Content Category : Web Info

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

China sengaja melakukan devaluasi atau penurunan nilai mata uangnya, hal ini membuat pelemahan mata uang di Asia berguguran salah satunya rupiah, dolar AS jadi Rp 13.825. Kondisi ini tentu membahayakan bagi perekonomian Indonesia. "Kondisi ini tentu bahaya loh bagi kita, pemerintah sama sekali tidak memprediksi bila yuan dilemahkan, fokusnya pada suku bunga The Fed dari dulu," ungkap Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015). Enny mengatakan, akibat lemahnya yuan, akan membuat Indonesia bisa dibanjiri barang-barang impor dari China dalam jumlah besar, sementara pemerintah tidak bisa berbuat banyak. "Kita itu punya perjanjian perdagangan bebas dengan China, mau naikin tarif bea masuk untuk tahan serbuan impor nggak akan bisa. Kita hanya bisa tahan dengan kebijakan non tarif," ungkapnya. Ia memperkirakan, kondisi akan membuat defisit perdagangan dengan China semakin besar, dan tentunya akan memukul industri dalam negeri. "Rupiah kita makin melemah, yuan makin murah, impor dari China makin besar, defisit perdagangan makin
Euro terangkat kembali

Euro terangkat kembali

Euro sedikit menguat terhadap dolar AS pada Senin (10/8). Dipicu dari perundingan optimis Yunani dan juga ECB. Senin (10/8). EURUSD menguat 0.20% di level 1.0966. Dari akhir pekan, Tsakalotos dan Stathakis memimpin jalannya diskusi dengan Komisi Eropa, IMF, ECB mengenai dana bailout Eurozone, mereka bersepakat untuk mencapai kesepakatan dengan 20 Agustus untuk menjamin dana untuk pembayaran ECB. Mengutip seorang pejabat Yunani bahwa perjanjian harus ditutup selambat-lambatnya 18 Agustus. Selain itu, kawasan PDB Q2 akan dirilis pada hari Jumat mendatang, hal tersebut dinantikan para investor di minggu ini. Sebelum itu, ada data produksi industri Euro bulan Juni pada Rabu mendatang yang juga akan dimonitor.
Pagi ini Yen meredup

Pagi ini Yen meredup

Yen pada perdagangan awal di Asia menunjukan pelemahan terhadap dolar AS, Senin (10/8) pagi. Dengan ditopang dari kenaikan suku bunga yang diprediksi di bulan September. USDJPY menguat 0.02% di level 124.31. Meskipun dari Jepang juga akan dilaporkan data current account bulan Juni dengan proyeksi penurunan di level 1.41T dari bulan sebelumnya di level 1.64T. Pad apekan lalu, Departemen tenaga kerja AS melaporkan bahwa NFP AS menambahkan 215,000 pekerjaan di bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan dari 223,000. Laporan menunjukkan bahwa pekerjaan 231,000 diciptakan pada bulan Juni, sosok yang direvisi dari 223,000. Sementara tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan harapan.
Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,