Tag : riset

Rupiah Kian Dekati Level Rp12.400/USD

Rupiah Kian Dekati Level Rp12.400/USD

Pelemahan yang terjadi pada nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin besar. Rupiah kini mendekati level Rp12.400 per USD.  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 90 poin atau 0,74 persen menjadi Rp12.389 per USD. Rupiah ditutup bergerak di kisaran Rp12.321-Rp12.390 per USD. Sementara Bank Indonesia (BI) dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tengah Rupiah ada di Rp12.352 per USD. BI mencatat Rupiah bergerak dalam kisaran Rp12.290-Rp12.414 per USD. Apabila tren penguatan dolar AS berlanjut, terbuka peluang bagi Rupiah untuk menjangkau lagi level terendah 2008 di Rp12.600," demikian seperti dilansir dari riset Monex. Salah satu faktor yang bisa menghambat koreksi lebih lanjut sejauh ini hanyalah fase penurunan harga minyak dunia. Sebagai net importer, Indonesia akan sangat terbantu oleh koreksi harga minyak di pasar internasional. Semakin murah harga minyak, semakin ciut pula beban defisit akibat pembayaran biaya impor migas dari luar negeri. Nilai tukar Rupiah sekarang terpantau di
Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Dijaga BI, Rupiah Menguat Kembali

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya menjelang akhir pekan ini. Rupiah masih menghadapi tekanan pelemahan dan mencoba menguat dengan penjagaan Bank Indonesia. Bank Sentral Eropa (ECB) akhirnya memangkas suku bunga acuannya. Euro justru menguat pada penutupan setelah initial jobless claims AS naik 12.000. Dollar Index turun 0,38 persen. Investor malam ini menunggu data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS. Rupiah menguat tipis bersama mata uang Asia pada perdagangan sebelumnya. Rupiah menguat tipis 0,25 persen hingga sore kemarin. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, dollar index yang jatuh serta cadangan devisa yang diumumkan naik berpeluang membantu penguatan rupiah hari ini.  Sementara Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah di bawah level support Rp 11.817 per dollar AS. Akhir pekan ini mata uang Garuda diproyeksikan berada di rentang Rp 11.885-11.859 (kurs tengah BI). Adapun pada pembukaan perdagangan di pasar spot pagi ini, seperti dikutip dari Bloomberg rupiah dibuka menguat ke Rp 11.795 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada
Survei BI: Lonjakan Harga Terjadi Hingga November

Survei BI: Lonjakan Harga Terjadi Hingga November

Tekanan harga setelah bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, pada Agustus 2014, diperkirakan masih tetap tinggi. Hal ini terindikasi dari indeks ekspektasi harga (IEH) tiga bulan mendatang. Bank Indonesia (BI) dalam survei indeks keyakinan konsumen (IKK), mencatat IEH tiga bulan mendatang mencapai 182. Angka ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya di 176,3. Masih berlanjutnya kenaikan harga diperkirakan terjadi pada semua kelompok barang, tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau," tulis BI dalam riset tersebut di Jakarta. BI mencatat, peningkatan ekspektasi harga tiga bulan mendatang terjadi di 10 kota yang disurvei, dengan kenaikan terbesar di Samarinda sebesar 15 poin, dan Jakarta 12,4 poin. Sementara itu, tekanan kenaikan harga pada enam bulan mendatang, hingga November 2014, juga diperkirakan meningkat. "Hal tersebut tercermin dari peningkatan IEH enam bulan mendatang sebesar 3,1 poin dari sebelumnya 178,3 poin," tambah riset tersebut. Menurut BI, adanya kekhawatiran konsumen terhadap kecukupan pasokan barang konsumsi dan penurunan subsidi pemerintah, menjadi faktor utama
Bank Perkreditan Rakyat Kian Berjaya

Bank Perkreditan Rakyat Kian Berjaya

Kondisi perekonomian dalam negeri yang kurang bersahabat sebagai dampak dari merosotnya perekonomian global nampaknya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan Industri bank perkreditan rakyat (BPR) di 2013. Chief of Research Biro Riset Infobank, Ateng Anwat Darmawijaya, mengatakan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset industri BPR pada 2013 tumbuh 14,79 persen, dari Rp67,40 triliun menjadi Rp77,38 triliun. Dia menjelaskan, kinerja keuangan BPR untuk tahun buku 2012-2013 menghasilkan 367 BPR berpredikat sangat bagus. Biro Riset Infobank menetapkan standar aset BPR yang masuk penilaian adalah yang asetnya di atas Rp25 miliar. Secara industri, per Desember 2013, industri BPR nasional dihuni 1.635 bank. BPR dikelompokkan dalam empat kategori, yakni BPR beraset Rp500 miliar ke atas, BPR beraset Rp100-Rp500 miliar, BPR beraset Rp50 miliar-Rp100 miliar dan BPR beraset Rp25-Rp10 miliar," paparnya saat konferensi pers di Grand sahid Jaya. Di kelompok BPR dengan aset Rp500 miliar ke atas, ada 10 BPR yang berpredikat sangat bagus, dengan skor tertinggi diraih BPR Modern Express,