Tag : menggunakan

BI: Semua Transaksi Nontunai Harus Gunakan Rupiah

BI: Semua Transaksi Nontunai Harus Gunakan Rupiah

Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Susiati Dewi menyatakan, bank sentral mengatur ketentuan layanan transaksi elektronik. Jika melanggar, izin produk bisa saja dicabut. Susi menyebutkan, ada beberapa ketentuan mengenai transaksi elektronik, khususnya uang elektronik yang diterbitkan bank sentral. Pertama, transaksi non tunai dalam bentuk apapun harus menggunakan mata uang rupiah. Selain itu, jaminan floating fund dari penerbit layanan ada pada bank umum," kata Susi dalam seminar "Peluang dan Tantangan Implementasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia. Di samping itu, bank sentral juga menetapkan batasan transaksi dengan menggunakan uang elektronik. Untuk kepemilikan unregistered, seperti misalnya uang elektronik yang lazim dimiliki masyarakat, maksimum nilai transaksi adalah sebesar Rp 1 juta dan registered mencapai maksimum Rp 5 juta. Lebih lanjut, Susi juga menyebut penerbit harus mempertimbangkan pengelolaan risiko operasional. Adapun penggunaan maksimum disebutkannya mencapai Rp 20 juta per bulan. "Penerbit juga harus menerapkan prinsip know your customer dan anti money laundering," jelas Susi. Adapun sanksi
Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Langkah Bank Indonesia (BI) mempertegas penggunaan Rupiah di seluruh kawasan RI mendapat dukungan. BI pun sudah membentuk task force untuk menegas hal tersebut. Analis valas Farial Anwar menceritakan bahwa BI kini tengah melakukan tindakan nyata guna mengurangi defisit negara dengan cara mensosialisasikan UU No 7 tahun 2011, terkait penggunaan Rupiah, dan memberi sanksi khusus terhadap pihak-pihak yang melanggarnya. Masalah defisit negara ini sudah menjadi masalah yang berkepanjangan. Maka dari itu BI mengambil tindakan agar defisit negara bisa segera diatasi. Salah satunya sekarang BI sudah membentuk focus group yang dibantu juga oleh departemen yang bersangkutan dengan hal tersebut. Dirinya menjelaskan hal ini bertujuan untuk mengurangi permintaan dolar di Indonesia yang terus meningkat. Mengingat banyaknya transaksi-transaksi di Indonesia yang masih menggunakan dolar. Diharapkan bisa mengurangi permintaan dolar. Karena sudah menjadi rahasia umum di Indonesia ini banyak sekali transaksi-transaksi yang tidak ada hubungannya dengan luar negeri menggunakan dolar. Kita ingin mensosialisasikan kewajiban transaksi menggunakan Rupiah," Ujarnya. Dirinya juga
Lapor Pajak via e-Filing Boleh Sampai 30 April 2014

Lapor Pajak via e-Filing Boleh Sampai 30 April 2014

Dalam rangka memberi kesempatan kepada wajib pajak untuk dapat menikmati fasilitas kemudahan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Tahun Pajak 2013 melalui e-Filing, Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-62/PJ./2014. Hal tersebut seperti yang diutarakan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kismantoro Petrus dalam keterangan tertulisnya. Dirinya mengungkapkan, keputusan tersebut pada prinsipnya mengatur bahwa bagi wajib pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan PPh menggunakan fasilitas e-Filing sampai 30 April 2014 tidak dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang KUP. Kismantoro melanjutkan, adapun bagi wajib pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2013 melalui e-Filing setelah tanggal 31 Maret 2014 atau sebelum 1 Mei 2014 tidak dikenakan sanksi keterlambatan penyampaian SPT. Oleh karena itu, bagi wajib pajak orang pribadi yang belum menyampaikan SPT tahunan sampai dengan tanggal 31 Maret 2014 diharapkan dapat menggunakan kesempatan tersebut," kata dia.
Mobile Banking Paling Banyak Digunakan Masyarakat

Mobile Banking Paling Banyak Digunakan Masyarakat

Kadence International mengumumkan hasil riset mengenai pola preferensi nasabah perbankan terhadap layanan Banking E-Channel. Riset ini dilakukan pada 21 November hingga 11 Desember 2013 dengan melibatkan 453 responden di empat kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. Associate Director Quantitative Kadence International Indonesia Fahmi Afandi mengatakan, riset ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pertimbangan nasabah dalam memilih layanan perbankan E-Channel, sekaligus mengelompokkan mereka berdasarkan jenis layanan yang digunakan. Fahmi menjelaskan, jumlah pengguna E-Channel di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun Hal ini juga didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna internet dan smartphone, serta semakin banyaknya bank yang fokus pada fasilitas tersebut. Layanan Banking E-Channel yang kami riset ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu internet banking, phone banking dan mobile banking. Internet banking adalah fasilitas layanan yang diberikan kepada nasabah untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet (website bank), yang mempermudah penggunanya untuk melakukan cek saldo, mutasi rekening,