Tag : jokowi

Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Lagi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi dibuka melemah ke level Rp12.213 per USD. Pelemahan ini salah satunya dipengaruhi oleh situasi politik domestik. Apa tanggapan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi)? Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kekecewaan pelaku pasar atas hal tersebut dan itu direspons secara negatif. Memang, saya sampaikan, sinyal yang ditangkap pasar direspons itu negatif," kata Jokowi di Jakarta nternational Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Jokowi menambahkan, pasalnya saat ini situasi politik terus dipantau oleh pasar dan jangan sampai keputusan tersebut membuat pasar kecewa. Oleh sebab itu saya pesan kepada politisi-politisi, elit-elit politik, berpesan agar setiap tingkah laku kita, setiap kebijakan dan produk-produk birokrasi kita dilihat pasar, rakyat," sebutnya. Untuk itu, Jokowi meminta agar hal ini dapat dicegah dengan melihat kondisi pasar yang ada. "Kalau direspons negatif itu harus didengar.  Mendengar keinginan rakyat dan pasar," pungkasnya.
Ekonom: “Jokowi Effect” Ibarat Makanan yang Keburu Dingin

Ekonom: “Jokowi Effect” Ibarat Makanan yang Keburu Dingin

Jokowi Effect”, frasa ini acapkali muncul untuk menggambarkan dampak kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam kontestasi politik terhadap perekonomian, utamanya di pasar keuangan dan saham. Biasanya, efek ini terlihat salah satunya dari penguatan nilai tukar mata uang Garuda terhadap dollar AS. Sebelumnya telah dibuktikan, setelah hasil hitung cepat lembaga survei terkait Pilpres 9 Juli 2014 dirilis, nilai tukar Rupiah menguat bahkan melonjak ke level tertinggi selama tujuh pekan, menembus Rp 11.518 per dollar AS. Penguatan kembali terjadi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan hasil resmi rekapitulasi Pilpres, pada 22 Juli 2014 lalu. Rupiah kembali bertengger di level Rp 11.484 per dollar AS. Diprediksi, “Jokowi Effect” akan berulang pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil sengketa Pilpres. Namun, menurut Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, A Tony Prasetiantono, kali ini putusan MK tidak akan memberikan lompatan lebih tinggi terhadap penguatan Rupiah, dibanding ketika rilis hasil KPU. Rasanya tidak. Dugaan saya hanya sampai Rp 11.500-an
Ini Syarat yang Belum Dilengkapi Jokowi-JK kepada KPU

Ini Syarat yang Belum Dilengkapi Jokowi-JK kepada KPU

Bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sama-sama belum menyerahkan bukti tanda terima penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai syarat pencalonan peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Selain dokumen pribadi kedua calon tersebut, partai pengusung juga belum melengkapi persyaratan administrasi yang ditetapkan. Dalam Tanda Bukti Penerimaan Dokumen Pendaftaran yang ditandatangani petugas KPU dan petugas penghubung PDI Perjuangan dan tiga partai mitra koalisinya, Sudyatmiko Aribowo, tertera empat dokumen yang tidak dilengkapi Jokowi. Tiga di antaranya harus diserahkan Jokowi. Sementara itu, satu dokumen tidak perlu diserahkan karena menyangkut pengunduran diri sebagai pejabat negara. Pasalnya, Jokowi bukan pejabat negara yang harus mengundurkan diri. Dia hanya perlu menyerahkan surat permohonan izin dari presiden untuk mencalonkan diri sebagai capres. Adapun tiga dokumen yang belum diserahkan Jokowi adalah bukti tanda terima penyerahan LHKPN, surat keterangan sehat jasmani, dan surat keterangan sehat rohani. Dalam tanda bukti itu
Survei: Isu Capres Boneka Tak Berhasil Jatuhkan Jokowi

Survei: Isu Capres Boneka Tak Berhasil Jatuhkan Jokowi

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai isu "calon presiden boneka" tidak berhasil mengurangi dukungan publik pada bakal capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Penilaian itu merujuk pada survei yang dilakukan pada medio Februari-Maret 2014. Burhanudin menjelaskan, sebanyak 82 persen responden survei menyatakan, penetapan Jokowi sebagai bakal capres oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri merupakan keputusan politik yang biasa terjadi. Penetapan itu juga dipercaya tak ada kaitannya dengan isu bahwa Jokowi akan mudah dipengaruhi oleh Megawati jika terpilih menjadi presiden nanti. Penetapan Jokowi dianggap hal yang biasa. Jadi, kalau mau menggoreng isu capres boneka, itu tidak berhasil menjatuhkan Jokowi," kata Burhanudin saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Jumat (4/4/2014). Dari seluruh responden, kata Burhanudin, hanya 15 persen yang menyatakan bahwa Jokowi akan menjadi pemimpin boneka yang mudah dikendalikan. Sementara responden sisanya tidak memberikan jawaban. Indikator Politik memasukkan isu capres boneka ke dalam survei karena isu itu sempat menyedot perhatian publik. Sejumlah elite