Tag : pengangguran

Pagi ini Yen meredup

Pagi ini Yen meredup

Yen pada perdagangan awal di Asia menunjukan pelemahan terhadap dolar AS, Senin (10/8) pagi. Dengan ditopang dari kenaikan suku bunga yang diprediksi di bulan September. USDJPY menguat 0.02% di level 124.31. Meskipun dari Jepang juga akan dilaporkan data current account bulan Juni dengan proyeksi penurunan di level 1.41T dari bulan sebelumnya di level 1.64T. Pad apekan lalu, Departemen tenaga kerja AS melaporkan bahwa NFP AS menambahkan 215,000 pekerjaan di bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan dari 223,000. Laporan menunjukkan bahwa pekerjaan 231,000 diciptakan pada bulan Juni, sosok yang direvisi dari 223,000. Sementara tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan harapan.
Melemah, Rupiah Dibuka Sentuh Rp11.700/USD

Melemah, Rupiah Dibuka Sentuh Rp11.700/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan. Setelah sempat berada pada level Rp11.500 per USD beberapa hari yang lalu, pada pembukaan pagi ini Rupiah melemah hingga ke level Rp11.700 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), melemah 46,30 poin atau 0,40 persen menjadi Rp11.711 per USD. Pagi ini Rupiah bergerak di kisaran Rp11.667-Rp11.720 per USD. Rupiah nampaknya tertekan apresiasi dolar AS. Dolar AS rebound dari tujuh minggu pelemahan terhadap yen Jepang, sementara Treasury yields tenor dua tahun, naik untuk pertama kalinya dalam seminggu di tengah spekulasi Yellen akan memberikan tambahan waktu untuk kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Di AS, pengangguran dan tingkat inflasi bergerak menuju target Fed. Tingkat pengangguran turun menjadi 6,1 persen pada Juni, terendah sejak 2008. Inflasi naik 1,8 persen pada Mei dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 1,6 persen pada April dan 1,1 persen pada Maret. Data penjualan ritel dan indeks manufaktur Empire State New York
Hasil Fed Mengecewakan Buat Dolar Jatuh

Hasil Fed Mengecewakan Buat Dolar Jatuh

Sudah tiga minggu dolar jatuh terhadap yen dan franc Swiss pada hari kamis. Bergeser dalam dua hari ini setelah pertemuan maret Federal Reserved yang mengecewakan investor mengenai kenaikan suku bunga pada awal tahun depan. Greenback telah jatuh terhadap yen dalam empat hari perdagangan terakhir.  Bahkan dengan Franc Swiss dolar melemah untuk sesi ke empat berturut-turut pada hari kamis. Laporan mingguan klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan telah gagal mengangkat dolar, yang mencerminkan sentimen bearish. Departemen tenaga kerja menyatakan tunjangan pengangguran jatuh ke 300 ribu, mendekati angka terendah selama tujuh tahun dan di bawah perkiraan konsensus 320.000. Data tersebut dibayangi oleh rilis hari Rabu dimana pertemuan kebijakan bulan Maret Fed. Pejabat khawatir bahwa perkiraan tingkat Bank Sentral AS bisa ditafsirkan oleh investor sebagai siklus yang lebih agresif dari kenaikan suku bunga yang diharapkan. Peristiwa seminggu terakhir telah memanaskan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih awal dan yang telah menggerogoti dolar," kata Analis Senior
April Mop, Rupiah Banting Dolar AS ke Rp11.260

April Mop, Rupiah Banting Dolar AS ke Rp11.260

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tajam karena pidato Gubernur Bank Sentral AS, The Federal Reserve, Janet Yellen. Dalam pidatonya, Yellen mengatakan pengangguran yang masih tinggi, membuat the Fed menunda pemangkasan stimulus. Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (1/4/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 91 poin atau 0,81 persen ke Rp11.270 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada di kisaran Rp11.267-Rp11.320 per USD. Dolar AS tetap melemah, dan mengalami penurunan dua hari terhadap euro setelah Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan ekonomi terbesar dunia masih membutuhkan stimulus moneter untuk beberapa waktu. Padahal, pada pidato pertamanya, Yellen berencana untuk menaikkan suku bunga karena ekonomi AS sudah menguat. Ucapan Yellen kemarin di sebuah konferensi Chicago, seperti April Mob, karena the Fed merasa belum mendorong ekonomi, karena pengangguran cukup tinggi, bahkan setelah suku bunga mendekati nol selama lebih dari lima tahun dan memompa neraca dengan stimulus pembelian obligasi . Dolar AS