Tag : rupiah

Suplai Dolar Penyebab Pelemahan Rupiah

Suplai Dolar Penyebab Pelemahan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Rupiah belum mampu beranjak dari level Rp12.200 per USD. Menurut Pengamat Valas Farial Anwar, pelemahan yang terjadi pada Rupiah dikarenakan kurangnya supply dan demand dolar dari ekspor yang tidak masuk ke dalam negeri. Memang problem dasarnya adalah pada supply dolar dan defisit negara secara global yang sangat berpengaruh. Suplai dolar kita hanya dari Bank Indonesia (BI). Selain itu, faktor eksternal tidak mendukung dan ditambah dengan neraca perdagangan yang defisit" ujarnya . Lebih jauh Farial menjelaskan bahwa pelemahan yang terjadi karena banyaknya eksportir yang memarkir dolarnya di negara lain seperti Singapura karena lebih menguntungkan. Selain itu anjloknya Rupiah juga akan mempengaruhi seluruh sektor yang ada di Indonesia. Anjloknya Rupiah akan memberatkan ekonomi Indonesia di semua sektor, terutama sektor usaha. Bahan baku jadi naik dan akan memberatkan usaha, hal ini bisa menyebabkan kredit macet.
Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Sentimen Variatif, Rupiah Belum Mampu Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di atas level resisten Rp12.220 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah berada di kisaran Rp12.215-Rp12.200 per USD. Penguatan Rupiah belum mampu mengkonfirmasi penguatan lanjutan seiring masih variatifnya sentimen yang ada,” ungkap Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam riset, Laju Rupiah mampu kembali terapresiasi meskipun dibarengi penguatan dolar. Tampaknya pelaku pasar lebih melihat kondisi politik yang cenderung stabil jelang pelantikan Presiden terpilih serta memanfaatkan masih menguatnya laju Yen. Di sisi lain, pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi meski terbatas. Di sisi lain, masih melemahnya laju Euro yang dibarengi turunnya Yuan setelah merespon masih melemahnya data-data ekonomi, untungnya tidak terlalu menganggu laju Rupiah di zona positif.
Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp12.234 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah akan berada di kisaran Rp12215-12180 per USD. Laju Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan asumsi di dukung oleh sentimen yang ada,” kata Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam risetnya. Sebelumnya, menurut Reza, rilis FOMC meeting yang belum menentukan kepastian waktu untuk menaikkan suku bunga Fed rate tampaknya di respons dengan pelemahan dolar. Tentu saja kondisi tersebut membuat sejumlah laju mata uang Asia Pasifik bergerak menguat. Dimotori oleh Yen yang mengalami apresiasi dan diikuti oleh Taiwan dollar, Yuan, Rupee, dan lainnya. Kondisi ini pula yang akhirnya berimbas positif pada pembalikan arah Rupiah,” jelasnya. Di sisi lain, penilaian mulai berkurangnya sentimen dari kondisi politik paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk bernafas.
Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Awal Perdagangan, Rupiah dan IHSG Kembali Terpuruk

Pasar finansial Indonesia jelang libur akhir pekan, kembali diselimuti aura negatif. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, pada awal perdagangan Jumat (10/10/2014), berkutat di zona merah. IHSG dibuka turun 45,59 poin ke posisi 4.948,28. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG melemah 0,75 persen menjadi 4.956,39. Tercatat 173 saham turun, 43 saham stagnan, dan hanya 29 saham yang naik. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 646,91 miliar dengan volume 645,9 juta lot saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mengalami nasib serupa. Rupiah kembali melemah ke kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangab pasar spot, pagi ini, mata uang garuda dibuka turun ke posisi Rp 12.210 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin.