Tag : tertinggi

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat, di tengah tekanan dari perbaikan data-data di Amerika. Pagi ini, Rupiah masih berada di level Rp11.650 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berhasil menguat 42 poin atau 0,36 persen ke Rp11.650 per USD. Rupiah dibuka bergerak di kisaran Rp11.642-Rp11.702 per USD. Di Amerika, penjualan rumah kembali naik ke level tertinggi 10-bulan pada Juli ini, aktivitas pabrik di wilayah pertengahan Atlantik mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 201. Akibatnya, dolar AS menuju kenaikan mingguan terbesar terhadap sebagian besar mata uang utama. Meski demikian, investor masih menanti pernyataan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Para pedagang melihat ada kesempatan 51 persen the Fed akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 0,5 persen pada Juli. Pasalnya, Bank sentral telah mempertahankan suku bunga acuan pada hampir nol sejak Desember 2008. Yellen dijadwalkan untuk menyampaikan pidato tentang Pasar Tenaga Kerja di
ECB Janji Pangkas Suku Bunga, Dolar Rebound

ECB Janji Pangkas Suku Bunga, Dolar Rebound

Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat seiring dengan positifnya pergerakan saham yang ditutup pada rekor tertinggi. Penguatan dolar terjadi seiring data lapangan pekerjaan yang meningkat. Melansir Reuters, Sabtu (7/6/2014), menguatnya dolar juga didukung oleh keputusan Bank Central Eropa (ECB) yang berjanji akan melawan risiko deflasi. Di Eropa pasar bertaruh bahwa bank-bank di zona Euro yang paling diuntungkan dari langkah yang diambil ECB tersebut. Sementara itu, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS merilis bahwa jumlah lapangan kerja pada periode Mei meningkat 217 ribu. Tingkat pengangguran stabil di 6,3 persen. Dolar AS rebound setelah data pekerjaan AS meninggalkan beberapa peluang Federal Reserve akan menyimpang dari jalurnya menghapus akomodasi moneter dari penguatan ekonomi. Euro bergerak fluktuatif namun kemudian naik sebentar ke level tertinggi di level 1.3677. Kini kembali ke level USD1,3641 atau turun 0,12 persen.
Dolar AS Masih Jadi Jawara Valuta Asing

Dolar AS Masih Jadi Jawara Valuta Asing

Euro berada 0,1 persen dari level terlemah tiga bulanan. Indeks yang mengukur volatilitas mata uang kemarin menguat ke dua minggu tertinggi, karena para pedagang berspekulasi tentang kebijakan yang akan diambil Bank Sentral Eropa. Euro jatuh terhadap dolar kemarin, karena Presiden ECB Mario Draghi dan rekan-rekannya telah mengisyaratkan semua opsi untuk didiskusikan. Dolar Amerika Serikat (AS) telah menguat terhadap 15 dari 16 mata uang utama. Sebuah laporan menunjukkan AS menambahkan lebih dari 200.000 pekerjaan pada Mei. Konsensus pasar melihat setidaknya ada penurunan suku bunga, tapi apa yang dilakukan ECB adalah pertanyaannya. Apa pun itu, saya ragu mereka akan berhenti di situ. Kecenderungan untuk melemahnya euro akan terus berlanjut," kata wakil presiden Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd, Yasuhiro Kaizaki, seperti dilansir dari Euro ditutup di USD1,3601 per euro, sementara euro terhadap yen Jepang sedikit berubah pada 139,68 per yen Jepang dari 139,72 per yen Jepang. Sedangkan dolar AS dibeli di 102,70 per USD dari 102,75
Bank Perkreditan Rakyat Kian Berjaya

Bank Perkreditan Rakyat Kian Berjaya

Kondisi perekonomian dalam negeri yang kurang bersahabat sebagai dampak dari merosotnya perekonomian global nampaknya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan Industri bank perkreditan rakyat (BPR) di 2013. Chief of Research Biro Riset Infobank, Ateng Anwat Darmawijaya, mengatakan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset industri BPR pada 2013 tumbuh 14,79 persen, dari Rp67,40 triliun menjadi Rp77,38 triliun. Dia menjelaskan, kinerja keuangan BPR untuk tahun buku 2012-2013 menghasilkan 367 BPR berpredikat sangat bagus. Biro Riset Infobank menetapkan standar aset BPR yang masuk penilaian adalah yang asetnya di atas Rp25 miliar. Secara industri, per Desember 2013, industri BPR nasional dihuni 1.635 bank. BPR dikelompokkan dalam empat kategori, yakni BPR beraset Rp500 miliar ke atas, BPR beraset Rp100-Rp500 miliar, BPR beraset Rp50 miliar-Rp100 miliar dan BPR beraset Rp25-Rp10 miliar," paparnya saat konferensi pers di Grand sahid Jaya. Di kelompok BPR dengan aset Rp500 miliar ke atas, ada 10 BPR yang berpredikat sangat bagus, dengan skor tertinggi diraih BPR Modern Express,