Tag : direspons

Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Lagi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi dibuka melemah ke level Rp12.213 per USD. Pelemahan ini salah satunya dipengaruhi oleh situasi politik domestik. Apa tanggapan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi)? Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kekecewaan pelaku pasar atas hal tersebut dan itu direspons secara negatif. Memang, saya sampaikan, sinyal yang ditangkap pasar direspons itu negatif," kata Jokowi di Jakarta nternational Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Jokowi menambahkan, pasalnya saat ini situasi politik terus dipantau oleh pasar dan jangan sampai keputusan tersebut membuat pasar kecewa. Oleh sebab itu saya pesan kepada politisi-politisi, elit-elit politik, berpesan agar setiap tingkah laku kita, setiap kebijakan dan produk-produk birokrasi kita dilihat pasar, rakyat," sebutnya. Untuk itu, Jokowi meminta agar hal ini dapat dicegah dengan melihat kondisi pasar yang ada. "Kalau direspons negatif itu harus didengar.  Mendengar keinginan rakyat dan pasar," pungkasnya.
Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri. Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS. Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI)," kata dia dalam risetnya di Jakarta Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan. Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya," katanya. Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat perdagangan