Tag : barang

Ekspor Mampu Angkat Kembali Nilai Tukar Rupiah

Ekspor Mampu Angkat Kembali Nilai Tukar Rupiah

Pelemahan perekonomian di Tanah Air membuat penjualan di sektor ritel mengalami penurunan hingga 30 persen. Untuk mengatasi pelemahan tersebut, pemerintah memerlukan strategi non konvensional. di tengah perlambatan ekonomi serta pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harusnya Indonesia memanfaatkan hal tersebut untuk mendorong ekspor. Caranya, dengan memberikan intensif kepada kredit ekspor dan mendorong industri nasional ke pasar ekspor. Sekarang penjualan ritel turun 30 pesen, ini masalah tapi juga opportunity karena 30 persen pabrik kita kelebihan produksi, rupiah lemah, itu 2 faktor yang bisa digenjot ekspor Indonesia. Asal dibantu dengan adanya kredit ekspor Langkah tersebut lebih baik ketimbang meredam rupiah dengan melakukan intervensi. "Daripada BI setiap hari intervensi US$ 250 juta itupun jebol.Dengan kredit ekspor maka pelaku usaha bisa mengirim barang dengan jumlah besar. Imbasnya, perekonomian pun bisa berangsur pulih. Padahal kalau uang itu dibikin untuk kredit ekspor, banyak pengusaha bisa kirim barang ke pelabuhan tapi nggak tahan pembayaran 4-6 bulan, kalau di kasih
Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

China sengaja melakukan devaluasi atau penurunan nilai mata uangnya, hal ini membuat pelemahan mata uang di Asia berguguran salah satunya rupiah, dolar AS jadi Rp 13.825. Kondisi ini tentu membahayakan bagi perekonomian Indonesia. "Kondisi ini tentu bahaya loh bagi kita, pemerintah sama sekali tidak memprediksi bila yuan dilemahkan, fokusnya pada suku bunga The Fed dari dulu," ungkap Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015). Enny mengatakan, akibat lemahnya yuan, akan membuat Indonesia bisa dibanjiri barang-barang impor dari China dalam jumlah besar, sementara pemerintah tidak bisa berbuat banyak. "Kita itu punya perjanjian perdagangan bebas dengan China, mau naikin tarif bea masuk untuk tahan serbuan impor nggak akan bisa. Kita hanya bisa tahan dengan kebijakan non tarif," ungkapnya. Ia memperkirakan, kondisi akan membuat defisit perdagangan dengan China semakin besar, dan tentunya akan memukul industri dalam negeri. "Rupiah kita makin melemah, yuan makin murah, impor dari China makin besar, defisit perdagangan makin
75% Hasil IPO DNAR untuk Kredit

75% Hasil IPO DNAR untuk Kredit

PT Bank Dinar Indonesia Tbk hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mana, jumlah saham yang dilepas sebesar 500 juta saham baru atau setara 22,22 persen dari total modal dan disetor penuh. Adapun, Bank Dinar mencatatkan saham dengan kode emiten (DNAR) dan menjadi emiten ke-501 di BEI atau ke-18 yang mencatatkan saham sepanjang 2014. Direktur Utama Bank Dinar Indonesia, Hendra Lie mengatakan, dana hasil initial public offering (IPO), 75 persen akan dipergunakan untuk menyalurkan kredit. Dana hasil IPO 75 persen disalurkan ke kredit sesuai dengan bisnis Bank Dinar yang fokus di ritel," kata Hendra kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta. Hendra menuturkan, penyaluran kredit Bank Dinar ini difokuskan untuk mendukung para kontraktor dalam pembangunan. "Kita salurkan untuk perdagangan seperti sparepart variasi untuk kendaraan motor, barang elektrik, barang elektrik, untuk mendukung pembangunan," tambahnya. Sementara itu, sisa dana IPO yang sebesar 25 persen. Hendra mengungkapkan, manajemen DNAR akan mempergunakannya untuk menambah kantor cabang. Tahun
Jelang Puasa, Waspadai Penumpukan Barang di Priok

Jelang Puasa, Waspadai Penumpukan Barang di Priok

Pelaku usaha angkutan logistik pelabuhan mengingatkan ancaman kongesti di Pelabuhan Tanjung Priok dan Jalan menyusul kenaikan arus barang secara tiba-tiba menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Gemilang Tarigan mengatakan, hingga saat ini belum ada kenaikan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok secara signifikan. Tetapi mendekati Puasa dan Lebaran, akan ada lonjakan yang tinggi," katanyA dalam keterangan tertulis. Dia mengingatkan antisipasi lonjakan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang diperkirakan mencapai 20 persen hingga 30 persen tersebut tidak hanya dilakukan di kawasan pelabuhan, tetapi juga harus dilakukan oleh operator logistik pelabuhan. Menurut dia, kondisi kongesti di pelabuhan dapat diantisipasi dengan memaksimalkan pelabuhan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok atau yang terdekat seperti Pelabuhan Marunda, Cikarang Dry Port (CDP), Tanjung Perak maupun Tanjung Emas. Tarigan menambahkan usulan agar shipper  dapat mengalihkan sebagian importnya keluar pelabuhan Tanjung Priok akan membantu mengurangi kongesti di pelabuhan internasional tersebut, tetapi sulit bagi mengatasi kongesti di