Tag : mulai

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil. Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp12.185 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.165-Rp12.185 per USD. Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014. Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat, secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga. Namun,
9 Panggung Hiburan Tersebar di Jakarta Night Festival

9 Panggung Hiburan Tersebar di Jakarta Night Festival

Pemprov DKI Jakarta menggelar sebanyak sembilan panggung dalam acara puncak HUT DKI Jakarta ke-487 tahun, atau pada Jakarta Night Festival 2014. Ketua Panitia Harian HUT DKI ke-487, Bambang Sugiyono mengatakan, Jakarta Night Festival atau Malam Muda-Mudi akan diselenggarakan pada 21 Juni 2014, mulai pukul 19.00-23.00 WIB. Panggungnya tersebar di sisi kanan dan kiri, mulai dari Bunderan Hotel Indonesia sampai Silang Barat Monas," kata Bambang . Berbagai jenis musik akan menyemarakkan panggung hiburan itu, mulai dari dangdut, keroncong, reggae, jazz, rock, campur sari, hingga pop akustik. Di panggung utama, yang terletak di Bunderan Hotel Indonesia, tampil sejumlah oleh artis ibu kota, seperti kelompok musik Wali dan Mulan Jameelah. Penyelenggara dan sponsor dari panggung hiburan itu adalah BUMD DKI, seperti Bank DKI, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Propertindo, dan lainnya. Sementara para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di enam wilayah Jakarta akan menyelenggarakan acara di masing-masing wilayah mereka. Mereka sudah menggelar acara sendiri di wilayah
BI: Rupiah Menguat, Belum Tentu Baik

BI: Rupiah Menguat, Belum Tentu Baik

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini memang bergerak naik turun, kadang menguat bahkan melemah. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) melihat penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tidak selalu baik ataupun sebaliknya. Bukan berarti kalau menguat selalu baik dan melemah selalu jelek. Ini pola pikir harus kita ubah. Yang penting nilai tukar stabil," ucap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI) Mirza Adityaswara di Gedung BI, Jakarta. Dia menambahkan, kalau nilai tukar tidak stabil akan berdampak luas seperti orang tidak bisa melakukan usaha dan anggaran terbatas, namun kalau stabil maka punya usaha bisa melakukan kerjanya. Menurut Mirza, nilai tukar bagi Indonesia saat ini tantangannya adalah bagaimana harus membuat neraca perdagangan tetap surplus. "Kita mau surplusnya lebih besar. Current Account Defisit (CAD) harus lebih kecil. Harus 2,5 persen PDB," kata Mirza. Selain itu, nilai tukar Rupiah harus dapat menyeimbangi kinerja ekspor dan impor. Tetapi juga harus memperhatikan tren suku bunga luar
Publik RI Mulai Tak Percaya Diri Pendapatannya Bakal Membaik .

Publik RI Mulai Tak Percaya Diri Pendapatannya Bakal Membaik .

Tingkat kepercayaan diri konsumen Indonesia terhadap ekspektasi pendapatan yang lebih baik perlahan mulai tergerus. Meski berada di posisi ketiga dunia, tingkat optimisme publik Indonesia mulai berkurang. Hasil survei Credit Suisse memperlihatkan tingkat kepercayaan diri konsumen Indonesia terkait kondisi keuangan untuk enam bulan mendatang berada pada tingkat 38%. Walaupun persentase tersebut cukup untuk menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dalam survei ini, namun jumlah tersebut menunjukkan penurunan sekitar 2% dibandingkan dengan hasil tahun lalu,” kata Ella Nusantoro, Direktur, Equity Research Analyst, Credit Suisse dalam keterangan tertulisnya. Credit Suisse mencatat sekitar 44% dari konsumen di Indonesia berharap pendapatan rumah tangganya akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Masyarakat Indonesia diketahui masih memiliki pengeluaran yang lebih besar untuk makanan dibandingkan dengan negara ekonomi berkembang lainnya atau sekitar 35% dari total anggaran rumah tangga. Inflasi harga bahan pangan pada tahun 2013 lebih tinggi daripada tahun 2012, hal ini terutama karena adanya penghapusan subsidi bahan bakar minyak pada bulan Juni 2013. Secara