Tag : mampu

Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Saat ini laju rupiah masih stabil namun cendrung mengalami pelemahan, akibat tidak adanya sentimen fundamental positif yang mampu mendongkrak rupiah. Nilai tukar rupiah untuk dolar masih dalam sentimen negatif, karena masih minimnya sentimen global. Saat ini yang menjadi acuan adalah, adanya penguatan harga minyak dunia yang secara perlahan membebani laju Dolar As, sehingga dengan begini Rupiah memiliki peluang untuk naik memasuki zona aman. Pada sebelumnya, harga minyak yang anjlok sangat menekan laju rupiah. Rupiah akan terbantu menguat saat, Mentri keuangan jepang akan melakukan intervensi terhadap yen jepang sehingga mampu menekan laju Dolar As untuk Sesi Asia, sehingga memperkokoh laju yen di zona positifnya. Saat ini indeks nilai tukar rupiah melemah, rupiah berada di level Rp13.333 per dolar AS. Pada sebelumnya berada di level Rp13.284 per dolar AS.
Pertumbuhan Ekonomi Bisa Meningkat Di dorong Tax Amnesty

Pertumbuhan Ekonomi Bisa Meningkat Di dorong Tax Amnesty

Tax Amnesty bisa menjadi momentum untuk meningkat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Dengan adanya Tax Amnesty diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dalam skala Makro ataupun mikro. Tax Amnesty dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga mampu memberikan repatriasi ke Indonesia. Dengan tingkat likuidtias yang tinggi diharapkan mampu mendorong penurunan suku bunga lebih lanjut.  Tax amnesty pun bisa mendorong investasi dalam negri untuk meningkatkan investasinya. Saat ini pemerintah akan merampungkan instrumen keuangan yang bisa menapung pembalikan dana saat Tax Amnesty sudah berjalan, instrumen ini tidak untuk rupiah namun juga berlaku untuk mata uang lainnya. Saat ini tax Amnesty di prediksi mampu meberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia, namun yang menjadi persoalaan adalah instrumen pembalikan modal yang perlu di perhatikan. Selain itu instrumen untuk mata uang asing pun sangat di butuhkan agar tidak merepotkan saat ‎terjadi penarikan dana dari luar ke dalam negeri.
Kartu Cerdas BNI Kini Hadir Di Makasar

Kartu Cerdas BNI Kini Hadir Di Makasar

Smart Cards atau Kartu Cerdas, kini sudah hadir di Makasar. PT Bank Negara Indonesia sudah menerbitkannya di Makasar. Dengan menyasar pelajar di Makasar agar mampu berintegrasi dengan layanan yang tersedia ataupun dengan produk perseroan. Diterbitkannya Kartu cerdas di harapkan mampu menambah cakupan masyarakat untuk bisa memanfaatkan produk perbankan terutama untuk kalangan pelajar. Kartu ini dirancang khusus untuk bisa mendorong pelajar melakukan transaksi non tunai untuk kebutuhan pendidikan ataupun kebutuhan lainnya. menurut Pimpinan BNI Di Makasar Menjelaskan, rencana awal akan mengeluarkan 312.000 kartu untuk pelajar di Makassar. Kartu ini dibuat untuk jangka panjang, hingga bisa diterapkan di beberapa kota lain, “ujarnya” Kartu Cerdas yang luncurkan oleh BNI nantinya akan berfungsi sebagai Alat bayar di Mesin EDC BNI, bisa juga digunakan sebagai Absensi di sekolah yang sudah ternotifikasi secara langsung ke ponsel orang tua pemegang kartu. Kartu ini sudah bisa mengisi saldo untuk tabungan dengan minimal Rp20.000 sampai Rp.1 juta. Hingga bisa meningkatkan kesadaran
Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di atas level resisten Rp12.220 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di kisaran Rp12.215-Rp12.200 per USD. Penguatan Rupiah belum mampu mengkonfirmasi penguatan lanjutan seiring masih variatifnya sentimen yang ada,” ungkap Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam riset, Laju Rupiah mampu kembali terapresiasi meskipun dibarengi penguatan dolar. Tampaknya pelaku pasar lebih melihat kondisi politik yang cenderung stabil jelang pelantikan Presiden terpilih serta memanfaatkan masih menguatnya laju Yen. Di sisi lain, pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi meski terbatas. Di sisi lain, masih melemahnya laju Euro yang dibarengi turunnya Yuan setelah merespon masih melemahnya data-data ekonomi, untungnya tidak terlalu menganggu laju Rupiah di zona positif.