Tag : khusus

Kartu Cerdas BNI Kini Hadir Di Makasar

Kartu Cerdas BNI Kini Hadir Di Makasar

Smart Cards atau Kartu Cerdas, kini sudah hadir di Makasar. PT Bank Negara Indonesia sudah menerbitkannya di Makasar. Dengan menyasar pelajar di Makasar agar mampu berintegrasi dengan layanan yang tersedia ataupun dengan produk perseroan. Diterbitkannya Kartu cerdas di harapkan mampu menambah cakupan masyarakat untuk bisa memanfaatkan produk perbankan terutama untuk kalangan pelajar. Kartu ini dirancang khusus untuk bisa mendorong pelajar melakukan transaksi non tunai untuk kebutuhan pendidikan ataupun kebutuhan lainnya. menurut Pimpinan BNI Di Makasar Menjelaskan, rencana awal akan mengeluarkan 312.000 kartu untuk pelajar di Makassar. Kartu ini dibuat untuk jangka panjang, hingga bisa diterapkan di beberapa kota lain, “ujarnya” Kartu Cerdas yang luncurkan oleh BNI nantinya akan berfungsi sebagai Alat bayar di Mesin EDC BNI, bisa juga digunakan sebagai Absensi di sekolah yang sudah ternotifikasi secara langsung ke ponsel orang tua pemegang kartu. Kartu ini sudah bisa mengisi saldo untuk tabungan dengan minimal Rp20.000 sampai Rp.1 juta. Hingga bisa meningkatkan kesadaran
Bunga Deposito Dinilai Masih Cukup Tinggi

Bunga Deposito Dinilai Masih Cukup Tinggi

Banyak sebagian kalangan yang menyebutkan bahwa bunga depostio masih cukup tinggi. oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk menurunkan bunga deposito. karena jika dilihat indsutri perbankan masih memberikan bunga deposito dengan tarif yang sangat spesial terhadap nasabahnya yang kelas kakap, upaya tersebut di harapkan bisa berimbas terhadap penurunan bunga kredit. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasutioan, bahwa pemerintah, BI(Bank Indonesia) dan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) sudah mendapatkan kesepakatan bersama untuk terus berupaya menjaga inflasi, hal tersbut dilakukan agar bisa mencapai target inflasi 4% pada tahun 2016. Selain itu BUMN masih berkordinasi dengan beberapa Bank Besar Di indonesa agar berhenti Memberikan tingkat bunga Deposito khusus. Sehingga dengan begitu bisa menurunkan Cost Of Fund Di perbankan, tentunya kebijakan ini bisa di ambil tanpa ada peraturan. Sementara itu OJK (Otoritas Jasa Keuangan) masih tetap bekerja untuk membatasi bunga depostio yang dinilai sudah kelewatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah pihak swasta yang nakal
Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Bank Indonesia (BI) mulai Senin (24/11/2014) menerbikan uang rupiah khusus dalam bentuk uang bersambung atau tidak terpotong (uncut banknotes) pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014. Ada dua jenis uang khusus yang ditawarkan BI, yaitu isi dua lembar dan empat lembar. Masyarakat umum dan para kolektor yang berminat bisa memperoleh uang khusus ini di seluruh Kantor BI. Dalam edaran resmi bertanggal 24 November 2014, BI menyatakan bahwa masyarakat bisa datang langsung ke loket kas kantor BI seluruh Indonesia mulai pukul 09.00 sampai 11.30 waktu setempat. Peminat yang berniat membeli uang khusus wajib mengisi formulir yang telah disediakan dan membayar sejumlah uang. Berikut ini rinciannya. Uncut banknotes untuk lembaran berisi dua lembar dijual dengan harga (setelah pajak) Rp530.000. Sementara, untuk lembaran isi empat lembar dibaderol dengan hra Rp1.060.000 (setelah pajak). Pembayaran harus dilakukan secara tunai dan pembeli wajib membawa identitas diri. Selain itu, BI juga mengingatkan masyarakat yang ingin memiliki uang rupiah khusus untuk bergegas.
Kenaikan Tarif ATM Ditunda Jadi 1 November

Kenaikan Tarif ATM Ditunda Jadi 1 November

Kenaikan tarif ATM akan diundur hingga 1 November 2014. Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan tarif ATM masih memerlukan pertimbangan khusus. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menyebutkan salah satu alasan penundaan berlakunya tarif baru adalah bank belum memiliki cukup waktu untuk sosialisasi ke nasabahnya. Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melihat perkembangan mengenai kenaikan tarif ATM yang menjadi Rp7.500 dari sebelumnya Rp5.000 per transaksi. Kebijakan ini, lanjut dia, masih perlu pertimbangan khusus mengingat kenaikan tarif ATM tersebut dirasa memberatkan para nasabah. Kenaikan tarif di ATM belum jadi bulan ini, nanti kami akan lihat terlebih dulu seperti apa perkembangannya dan pertimbangannya, karena ini lebih untuk perlindungan konsumen, BI enggak boleh semena-mena atur dan enggak boleh atur segini-segini saja," paparnya saat ditemui di Grand Hyatt. Di sisi lain, struktur di setiap bank juga menjadi pertimbangan khusus Bank Indonesia terkait kenaikan tarif ATM tersebut. Bank Indonesia harus melakukan kajian bersama bank dalam menentukan besaran kenaikan tarif