputi berbagai sektor. Investor jepang kali ini ingin berinvestasi di Sektor Property indonesia. setelah adanya wacana pemerintah yang akan mengembangkan program sejuta rumah untuk masyarakat indonesia. Investor jepang menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam program ini dan mendukung program ini untuk bisa merealisasikan satu juta rumah per tahun. Hal ini di sambut baik oleh BKPM, Saat ini sudah ada group perusahaan besar asal jepang yang sudah merencanakan investasi properti dan pembangunan di indonesia. yang masih menjadi fokus pemerintah adalah, masih mencari kawasan perumahan yang masuk kedalam kawasan industri, hal ini bertujan untuk tenaga kerja tenant kawasan Industri, dengan menggunakan standar kualitas dan teknologi Jepang. Investor jepang sudah merencankan anggaran yang akan di keluarkan, pada periode pertama akan menggelontorkan dana sekitar Rp.2 Triliun untuk di daerah Jawa barat di Kawasan Industri. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang mematangkan kembali wacana investor jepang yang