Tag : reza

Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp12.234 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah akan berada di kisaran Rp12215-12180 per USD. Laju Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan asumsi di dukung oleh sentimen yang ada,” kata Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam risetnya. Sebelumnya, menurut Reza, rilis FOMC meeting yang belum menentukan kepastian waktu untuk menaikkan suku bunga Fed rate tampaknya di respons dengan pelemahan dolar. Tentu saja kondisi tersebut membuat sejumlah laju mata uang Asia Pasifik bergerak menguat. Dimotori oleh Yen yang mengalami apresiasi dan diikuti oleh Taiwan dollar, Yuan, Rupee, dan lainnya. Kondisi ini pula yang akhirnya berimbas positif pada pembalikan arah Rupiah,” jelasnya. Di sisi lain, penilaian mulai berkurangnya sentimen dari kondisi politik paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk bernafas.
Sentimen Negatif Masih

Sentimen Negatif Masih "Hantui" Pergerakan Rupiah

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak di bawah level support Rp11.741 per USD. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah bergerak dilevel Rp11.768-Rp11.742 per USD. Sentimen negatif bawa Rupiah melemah dan kemungkinan masih akan menghantui laju Rupiah," ungkap Analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta Reza menjelaskan, imbas tidak bergemingnya Rusia terhadap sanksi yang akan dikenakan oleh AS dan Eropa memberikan tekanan pada sejumlah mata uang emerging market karena dianggap terjadi peningkatan risiko. Dengan kondisi tersebut, tentu laju dolar akan memanfaatkan untuk menguat. "Akibatnya, sudah dapat diperkirakan bawah Rupiah kita ikut terhempas," paparnya. Turunnya poundsterling dan naiknya USD terhadap Euro menambah sentimen negatif.
Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Namun, Rupiah diharapkan dapat melemah terbatas. Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp11.715-Rp11.694 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju Rupiah di bawah level support Rp11.638 per USD," ucap Reza di Jakarta. Reza menambahkan, laju Rupiah kian dijauhi pelaku pasar dan terus menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan masih adanya wait and see terhadap kondisi politik pasca Pilpres yang berujung pada adanya risiko ketidakpastian baru. "Membuat laju Rupiah kian ditinggalkan," sambungnya. Di sisi lain, seperti biasa jelang pidato testimonial The Fed, membuat laju dolar AS bergerak menguat, karena adanya ekspektasi akan perbaikan ekonomi AS. "Sehingga nantinya akan membuat The Fed akan sesegera mungkin mengurangi pembelian obligasinya," sebutnya. Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah 71,30 poin atau 0,61 persen menjadi Rp11.736 per USD pada perdagangan non-delivery forward (NDF). Sementara BI mencatat Rupiah berada di nilai tengah Rp11.709
Rupiah Menguat Signifikan, Ini Alasannya

Rupiah Menguat Signifikan, Ini Alasannya

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di zona hijau sepanjang pekan kemarin. Laju Rupiah bergerak diatas target support Rp12.000 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah juga bergerak ke level Rp11.796-Rp11.534 per USD. Menurut Analis Trust Securities Reza Priyambada komentar dari Direktur International Monetary Fund (IMF) yang membuat laju nilai tukar sejumlah mata uang emerging market mengalami pelemahan. Tetapi, tidak banyak berimbas pada laju nilai tukar Rupiah yang mampu terapresiasi seiring menanggapi positif hasil debat Capres dan Cawapres di sesi akhir," ucap Reza. Reza menambahkan, selain itu juga merespon rilis posisi cadangan devisa akhir Juni yang mencapai USD107,7 miliar, meningkat dari posisi akhir Mei sebesar USD107 miliar. Masih adanya optimisme akan berlangsungnya pilpres yang aman, damai, lancar, dan terkendali membuat laju nilai tukar Rupiah masih melanjutkan penguatannya.