Tag : seiring

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di bawah level support Rp11.915 per USD. Rupiah menurut kus tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp11915 per USD hingga Rp11.892 per USD. Meski laju dolar melemah namun, terimbangi dengan pelemahan mata uang hard currency lainnya sehingga membuat Rupiah sulit keluar dari zona merah,” ungkap Research Analyst of AAEI Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (19/9/2014). Meski laju dolar sempat melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed yang memang belum mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga namun, tidak membuat laju Rupiah terapresiasi. Melemahnya dolar juga diimbangi oleh penurunan Yuan seiring masih adanya kekhawatiran masih melambatnya laju perekonomian China,” jelasnya. Langkah PboC yang melonggarkan kebijakan moneternya dinilai sebagai salah satu perlambatan tersebut. Lalu Yen yang juga melemah seiring langkah BoJ yang akan melanjutkan program stimulusnya
Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri. Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS. Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI)," kata dia dalam risetnya di Jakarta Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan. Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya," katanya. Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat perdagangan
ECB Janji Pangkas Suku Bunga, Dolar Rebound

ECB Janji Pangkas Suku Bunga, Dolar Rebound

Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat seiring dengan positifnya pergerakan saham yang ditutup pada rekor tertinggi. Penguatan dolar terjadi seiring data lapangan pekerjaan yang meningkat. Melansir Reuters, Sabtu (7/6/2014), menguatnya dolar juga didukung oleh keputusan Bank Central Eropa (ECB) yang berjanji akan melawan risiko deflasi. Di Eropa pasar bertaruh bahwa bank-bank di zona Euro yang paling diuntungkan dari langkah yang diambil ECB tersebut. Sementara itu, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS merilis bahwa jumlah lapangan kerja pada periode Mei meningkat 217 ribu. Tingkat pengangguran stabil di 6,3 persen. Dolar AS rebound setelah data pekerjaan AS meninggalkan beberapa peluang Federal Reserve akan menyimpang dari jalurnya menghapus akomodasi moneter dari penguatan ekonomi. Euro bergerak fluktuatif namun kemudian naik sebentar ke level tertinggi di level 1.3677. Kini kembali ke level USD1,3641 atau turun 0,12 persen.

"Dolar AS Masih Menjadi Pilihan"

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nampaknya masih dalam tren melemah, meskipun Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk mempertahankan level suku bunga acuan atau BI rate di 7,5 persen. Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan di sisi lain tampaknya pelaku pasar lebih memilih masuk pada mata uang yang lebih jelas sentimen dan trennya. "Dolar AS masih menjadi pilihan, dengan tren kenaikan yang masih berlanjut seiring kian dekatnya pembahasan anggaran dan tapering off," ujar Reza di Jakarta, Jumat (13/12/2013). Reza menambahkan, di sisi lain laju euro juga menguat, seiring perkiraan industrial production zona Euro yang akan menunjukkan kenaikannya. Begitu pun dengan laju poundsterling seiring ekspektasi Bank of Eropra (BoE) yang disampaikan Gubernur BoE, George Osborne, bahwa perekonomian Inggris 2013 berpotensi ekspansi 1,4 persen di atas perkiraan sebelumnya di 0,6 persen. Menyambut akhir pekan ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan bergerak di kisaran  Rp12.065-12.010 per