Tag : impor

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

China sengaja melakukan devaluasi atau penurunan nilai mata uangnya, hal ini membuat pelemahan mata uang di Asia berguguran salah satunya rupiah, dolar AS jadi Rp 13.825. Kondisi ini tentu membahayakan bagi perekonomian Indonesia. "Kondisi ini tentu bahaya loh bagi kita, pemerintah sama sekali tidak memprediksi bila yuan dilemahkan, fokusnya pada suku bunga The Fed dari dulu," ungkap Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015). Enny mengatakan, akibat lemahnya yuan, akan membuat Indonesia bisa dibanjiri barang-barang impor dari China dalam jumlah besar, sementara pemerintah tidak bisa berbuat banyak. "Kita itu punya perjanjian perdagangan bebas dengan China, mau naikin tarif bea masuk untuk tahan serbuan impor nggak akan bisa. Kita hanya bisa tahan dengan kebijakan non tarif," ungkapnya. Ia memperkirakan, kondisi akan membuat defisit perdagangan dengan China semakin besar, dan tentunya akan memukul industri dalam negeri. "Rupiah kita makin melemah, yuan makin murah, impor dari China makin besar, defisit perdagangan makin
Neraca Perdagangan RI Januari Defisit US$ 430,6 Juta .

Neraca Perdagangan RI Januari Defisit US$ 430,6 Juta .

Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2014 defisit US$ 430,6 juta. Defisit didapat setelah nilai ekspor nasional pada Januari tercatat mencapai US$ 14,48 miliar, sementara impor lebih besar hingga US$ 14,92 miliar. Tapi dari sisi volume terbalik. Volume ekspor 47,79 juta ton dan impor 11,62 juta ton. Ekspor kita banyak di batu bara tapi kita impor juga ponsel. Dari sisi berat ya beratan batu bara, tapi dari harganya mahalan ponsel. Makanya berbanding terbalik," jelas Deputi Bidang Statistik dan Produksi Adi Lumaksono di Jakarta, Senin (3/3/2014). Dia menuturkan, ekspor non migas pada Januari turun 5,79% dibandingkan bulan yang sama di 2013 sebesar US$ 15,38 miliar. Nilai ekspor dikatakan mencapai puncaknya pada November-Desember 2013. Penurunan ekspor dikatakan terjadi akibat pemberlakuan Undang-Undang (UU) Minerba sejak 12 januari. Sehingga komoditas sudah tidak tercatat dalam ekspor, tutur dia. Ekspor non migas untuk bijih dan logam tercatat turun 70,13% seusai pelarangan ekspor mentah. Sementara untuk impor