Tag : rupiah

Rupiah Makin Ambles di Level Rp12.048

Rupiah Makin Ambles di Level Rp12.048

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini ditutup melemah. Rupiah akhir pekan ini jauhi level Rp11.000 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) bergerak melemah 65 poin atau 0,54 persen menjadi Rp12.048 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.983 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp11.991-Rp12.050 per USD. Sementara itu, pergerakan hariannya berada di kisaran Rp10.766-Rp12.281 per USD. Sedangkan melansir yahoofinance, Rupiah melemah Rp68 atau 0,58 persen ke Rp12.048 per USD. Dengan pergerakan harian berada di kisaran Rp11.980-Rp12.048 per USD. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) merosot ke level Rp12.007 per USD. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya di Rp11.947 per USD
Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Melemah Lagi, Rupiah Tembus Rp 12.000 Per Dollar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah tipis. Rupiah dibuka di level Rp11.977 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) bergerak melemah Rp10,5 atau 0,09 persen menjadi Rp11.980 per USD. Angka tersebut dibandingkan penutupan hari lalu di level Rp11.969 per USD. Hingga pukul 8.42 WIB, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.982-Rp11.975 per USD. Dengan pergerakan 52 minggunya di kisaran Rp10.766-Rp12.281 per USD. Analist Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, tekanan dolar yang mereda serta baiknya data manufaktur China membantu mendorong penguatan mata uang Asia hingga sore kemarin. Rupiah yang sempat melemah di pembukaan akhirnya berhasil menguat tipis di sore hari. Turunnya dollar index masih akan meredakan tekanan pelemahan terhadap rupiah," ujarnya. Dirinya mengatakan, sentimen ekonomi domestik akan perlahan difaktorkan ke rupiah. BI melihat inflasi September masih akan stabil tetapi neraca perdagangan Agustus diperkirakan masih defisit.
Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah pada perdagangan hari ini mengarah pada pelemahan mingguan terpanjang sejak November tahun lalu. Pelemahan parah kembali dialami rupiah setelah sejumlah investor asing menarik modalnya dari saham domestik sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jumat (19/9/2014) menunjukkan, nilai tukar rupiah merosot 1,4 persen pekan ini ke level 11.990 per dolar AS pada perdagangan pukul 10:12 waktu Jakarta. Rupiah tercatat lebih stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya saat sempat menyentuh level 12.041 per dolar AS. Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak perdagangan 27 Juni. Di pasar kontrak asing Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah tercatat merosot 0,9 persen ke level 12.070 per dolar AS. Dengan kebijakan normalisasi suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), kami memprediksi rupiah akan menjadi mata uang yang paling rentan terhadap pelemahan di Asia," ungkap pakar mata uang Prateek Gupta. Dia menjelaskan posisi obligasi asing yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang besar dan lemahnya kendali Bank Indonesia juga akan
Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di bawah level support Rp11.915 per USD. Rupiah menurut kus tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp11915 per USD hingga Rp11.892 per USD. Meski laju dolar melemah namun, terimbangi dengan pelemahan mata uang hard currency lainnya sehingga membuat Rupiah sulit keluar dari zona merah,” ungkap Research Analyst of AAEI Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (19/9/2014). Meski laju dolar sempat melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed yang memang belum mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga namun, tidak membuat laju Rupiah terapresiasi. Melemahnya dolar juga diimbangi oleh penurunan Yuan seiring masih adanya kekhawatiran masih melambatnya laju perekonomian China,” jelasnya. Langkah PboC yang melonggarkan kebijakan moneternya dinilai sebagai salah satu perlambatan tersebut. Lalu Yen yang juga melemah seiring langkah BoJ yang akan melanjutkan program stimulusnya