Tag : dollar

Donor Politik Kering, Kontribusi Pemilu ke Pertumbuhan Ekonomi Minim

Donor Politik Kering, Kontribusi Pemilu ke Pertumbuhan Ekonomi Minim

Meski ada hajatan politik pemilu, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya 0,2 persen. Ekonom Bank Standard Chartered Fauzi Ichsan, menyebutkan ada dua hal yang membuat pemilu tak berkontribusi terlalu besar pada pertumbuhan ekonomi kali ini. Pertama, adanya pembatasan masa kampanye terbuka. Penegakkan aturan yang lebih kuat ini membuat konsumsi tidak terlalu besar," ujarnya ditemui usai diskusi, di Jakarta. Adapun faktor kedua, yakni berkurangnya suntikan dari para donatur, tak terkecuali para pengusaha pertambangan. Sebagaimana diketahui harga batubara dunia merosot dari 120 dollar AS per ton, menjadi 80 dollar AS per ton. Itu jelas berpengaruh, karena donor politik yang notabene banyak di sektor pertambangan sedang terpuruk karena anjloknya harga batubara," jelas Fauzi. Diakui Fauzi, stimulus pemilu pada tahun ini tidak terlalu besar, hanya 0,2 persen saja sumbangannya. "Euforianya tidak terlalu besar pada tahun ini," katanya.
Dilarang Mencairkan Pecahan 10.000 Dollar Singapura di Indonesia

Dilarang Mencairkan Pecahan 10.000 Dollar Singapura di Indonesia

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) segera meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengeluarkan surat edaran yang melarang pencairan uang 10.000 dollar Singapura di Indonesia. Kepala PPATK Muhamad Yusuf menyebutkan, selain dollar Singapura, surat edaran tersebut diharapkan juga berlaku untuk penukaran uang asing (termasuk dollar AS) dalam pecahan besar. Tanpa surat edaran, lanjut Yusuf, pihak berwenang akan sulit melarang praktik-praktik yang berindikasi tindak kejahatan korupsi. Pasalnya, transaksi perbankan jadi tidak bisa dibatasi. Aturan pembatasan transaksi tunai perbankan diharapkan akan membatasi transaksi tunai dan menggunakan uang asing. Hal ini juga akan membantu mengurangi tingkat korupsi dan politik uang," tutur Yusuf . Terkait dengan hal itu, pemerintah juga berencana membuat aturan mengenai besaran uang tunai yang bisa dibawa seseorang. Hal itu dilakukan, salah satunya, untuk mencegah terjadinya praktik korupsi dan penyuapan. Muhamad Yusuf menjelaskan, penggunaan uang tunai dalam jumlah besar selama ini rawan digunakan untuk melakukan praktik suap. Hal itu pun sulit untuk dilacak oleh PPATK. Terkait
Melorot, Rupiah Tembus Level 11.400 Per Dollar AS

Melorot, Rupiah Tembus Level 11.400 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pagi hari ini, Kamis (20/3/2014). Pada pukul 08.41 WIB, nilai tukar rupiah melorot 0,9 persen menjadi Rp 11.425 per dollar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Rabu (19/3/2014), rupiah berada di posisi Rp 11.316 per dollar AS. Sedangkan kurs tengah dollar AS kemarin, dipatok Bank Indonesia di posisi Rp 11.313 per dollar AS.   Pelemahan rupiah terjadi setelah Bank Sentral AS atau federal Reserve (Fed) melanjutkan pemangkasan stimulus bulanannya. Selain itu, Fed juga berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Jokowi Effect, Rupiah Menguat ke Kisaran 11.200 Per Dollar AS

Jokowi Effect, Rupiah Menguat ke Kisaran 11.200 Per Dollar AS

Jokowi effect rupanya masih mendorong investor untuk terus mengoleksi rupiah.  Di pasar spot, Senin (17/3/2014) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat hingga menembus ke kisaran 11.200. Dikutip dari data Bloomberg pukul 10.13 WIB,  rupiah bertengger di posisi Rp 11.257,5 per dollar AS. Posisi ini naik 1,33 persen di banding penutupan akhir pekan lalu di level Rp 11.356,3 per dollar AS.  Pagi ini rupiah dibuka menguat ke posisi 11.302,5. Pada Jumat (14/3/2014) lalu, mata uang RI ini menguat ke level RP 11.356,3 per dollar AS, beberapa saat setelah penetapan Jokowi sebagai calon presiden PDI Perjuangan. Padahal sebelumnya, rupiah sempat terjerembab di zona merah hingga menembus kisaran Rp 11.400-an. Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia untuk hari ini akan diumumkan siang ini. Sedangkan pada Jumat lalu, BI mematok kurs tengah pada Rp 11.421 per dollar AS.