Tag : alasan

Masakan Indonesia berpotensi mendunia

Masakan Indonesia berpotensi mendunia

INDONESIA memiliki keragaman masakan dari wilayah barat hingga bagian timur. George Calombaris, salah satu juri MasterChef Australia pun menyebut masakan Indonesia punya potensi untuk bisa mendunia. Hal ini dikatakannya bukan tanpa alasan. George sendiri pernah mencicipi aneka masakan Indonesia dan dia mengakui bahwa masakan Indonesia memang punya potensi untuk mendunia. "Masakan Indonesia itu luar biasa. Kaya rasa, rempah, tekstur dan bumbunya unik," kata George di Jakarta. Seperti halnya tomyum asal Thailand yang sudah sangat populer di dunia, lanjut George, masakan Indonesia sebenarnya juga punya potensi yang sama. George mengatakan, agar masakan Indonesia bisa mendunia ternyata soal cita rasa saja belum cukup. Perlu beberapa aspek lain seperti tampilan dan penyajian agar lebih mudah disukai banyak orang. "Masakan harus ditampilkan dengan gaya modern dan dipromosikan juga agar mudah disukai banyak orang. Makanan Indonesia itu sangat unik dan punya potensi," pungkasnya.
Perbankan RI Tetap Kuat Meski Rupiah Terpuruk

Perbankan RI Tetap Kuat Meski Rupiah Terpuruk

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kondisi perbankan nasional masih dalam kategori aman walaupun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga menyentuh level 13.400. Ada alasan yang membuat bank-bank di Indonesia kuat dari hantaman pelemahan kurs rupiah.  Anggota Dewan Komisioner sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif, Fauzi Ichsan mengungkapkan, Indonesia sangat beruntung keadaan perbankan nasional saat ini jauh lebih baik dibanding periode 2008-2009.  Dari catatannya, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank saat ini berada di level 20 persen dan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) 2,5 persen. Sementara di periode 2008-2009, CAR diposisi 17,5 persen.  "Kalaupun rupiah terus melemah, kondisi perbankan relatif kuat meng-absorb rupiah. Jadi kondisi bank kita relatif masih aman," tegas dia saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (29/7/2015).  Mantan Kepala Ekonom Standard Chartered Bank ini menjelaskan alasan perbankan nasional membukukan CAR tinggi karena perbaikan di masa lalu, saat krisis perbankan di 1998.  "Saat itu, bank-bank Indonesia betul-betul direstrukturisasi. Aset-aset buruk perbankan diambil BPPN
Setelah Pilpres, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat

Setelah Pilpres, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat

Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan memperkikan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan kembali menguat seusai pemilihan presiden. Hal ini seiring dengan berkurangnya ketidakpastian politik. Kita melihat pasca pilpres terutama pasca pembentukan pemerintahan baru bulan Oktober nanti, rupiah diperkirakan akan menguat terus ke arah Rp 11.500 hingga Rp 11.600 per dollar AS," kata Fauzi di Hotel Mulia Senayan. Perkiraannya tersebut didasarkan kepada beberapa alasan. Pertama, ia memandang defisit transaksi berjalan Indonesia akan lebih kecil pada semester II tahun ini, dengan tetap tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate. Informasi saja, BI melaporkan defisit transaksi berjalan pada kuartal I 2014 mencapai 2,06 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB atau 4,2 miliar dollar AS. Adapun BI rate saat ini berada pada posisi 7,5 persen. (Alasan) yang kedua, dengan ketidakpastian politik yang berkurang, otomatis aliran modal asing akan kembali masuk ke Indonesia. Ini akan membuat rupiah menguat kembali ke arah
Jelang Pemilu, SBY Larang Menteri Ganti Dirut BUMN & Pejabat Eselon

Jelang Pemilu, SBY Larang Menteri Ganti Dirut BUMN & Pejabat Eselon

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada menterinya untuk tidak melakukan pergantian pejabat setingkat eselon I atau II di semua kementerian menjelang pemilihan presiden 9 Juli 2014.    Semua menteri dan anggota kabinet untuk tidak melakukan penggantian pejabat utama pemerintah dan usaha negara. Misalnya, eselon I kementerian dan dirut BUMN," kata SBY saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan. Namun jika ada pejabat di satu kementerian yang terpaksa dicopot, sebaiknya menteri itu memberi tahu kepada SBY dengan memberikan alasan yang tepat. Jika terpaksa, silakan laporkan kepada saya. Misalnya yang bersangkutan memasuki masa pensiun atau ada masalah lain yang serius. Tapi, jangan main copot dan main ganti. Karena timing-nya tidak tepat,"terang SBY. Alasan SBY melarang menteri untuk mengganti pejabat karena dalam waktu dekat masa pemerintahannya akan berakhir. Karena hakikatnya sekarang kita ada dalam masa transisi, 4,5 bulan itu tidak lama, masa bakti kita akan berakhir. Masa bakit pemerintahan baru akan dimulai. Sehingga ketika dan logikanya