Tag : rate

Rupiah Terlemah dalam 6 Tahun Terakhir

Rupiah Terlemah dalam 6 Tahun Terakhir

Rupiah membuka pekan ini dengan pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 12.352 per dollar AS. Rupiah melemah 0,45 persen jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu yang di level Rp 12.296 per dollar AS. Di pasar spot,rupiah sempat menyentuh Rp 12.375 per dollar AS pada pukul 10:48 WIB. Ini merupakan level rupiah terlemah sejak November 2008. Sepanjang enam tahun terakhir, rupiah pernah menyentuh Rp 12.650 per dollar AS, pada 24 November 2008. Dollar AS kembali menunjukkan kekuatan. Bloomberg Dollar Spot Index yang menyusuri kekuatan dollar AS terhadap 10 mata uang utama dunia, menguat ke level 1.122,69. Ini merupakan level terkuat dollar sejak Maret 2009.
Setelah Pilpres, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat

Setelah Pilpres, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat

Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan memperkikan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan kembali menguat seusai pemilihan presiden. Hal ini seiring dengan berkurangnya ketidakpastian politik. Kita melihat pasca pilpres terutama pasca pembentukan pemerintahan baru bulan Oktober nanti, rupiah diperkirakan akan menguat terus ke arah Rp 11.500 hingga Rp 11.600 per dollar AS," kata Fauzi di Hotel Mulia Senayan. Perkiraannya tersebut didasarkan kepada beberapa alasan. Pertama, ia memandang defisit transaksi berjalan Indonesia akan lebih kecil pada semester II tahun ini, dengan tetap tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate. Informasi saja, BI melaporkan defisit transaksi berjalan pada kuartal I 2014 mencapai 2,06 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB atau 4,2 miliar dollar AS. Adapun BI rate saat ini berada pada posisi 7,5 persen. (Alasan) yang kedua, dengan ketidakpastian politik yang berkurang, otomatis aliran modal asing akan kembali masuk ke Indonesia. Ini akan membuat rupiah menguat kembali ke arah
Investor Kecewa BI Rate Ditahan, Rupiah Bakal Terpukul

Investor Kecewa BI Rate Ditahan, Rupiah Bakal Terpukul

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan BI rate tetap berada di 7,5 persen. Sayangnya, keputusan BI yang sudah diduga ini tidak mampu membuat Rupiah melanjutkan penguatannya. Sehingga, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak di level Rp11.817-Rp11.809 per USD, menurut kurs tengah Bank Indonesia. Laju Rupiah di bawah level support Rp11.805 per USD," ucap Analis Trust Securitiesi . Reza menambahkan, terapresiasinya Poundsterling terhadap dolar AS nampaknya juga tidak mampu membuat Rupiah menguat.  "Tampaknya pelaku pasar terlihat khawatir dengan tetapnya BI rate terhadap kemungkinan melonjaknya inflasi dengan akan datangnya bulan puasa," paparnya. Sekadar informasi, hasil dari RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 7,5 persen. Dengan suku bunga lending facility dan suku bunga deposit facility masing-masing tetap pada level 7,50 persen dan 5,75 persen
Akusisi BTN-Mandiri Tidak Cocok

Akusisi BTN-Mandiri Tidak Cocok

Pengamat Perbankan Deni Daruri menilai, akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri tidak cocok. Menurutnya,  penggabungan dua bank harus memperhitungkan nilai ekonomis serta mempertimbangkan kesamaan sifat bisnisnya. Tujuannya (akusisi) katanya adalah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), syaratnya size-nya besar dan modalnya kuat, survival rate-nya (tingkat bertahan hidup). Bank Mandiri dan BTN tidak cocok, nanti survival rate-nya akan rendah," ujar Deni dalam sebuah diskusi di Jakarta. Deni memperhitungkan, bila BTN dicaplok Bank Mandiri maka survival rate BTN akan sekitar 35 persen. Sementara itu, apabila misalnya BNI (Bank Negara Indonesia) yang mencaplok maka survival rate BTN akan sekitar 20 persen dan bila dicaplok BRI (Bank Rakyat Indonesia) akan sekitar 20 persen. Kalau mau dipaksakan, jangan sama Bank Mandiri. Kalau BTN tetap sendiri, maka survival rate-nya 78 persen," ujarnya. Selain itu, sebutnya, dalam penggabungan tersebut pun tidak bisa sembarangan.  "Dalam suatu akusisi ada syaratnya. Bagaimana dalam akuisisi itu sifat dan karakter serta perilakunya sama atau