Tag : dollar

Neraca Perdagangan Mei Surplus 69,9 Juta Dollar AS

Neraca Perdagangan Mei Surplus 69,9 Juta Dollar AS

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan RI pada Mei 2014 mengalami surplus sebesar 69,9 juta dollar AS. Kepala BPS Suryamin menuturkan, impor pada bulan Mei mencapai 14,76 miliar dollar AS, sedangkan ekspor RI mencapai 14,83 miliar dollar AS. Terjadi pula surplus volume Mei 2014 sebesar 35,15 juta ton. Ini menunjukkan permintaan (produk RI) masih cukup tinggi,” katanya dalam rilis BPS, di kantornya. Adapun volume impor pada Mei 2014 mencapai 12,17 juta ton, sedangkan ekspor pada Mei 2014 mencapai 47,42 juta ton. Suryamin menyebutkan, neraca perdagangan migas pada Mei mengalami defisit sebesar 1,331 miliar dollar AS, sedangkan neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar 1,4009 miliar dollar AS. Meski mengalami surplus neraca perdagangan pada Mei 2014, namun secara kumulatif Januari-Mei 2014 neraca perdagangan RI masih mengalami defisit sebesar 824 juta dollar AS. Secara kumulatif neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar 5,5026 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus 4,6784 miliar dollar AS,” terangnya. Suryamin mengatakan, defisit kumulatif neraca
Kontak Senjata di Irak Jadi Alasan Rupiah Melemah

Kontak Senjata di Irak Jadi Alasan Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah secara harian menunjukkan tren pelemahan, hingga hampir menembus level Rp 12.000 per dollar AS. Menurut Bank Indonesia (BI), pelemahan nilai tukar rupiah tersebut terjadi karena pengaruh regional. Februari memang sempat Rp 12.000 (per dollar AS). Memang ini agak beda. Untuk saat ini pelemahan terjadi di regional," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara ketika ditemui di Gedung Parlemen. Tirta menyebut secara regional, setidaknya terdapat dua penyebab pelemahan rupiah, yaitu antisipasi pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) alias pertemuan pimpinan The Fed yang diselenggarakan kemarin dan hari ini. Tampaknya data-data yang disajikan The Fed lebih baik, sehingga kemungkinan tapering off bisa selesai lebih cepat dan ada possibility suku bunga AS akan naik lebih cepat," ujar Tirta. Penyebab kedua adalah tensi kontak senjata di Irak. Situasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kenaikan harga minyak merangkak naik lebih lanjut. Sehingga, nilai tukar pun terkena imbas pelemahan. Kemarin kan (harga minyak) 107 dollar AS per barel.
Kalau Ekonomi Mau Kuat, Rupiah Juga Harus Kuat

Kalau Ekonomi Mau Kuat, Rupiah Juga Harus Kuat

Melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS membuat laju perekonomian Indonesia terganggu. Apalagi, mulai tahun 2015 mendatang Indonesia dan negara-negara ASEAN akan menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu yang penting bagi Indonesia dalam menghadapi MEA adalah kurs rupiah tidak boleh lemah. Kita mau jadi ekonomi kuat, rupiah harus kuat," kata Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto di Gedung Parlemen. Khusus bagi emiten alias pelaku pasar modal, Airlangga mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah tentu akan berdampak kepada sektor industri. Pelemahan tersebut akan menyebabkan pelaku usaha mengalami kerugian kurs. Akan mengakibatkan kerugian kurs, apakah posisinya melemah terus. Pengusaha tidak ada level (nilai tukar rupiahnya). Jangan melemah terus-menerus yang penting, karena akan merugikan," ujar Airlangga. Sekedar informasi, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada siang hari ini menyentuh level Rp 11.978 per dollar AS.  Sementara itu, pada sehari sebelumnya, Selasa (17/6/2014), rupiah ditutup pada posisi Rp 11.863 per dollar AS. Menteri Keuangan (Menkeu)
Tekanan Pelemahan Kembali Gelayuti Rupiah

Tekanan Pelemahan Kembali Gelayuti Rupiah

Rupiah berhasil menguat dalam perdagangan awal pekan ini. Namun, belum apa-apa tampaknya tekanan pelamahan kembali menggelayuti posisi rupiah seiring penguatan dollar AS di pasar global. Jatuhnya Sentix index Zona Eropa ke titik terendah semenjak Desember 2013 memaksa euro turun hingga 1,35 per dollar AS hingga dini hari tadi. Gaung kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan akan terus membawa euro terus melemah hingga akhir tahun terhadap dollar AS. Pagi ini investor akan menunggu data inflasi China yang diperkirakan naik. Ini bisa menekan posisi mata-mata uang di Asia. Walaupun IHSG terjerembab, rupiah berhasil menguat bersama-sama mata uang Asia lainnya . Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, menguatnya dollar index dini hari tadi berpeluang mengembalikan pelemahan rupiah hari ini. Pagi ini di pasar spot, seperti dikutip Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp 11.792,5 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada 11.778,8.