Tag : dollar

Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya. Pada akhir pekan ini, Jumat (28/11/2014) ini mata uang garuda rawan tertekan bersama mata uang lain di Asia. Keputusan OPEC untuk tidak memangkas produksi minyak mentahnya membawa harga minyak Brent turun 6,6 persen ke level 72 dollar AS hingga dini hari tadi. Euro turun drastis setelah consumer confidence Zona Euro gagal membaik dan setelah komentar Draghi yang menekan reformasi oleh Pemerintah. Dollar AS masih lemah di sepanjang hari kemarin di Asia sehingga memberikan dorongan penguatan untuk rupiah walaupun hanya tipis. Aksi beli masih terlihat di pasar SUN menjelang pengumuman angka inflasi Senin esok. "Rupiah berpeluang tertekan hari ini bersama mata uang lain di Asia," demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini. Di pasar spot, rupiah pagi ini melemah mendekati kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda hingga sekitar pukul 08.37 WIB, berada pada posisi Rp 12.195 per dollar AS, atau melemah 0,15 persen dari penutupan
Jelang Libur Akhir Pekan, Rupiah Masih Tertekan

Jelang Libur Akhir Pekan, Rupiah Masih Tertekan

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Jumat (7/11/2014). Indeks dollar AS yang masih dalam kenaikan kembali berpeluang menekan posisi rupiah. Bank Sentral Eropa (ECB) siap menggelontorkan lebih banyak lagi stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Indeks dollar AS melonjak tajam sementara di sisi lain euro melemah ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Indeks S&P 500 serta DAX Jerman menguat tajam  dengan harapan stimulus ECB. Angka jobless claims AS yang turun juga membantu penguatan indeks dollar AS hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data non-farm payrolls serta unemployment rate AS yang diperkirakan sedikit memburuk.  Rupiah menguat hingga kemarin sore bersama beberapa mata uang di Asia. Sentimen penguatan dollar AS di malam sebelumnya hanya berhasil menekan beberapa mata uang di Asia. IHSG terkoreksi cukup dalam dengan asing yang mencatatkan net sell. Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan, sentimen positif yang berasal dari pernyataan ECB yang pro stimulus berpeluang mendorong penguatan harga aset rupiah hari
Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Pasar finansial Indonesia jelang libur akhir pekan, kembali diselimuti aura negatif. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, pada awal perdagangan Jumat (10/10/2014), berkutat di zona merah. IHSG dibuka turun 45,59 poin ke posisi 4.948,28. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 0,75 persen menjadi 4.956,39. Tercatat 173 saham turun, 43 saham stagnan, dan hanya 29 saham yang naik. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 646,91 miliar dengan volume 645,9 juta lot saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mengalami nasib serupa. Rupiah kembali melemah ke kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangab pasar spot, pagi ini, mata uang garuda dibuka turun ke posisi Rp 12.210 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin.
Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/10/2014). Pelemahan dollar AS atas euro ditambah faktor domestik Indonesia diperkirakan menahan pelemahan rupiah. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, namun Bank Sentral Eropa (ECB) bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Pasar bereaksi dengan mendorong penguatan euro dan di sisi lain dollar index turun drastis ke 85.62. Data factory orders AS yang jatuh dalam juga membantu mendorong pelemahan dollar index hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data pengangguran AS serta pertambahan nonfarm payrolls yang keduanya diperkirakan membaik.  Rupiah sendiri melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan tersisa untuk rupiah tetap melemah. "Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dollar index serta langkah Presiden menerbitkan Perppu Pilkada.