Tag : dollar

Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya menjelang akhir pekan ini. Rupiah masih menghadapi tekanan pelemahan dan mencoba menguat dengan penjagaan Bank Indonesia. Bank Sentral Eropa (ECB) akhirnya memangkas suku bunga acuannya. Euro justru menguat pada penutupan setelah initial jobless claims AS naik 12.000. Dollar Index turun 0,38 persen. Investor malam ini menunggu data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS. Rupiah menguat tipis bersama mata uang Asia pada perdagangan sebelumnya. Rupiah menguat tipis 0,25 persen hingga sore kemarin. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, dollar index yang jatuh serta cadangan devisa yang diumumkan naik berpeluang membantu penguatan rupiah hari ini.  Sementara Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah di bawah level support Rp 11.817 per dollar AS. Akhir pekan ini mata uang Garuda diproyeksikan berada di rentang Rp 11.885-11.859 (kurs tengah BI). Adapun pada pembukaan perdagangan di pasar spot pagi ini, seperti dikutip dari Bloomberg rupiah dibuka menguat ke Rp 11.795 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada
Mata Uang Indonesia Menuju Rp 12.000 Per Dollar AS

Mata Uang Indonesia Menuju Rp 12.000 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kian terpuruk. Di pasar spot pada Rabu (4/6/2014), kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpangkas 0,68 persen dibandingkan hari sebelumnya ke Rp 11.890. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan rupiah melemah tipis 0,03 persen ke Rp 11.810. Daru Wibisono, Senior Researcher and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan dalam tiga pekan terakhir rupiah terpuruk. Rupiah loyo akibat faktor fundamental ekonomi domestik. "Neraca perdagangan April 2014 defisit, jauh dari ekspektasi," kata Daru.Ada kekhawatiran defisit dagang kuartal III-2014 lebih lebar. Apalagi di Juni-Agustus, tingkat inflasi mencapai puncak, seiring datangnya Ramadan dan Lebaran. Prediksi Daru, nilai rupiah melemah menuju Rp  12.000 per dollar AS selama sepekan ke depan. Dari eksternal, Mika Martumpal, Research and Strategy Head Treasury and Capital Market Bank CIMB Niaga mengatakan, dollar AS menguat terhadap mata uang global. Data ekonomi AS yang terus membaik memunculkan spekulasi, Bank Sentral AS akan menaikkan bunga lebih awal.
Menkeu: Pelemahan Rupiah Sejak Pilpres Semakin Ketat

Menkeu: Pelemahan Rupiah Sejak Pilpres Semakin Ketat

Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri menilai, pelemahan rupiah terjadi sejak persaingan pasangan calon presiden (capres) semakin ketat. Mata uang Garuda terus melemah, bahkan hari ini rupiah menembus level Rp 11.800 per dollar AS. Melemah sejak pilpres semakin ketat. Dua calon semakin ketat jaraknya. Itu kemudian pasar merespon karena buat pasar yang penting pasti. Kalau ketat kan belum tahu," kata Chatib di Gedung DPR. Namun demikian, Chatib menjelaskan, kemarin Selasa (2/6/2014) rupiah sedikit diperlemah dengan rilis angka defisit neraca perdagangan yang mencapai 1,96 miliar dollar AS karena impor yang masih besar. Menurut dia, seharusnya rupiah bergerak mengikuti fundamental. Toh masih di dalam range. Kita lihat saja asumsi APBN-nya berapa. Tetapi saya lihat trennya temporer. Saya percaya bulan depan akan naik. Kemarin kan Pak CT (Menko Perekonomian Chairul Tanjung) bicara mengenai solusi itu. Kalau itu dilakukan kan ekspor bisa naik," ujar Chatib. Menurut Chatib, yang perlu diperhatikan juga adalah kepastian pembangunan pemurnian mineral atau smelter.
Makin Terpuruk, Rupiah Tembus Rp 11.800 Per Dollar AS

Makin Terpuruk, Rupiah Tembus Rp 11.800 Per Dollar AS

Tekanan pelemahan diproyeksikan masih membayangi pergerakan nilai tukar rupiah, Selasa (3/6/2014). Penguatan dollar AS mendesak posisi rupiah di tengah minusnya performa perdagangan domestik Indonesia.  Pagi ini rupiah melorot menembus level 11.800. Seperti dikutip dari Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka melemah ke posisi Rp 11.832,5 per dollar AS. Dari data Bloomberg, posisi ini merupakan level terendah rupiah terhadap dollar AS sejak 18 Februari 2014 yang berada pada 11.848.  Pada penutupan Senin (2/6/2014) kemarin mata uang garuda ini ada pada Rp 11.766,3 per dollar AS. Di saat dollar AS menguat di pasar Asia, hingga sore kemarin rupiah menjadi yang terlemah setelah neraca perdagangan April diumumkan defisit 1,96 miliar dollar AS. Inflasi yang naik tipis juga menambah dorongan rupiah mendekati Rp 11.800 per dollar AS. Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan sentimen defisit serta kuatnya dollar AS di pasar global akan menjaga tekanan pelemahan rupiah. Pagi ini ditunggu data manufaktur China dan diperkirakan turun tipis. Membaiknya data