Tag : kembali

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Nilai Tukar Rupiah saat ini masih belum mengalami perubahan. Nilai tukar rupiah anjlok hampir 5 hari berturut turut. Setelah imbas dari Yen jepang yang naik. Kali ini laju rupiah kembali mendapatkan tekanan dari Kenaikan suku bunga As. Kenaikan suku bunga ini membuat rupiah kembali tertekan oleh dolar As. Rupiah masih enggan bergerak dan masih berada di Rp.13.500 per dolar AS Masih minimnya sentimen positif membuat rupiah masih sulit untuk bergerak. Selain itu adanya kenaikan suku bunga As membuat terjadinya keluarnya dana asing di indonesia untuk pindah ke amerika. Sehingga dengan begitu laju Dolar As sudah tidak bisa terbendung dan mengungguli mata uang lainnya termasuk rupiah. Saat ini BI terus melakukan kebijakan moneter yang bisa membantu rupiah agar bisa bergerak masuk kedalam zona aman. Rupiah saat ini masih melemah 9,5 poin atau 0,07 persen ke Rp13.574 per USD. Rupiah cendrung tidak mengalami pergerakan namun cendrung akan melemah ke tahap lebih lanjut.
Kapan Fenomena Super Dolar AS Berakhir?

Kapan Fenomena Super Dolar AS Berakhir?

ejak pernyataan Gubernur The Federal Reservemengumumkan akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) muncul fenomena super dolar Amerika Serikat (AS) akibat spekulasi kebijakan tersebut. Fenomena ini merupakan tren penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk rupiah. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mencatat depresiasi nilai tukar Euro terhadap dolar AS sejak Januari-Juli 2015 mencapai lebih dari 10 persen, Dolar Selandia Baru sampai 15 persen dan Krona Swedia 11-12 persen. Sementara kurs rupiah sejak Januari-Juli (year to date) tertekan 8,5 persen dan 1 persen secara month to date. Angka ini lebih baik dibanding mata uang Singapura, Malaysia dan negara ASEAN lain yang terdepresiasi lebih dari 1 persen. "Jadi ini bukan fenomena rupiah, tapi fenomena dolar AS," ucap dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (4/8/2015). Mirza mengakui pelemahan kurs Rupee India atau Peso Filipina relatif kecil karena India sudah berhasil menurunkan defisit transaksi berjalan secara signifikan dari 4,5 persen dari Produk
Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di atas level resisten Rp12.220 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di kisaran Rp12.215-Rp12.200 per USD. Penguatan Rupiah belum mampu mengkonfirmasi penguatan lanjutan seiring masih variatifnya sentimen yang ada,” ungkap Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam riset, Laju Rupiah mampu kembali terapresiasi meskipun dibarengi penguatan dolar. Tampaknya pelaku pasar lebih melihat kondisi politik yang cenderung stabil jelang pelantikan Presiden terpilih serta memanfaatkan masih menguatnya laju Yen. Di sisi lain, pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi meski terbatas. Di sisi lain, masih melemahnya laju Euro yang dibarengi turunnya Yuan setelah merespon masih melemahnya data-data ekonomi, untungnya tidak terlalu menganggu laju Rupiah di zona positif.
Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Pasar finansial Indonesia jelang libur akhir pekan, kembali diselimuti aura negatif. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, pada awal perdagangan Jumat (10/10/2014), berkutat di zona merah. IHSG dibuka turun 45,59 poin ke posisi 4.948,28. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 0,75 persen menjadi 4.956,39. Tercatat 173 saham turun, 43 saham stagnan, dan hanya 29 saham yang naik. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 646,91 miliar dengan volume 645,9 juta lot saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mengalami nasib serupa. Rupiah kembali melemah ke kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangab pasar spot, pagi ini, mata uang garuda dibuka turun ke posisi Rp 12.210 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin.