Tag : dollar

Singapura Hentikan Penerbitan Uang Pecahan 10.000 Dollar

Singapura Hentikan Penerbitan Uang Pecahan 10.000 Dollar

Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengumumkan rencana penghentian penerbitan uang kertas pecahan 10.000 dollar Singapura pada 1 Oktober 2014 mendatang. Deputy Managing Director MAS Ong Chong Tee mengatakan perkembangan dan semakin majunya sistem pembayaran elektronik yang aman telah mengurangi kebutuhan transaksi berbasis uang tunai pecahan besar. Selain itu, Ong menambahkan, keputusan menghentikan penerbitan uang kertas ini adalah upaya menghentikan "ketidaknyamanan." "Peredaran uang kertas 10.000 dollar Singapura yang ada saat ini tetap legal, termasuk seluruh uang di bawah Currency Interchangeability Agreement dengan Brunei Darussalam. Ong menjelaskan pihaknya berharap stok uang kertas pecahan 10.000 dollar Singapura secara bertahap akan berkurang. Selain itu, uang yang sudah usang akan dikembalikan kepada MAS dan tidak akan diedarkan lagi.  
Pilpres Makin Dekat, Rupiah Terpuruk Lagi

Pilpres Makin Dekat, Rupiah Terpuruk Lagi

Rupiah kembali melemah di siang hari ini. Berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia atau JISDOR, rupiah berada di Rp 11.854 per dollar AS. Kurs tengah pengawas moneter ini melemah 0,47 persen dibanding acuan kemarin di Rp 11.798 per dollar AS. Sedangkan rupiah di pasar spot melemah mendekati USD/IDR 12.000. Rupiah berada di harga Rp 11.940 per dollar AS, melemah dibanding penutupan kemarin di level USD/IDR 11.864. Pada 26 Juni lalu, rupiah di pasar spot ditutup di Rp 12.099 per dollar AS. Sentimen positif neraca perdagangan Indonesia yang surplus di bulan Mei tak lagi menjadi bahan bakar penguatan rupiah. Kini, pasar memperhatikan sentimen pemilu presiden (pilpres) yang digelar 9 Juli nanti. Volatilitas semakin berat di tengah meningkatnya ketidakpastian pilpres. Inilah yang menekan pergerakan rupiah," kata Raditya Ariwibowo, Analis Riset Tresuri di Bank Negara Indonesia. Pekan lalu, Morgan Stanley merilis, kemenangan calon presiden Prabowo Subianto akan mendorong pelemahan rupiah sampai Rp 12.300 per dollar AS.
Rupiah Mencoba Menguat

Rupiah Mencoba Menguat

Nilai tukar rupiah diproyeksikan mencoba menguat dalam rentang tipis pada perdagangan Rabu (2/7/2014). Indeks dollar AS yang naik membatasi penguatan rupiah. Walaupun PMI manufacturing AS lebih buruk dari sebelumnya, turunnya PMI manufacturing Zona Eropa menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis (3/7/2014) esok mendorong penguatan dollar index seiring pelemahan euro. Buruknya data ekonomi, menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia akan memaksa ECB untuk memperkenalkan strategi stimulus moneter baru yang akan cenderung melemahkan euro. Harga minyak Brent terus turun hingga 112 dollar AS per barrel. Malam ini ditunggu data ADP Employment Change AS yang diperkirakan membaik.   Faktor global membawa rupiah menguat pada pembukaan kemarin pagi bersama-sama dengan harapan data ekonomi yang baik. Akan tetapi kenyataan bahwa surplus neraca perdagangan juga diikuti oleh penurunan tajam ekspor membuat penguatan rupiah terpangkas. Hingga penutupan kemarin rupiah hanya menguat 0,09 persen ke Rp 11.864 per dollar AS. Harga minyak yang terus turun berpeluang mendorong penguatan rupiah lebih lanjut. Namun
Lanjutkan Penguatan, Rupiah Tembus Kisaran 11.700

Lanjutkan Penguatan, Rupiah Tembus Kisaran 11.700

Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak variatif dengan peluang melanjutkan kenaikannya. Penurunan indeks dollar AS menjadi pendorong kenaikan rupiah. Walaupun data penjualan rumah membaik, memburuknya data aktivitas produksi regional mengantarkan dollar index untuk turun ke bawah 80. Di sisi lain euro terus menguat mendekati 1.37. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, kenyataan bahwa perang di Irak sama sekali tidak memengaruhi produksi minyak berhasil membawa harga minyak Brent turun ke 112,37 dollar AS per barrel. Pagi ini ditunggu data Manufacturing PMI China yang diperkirakan membaik.  Rupiah kemarin menguat ke Rp 11.875 per dollar AS, memimpin penguatan di Asia. Selain faktor turunnya harga minyak, harapan turunnya inflasi serta membaiknya posisi neraca perdagangan menambah optimisme rupiah kuat. Siang ini akan diumumkan angka inflasi yang diperkirakan turun hingga 6,7 persen secara tahunan serta neraca perdagangan yang diperkirakan surplus 10-70 juta dollar AS. Rupiah diperkirakan berlanjut menguat. Pagi ini  rupiah di pasar spot meski sempat dibuka turun ke posisi 11.920, namun kembali