Tag : defisit

Rupiah Tertekan Perlambatan Ekonomi China

Rupiah Tertekan Perlambatan Ekonomi China

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada hari ini melemah sebesar 20 poin menjadi 11.420 dibandingkan kemarin 11.400 per dolar AS. Pelemahan rupiah seiring dengan munculnya sentimen negatif dari isu perlambatan ekonomi China terkait dengan defisit neraca perdagangannya. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (12/3), mengatakan, "Pasar bereaksi mengenai defisit neraca perdagangan China yang besar yang kemudian mengaitkannya dengan potensi perlambatan ekonomi China." Kondisi itu mendorong nilai tukar negara berkembang, termasuk rupiah, komoditas energi, dan logam yang berhubungan dengan China terkena sentimen negatif. Ia mengatakan Rusia yang kembali menempatkan pasukannya di perbatasan Ukraina dan meningkatkan ketegangan di kawasan itu juga membuat pasar keuangan global khawatir. Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan koreksi mata uang rupiah cenderung tertahan fundamental ekonomi Indonesia yang cenderung membaik. Inflasi pada 2014 diperkirakan stabil. Ia memperkirakan pada pekan ini indeks BEI bergerak di kisaran 11.350-11.700 per dolar AS. Kurs tengah Bank
Terus Menguat, Rupiah Tembus Rp 11.668 per Dollar AS

Terus Menguat, Rupiah Tembus Rp 11.668 per Dollar AS

Pesona rupiah sepertinya mulai kembali lagi. Pada transaksi hari ini, rupiah berhasil mencatatkan penguatan terbesar di antara mata uang emerging market lainnya yakni dengan menguat ke posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 13.30 WIB, posisi rupiah berada di level 11.668. Sekadar mengingatkan, pada akhir pekan lalu, rupiah ditutup pada posisi 11.831. Artinya, pada hari ini, penguatan rupiah mencapai 1,4 persen. Rupiah perkasa setelah investor global kembali memburu aset-aset domestik setelah defisit neraca perdagangan Indonesia mulai menurun. Sebagai gambaran, investor asing membeli surat utang Indonesia pada bulan ini hingga 11 Februari dengan nilai mencapai Rp 3,37 triliun. Selain itu, investor asing juga mulai gencar memborong saham-saham perusahaan Indonesia dengan nilai bersih mencapai 186 juta dollar AS di sepanjang Februari hingga akhir pekan lalu. Catatan saja, defisit neraca perdagangan Indonesia memang mencatatkan penurunan menjadi 1,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal lalu dari 3,85 persen dari PDB pada kuartal
Rupiah Makin Mendekat ke 12 Ribu/US$, Apa Sebabnya?

Rupiah Makin Mendekat ke 12 Ribu/US$, Apa Sebabnya?

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat makin terpuruk. Tinggal beberapa poin lagi rupiah bakal tembus ke level 12.000 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (28/11/2013) pukul 08.32 WIB, rupiah sempat tembus di kisaran 11.949 per dolar AS. Sentimen positif dari dalam negeri belum mempengaruhi pergerakan rupiah. Pelaku pasar memiliki kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia terutama defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi pengumuman defisit neraca perdagangan pada pekan depan. Analis Bank Mandiri Renny Eka Putri menambahkan, kondisi ekonomi Amerika Serikat yang terus membaik membuat dolar Amerika Serikat semakin menguat dan imbasnya rupiah yang tertekan. Data ekonomi Amerika Serikat mulai positif karena klaim pengangguran turun secara tak terduga dari yang diharapkan sekitar 316 ribu pada pekan ketiga November 2013. Indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat naik ke level 75 pada November 2013. "Pelemahan rupiah karena sentimen domestik yang minim. Sementara itu, perkembangan Amerika Serikat positif. Di tengah kondisi ekonomi yang