Tag : harga

Harga Daging Sapi di Kediri Relatif Stabil

Harga Daging Sapi di Kediri Relatif Stabil

Harga daging sapi di pusat penjualan daging di Kota Kediri, Jawa Timur, pada awal bulan Ramadhan 1435 Hijriyah ini relatif stabil. Bahkan penuturan pedagang, belum ada peningkatan permintaan yang berarti dari masyarakat. Bili, seorang pedagang daging sapi di Pasar Setonobetek mengatakan, harga daging sapi kelas 1 dijual dengan harga Rp 93.000 tiap kilogramnya, sementara kelas 2 dibanderol dengan harga Rp 75.000 per kilogram. Harganya nggak naik sejak sebelum puasa kemarin. Bahkan pembeli, juga belum ada peningkatan. Masih sama kayak hari biasanya. Kebutuhan daging sapi di Kota Kediri selama ini cukup tinggi. Kebutuhan itu disuplai oleh sebuah rumah pemotongan hewan. Dinas Pertanian setempat mencatat setiap harinya RPH itu memotong 10-14 sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging di kota yang hanya punya tiga wilayah kecamatan ini. Ada juga daging dari luar daerah. Daging-daging itu tandanya tidak ada stempelnya," kata Haris Chandra, Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri. Selama puasa ini, Haris menambahkan, diprediksikan akan ada peningkatan permintaan daging dari

Mata Uang Negara "Fragile Five" Tumbang, Rupiah Paling Berisiko

Setelah berupaya keras selama berbulan-bulan menghapus citra yang kadang kurang baik, negara-negara berkembang yang tergabung dalam "Fragile Five" kembali diuji. Krisis di Irak dan dampaknya terhadap harga minyak membuat kurs mata uang 5 negara ini kembali lemah. Rupiah Indonesia, rand Afrika Selatan, rupee India, dan lira Turki adalah yang performanya paling buruk di antara 31 mata uang yang dianalisis Bloomberg selama sebulan belakangan. Societe Generale SA dan BNP Paribas SA merekomendasikan investor melepas lira, sementara Citigroup Inc. mengidentifikasi rupee dan rupiah sebagai mata uang Asia yang paling berisiko. Kami khawatir dengan kondisi di Irak, yang menjadi potensi melemahnya performa aset negara berkembang. Minyak menjadi indikator risiko bagi negara-negara berkembang," kata Kepala Strategi Negara Berkembang Societe Generale Benoit Anne di London seperti disitat . Adapun rupiah memimpin pelemahan di antara mata uang negara-negara berkembang utama dalam sebulan belakangan. Rupiah anjlok 3,2 persen dan menyentuh level terendah dalam 4 bulan terakhir menjadi Rp 12.027 per dollar
Kemendag Gelar Pasar Murah di 33 Provinsi

Kemendag Gelar Pasar Murah di 33 Provinsi

Menjelang Bulan Ramadan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengadakan pasar murah di Lapangan Panarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pasar murah diadakan untuk menyeimbangkan harga di tengah meningkatnya permintaan pasar. Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mengatakan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran cenderung tinggi, sehingga kemendag menggelar pasar murah di 33 provinsi. "Kita memastikan suplainya dengan baik kemudian juga kita bikin pasar murah supaya menjadi pasar penyeimbang, karena kalau naik permintaannya pasti harga naik," ungkapnya di Lapangan Panarukan, Kabupaten Malang. Pihaknya mengatakan bahwa pasar murah ini penting karena ketika permintaan meningkat harga akan cenderung tinggi. "Nah kita jaga dengan pasar murah ini bukan untuk mendistorsi market tapi untuk menjadi pasar penyeimbang," ucapnya. Dia menjelaskan, pasar penyeimbang artinya ketika pemintaan tinggi, kemendag menjaga harganya supaya tidak ada spekulan yang berspekulasi ketika permintaan tinggi dan memojokkan rakyat dan konsumen. "Ini yang kita kerjakan, di samping itu juga kita jaga supplyernya, stoknya dan juga jaga distribusinya, karena ketika distribusinya terganggu maka
El Nino Bakal Pengaruhi Kenaikan Harga-harga

El Nino Bakal Pengaruhi Kenaikan Harga-harga

Bank Indonesia (BI) menyatakan risiko inflasi ke depan akan memperoleh tekanan dari dampak El Nino. Gejala alam ini dikhawatirkan akan mengganggu pasokan bahan pangan sehingga menyebabkan kenaikan harga. Selain itu, risiko inflasi lainnya adalah dari sisi administered price atau harga yang diatur pemerintah. "BI mencermati risiko inflasi dari pola musiman dari perayaan hari besar keagamaan. Risiko lainnya seperti potensi penyesuaian administered price dan peningkatan harga pangan akibat El Nino," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di kantornya. Lebih lanjut, untuk mengantisipasi risiko tersebut, kata Tirta, BI akan memperkuat langkah-langkah penguatan koordinasi pengendalian inflasi, khususnya melalui forum Tim Pengandalian Inflasi (TPI). BI menilai, inflasi sampai dengan Mei 2014 masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5 persen plus minus 1 persen pada 2014," ujar dia. Tirta mengungkapkan secara umum inflasi Mei 2014 masih terkendali. Ini disebabkan masih berlangsungnya koreksi harga beberapa bahan pangan dan stabilnya inflasi inti. Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2014 mencatatkan