Tag : index

Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/10/2014). Pelemahan dollar AS atas euro ditambah faktor domestik Indonesia diperkirakan menahan pelemahan rupiah. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, namun Bank Sentral Eropa (ECB) bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Pasar bereaksi dengan mendorong penguatan euro dan di sisi lain dollar index turun drastis ke 85.62. Data factory orders AS yang jatuh dalam juga membantu mendorong pelemahan dollar index hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data pengangguran AS serta pertambahan nonfarm payrolls yang keduanya diperkirakan membaik.  Rupiah sendiri melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan tersisa untuk rupiah tetap melemah. "Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dollar index serta langkah Presiden menerbitkan Perppu Pilkada.
Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan Usai Naik

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tekanan pelemahan pada perdagangan Selasa (5/8/2014) seiring dengan penguatan mata uang dollar AS. Buruknya angka sentix investor confidence Zona Euro serta tingginya permintaan aset safe-haven menjaga tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Dollar index menguat seiring dengan yield US Treasury 10 tahun di bawah 2,5 persen. Sementara itu, investor masih menunggu dirilisnya indeks non-manufaktur China pada pagi ini. Setelah melemah tajam di akhir pekan lalu, rupiah menguat semenjak pembukaan Senin (4/8/2014) pagi. Kenyataan neraca perdagangan Juni kembali defisit sama sekali tidak memicu pelemahan rupiah. Rupiah menguat bersama mata uang lain di pasar Asia hingga Senin sore. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan dollar AS berpeluang mengembalikan tekanan pelemahan terhadap mata uang Asia termasuk rupiah. Data PDB triwulan kedua 2014 ditunggu dan diperkirakan kembali melambat ke 5,15 persen secara tahunan.
Tekanan Pelemahan Kembali Gelayuti Rupiah

Tekanan Pelemahan Kembali Gelayuti Rupiah

Rupiah berhasil menguat dalam perdagangan awal pekan ini. Namun, belum apa-apa tampaknya tekanan pelamahan kembali menggelayuti posisi rupiah seiring penguatan dollar AS di pasar global. Jatuhnya Sentix index Zona Eropa ke titik terendah semenjak Desember 2013 memaksa euro turun hingga 1,35 per dollar AS hingga dini hari tadi. Gaung kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan akan terus membawa euro terus melemah hingga akhir tahun terhadap dollar AS. Pagi ini investor akan menunggu data inflasi China yang diperkirakan naik. Ini bisa menekan posisi mata-mata uang di Asia. Walaupun IHSG terjerembab, rupiah berhasil menguat bersama-sama mata uang Asia lainnya . Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, menguatnya dollar index dini hari tadi berpeluang mengembalikan pelemahan rupiah hari ini. Pagi ini di pasar spot, seperti dikutip Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp 11.792,5 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada 11.778,8.
Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya menjelang akhir pekan ini. Rupiah masih menghadapi tekanan pelemahan dan mencoba menguat dengan penjagaan Bank Indonesia. Bank Sentral Eropa (ECB) akhirnya memangkas suku bunga acuannya. Euro justru menguat pada penutupan setelah initial jobless claims AS naik 12.000. Dollar Index turun 0,38 persen. Investor malam ini menunggu data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS. Rupiah menguat tipis bersama mata uang Asia pada perdagangan sebelumnya. Rupiah menguat tipis 0,25 persen hingga sore kemarin. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, dollar index yang jatuh serta cadangan devisa yang diumumkan naik berpeluang membantu penguatan rupiah hari ini.  Sementara Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah di bawah level support Rp 11.817 per dollar AS. Akhir pekan ini mata uang Garuda diproyeksikan berada di rentang Rp 11.885-11.859 (kurs tengah BI). Adapun pada pembukaan perdagangan di pasar spot pagi ini, seperti dikutip dari Bloomberg rupiah dibuka menguat ke Rp 11.795 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada