Tag : agar

Bunga Deposito Dinilai Masih Cukup Tinggi

Bunga Deposito Dinilai Masih Cukup Tinggi

Banyak sebagian kalangan yang menyebutkan bahwa bunga depostio masih cukup tinggi. oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk menurunkan bunga deposito. karena jika dilihat indsutri perbankan masih memberikan bunga deposito dengan tarif yang sangat spesial terhadap nasabahnya yang kelas kakap, upaya tersebut di harapkan bisa berimbas terhadap penurunan bunga kredit. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasutioan, bahwa pemerintah, BI(Bank Indonesia) dan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) sudah mendapatkan kesepakatan bersama untuk terus berupaya menjaga inflasi, hal tersbut dilakukan agar bisa mencapai target inflasi 4% pada tahun 2016. Selain itu BUMN masih berkordinasi dengan beberapa Bank Besar Di indonesa agar berhenti Memberikan tingkat bunga Deposito khusus. Sehingga dengan begitu bisa menurunkan Cost Of Fund Di perbankan, tentunya kebijakan ini bisa di ambil tanpa ada peraturan. Sementara itu OJK (Otoritas Jasa Keuangan) masih tetap bekerja untuk membatasi bunga depostio yang dinilai sudah kelewatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah pihak swasta yang nakal
Masakan Indonesia berpotensi mendunia

Masakan Indonesia berpotensi mendunia

INDONESIA memiliki keragaman masakan dari wilayah barat hingga bagian timur. George Calombaris, salah satu juri MasterChef Australia pun menyebut masakan Indonesia punya potensi untuk bisa mendunia. Hal ini dikatakannya bukan tanpa alasan. George sendiri pernah mencicipi aneka masakan Indonesia dan dia mengakui bahwa masakan Indonesia memang punya potensi untuk mendunia. "Masakan Indonesia itu luar biasa. Kaya rasa, rempah, tekstur dan bumbunya unik," kata George di Jakarta. Seperti halnya tomyum asal Thailand yang sudah sangat populer di dunia, lanjut George, masakan Indonesia sebenarnya juga punya potensi yang sama. George mengatakan, agar masakan Indonesia bisa mendunia ternyata soal cita rasa saja belum cukup. Perlu beberapa aspek lain seperti tampilan dan penyajian agar lebih mudah disukai banyak orang. "Masakan harus ditampilkan dengan gaya modern dan dipromosikan juga agar mudah disukai banyak orang. Makanan Indonesia itu sangat unik dan punya potensi," pungkasnya.
Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Rupiah Anjlok, Ini Respons Jokowi

Lagi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi dibuka melemah ke level Rp12.213 per USD. Pelemahan ini salah satunya dipengaruhi oleh situasi politik domestik. Apa tanggapan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi)? Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kekecewaan pelaku pasar atas hal tersebut dan itu direspons secara negatif. Memang, saya sampaikan, sinyal yang ditangkap pasar direspons itu negatif," kata Jokowi di Jakarta nternational Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Jokowi menambahkan, pasalnya saat ini situasi politik terus dipantau oleh pasar dan jangan sampai keputusan tersebut membuat pasar kecewa. Oleh sebab itu saya pesan kepada politisi-politisi, elit-elit politik, berpesan agar setiap tingkah laku kita, setiap kebijakan dan produk-produk birokrasi kita dilihat pasar, rakyat," sebutnya. Untuk itu, Jokowi meminta agar hal ini dapat dicegah dengan melihat kondisi pasar yang ada. "Kalau direspons negatif itu harus didengar.  Mendengar keinginan rakyat dan pasar," pungkasnya.
Lampung Jadi Pusat Pengembangan Udang Vaname Nusantara

Lampung Jadi Pusat Pengembangan Udang Vaname Nusantara

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto mengungkapkan Lampung menjadi pusat uji coba rekayasa budidaya udang jenis Vaname Nusantara I. Menurut Slamet, pemerintah menginginkan agar kegiatan perikanan dan pertambakan di Lampung bangkit dan memanfaatkan laut sebagai sumber penghidupan, setelah sebelumnya dilanda kelesuan ekspor. Saat ini kesempatan sangat terbuka luas untuk para petambak maupun nelayan guna memulai budidaya udang Vaname ini, karena kebutuhan pasar ekspor yang belum terpenuhi sekitar 500.000 ton. Sedangkan biaya produksinya lebih rendah dibandingkan budidaya Udang Windu. Petambak tidak memerlukan kincir lagi dan budidaya udang ini bisa dilakukan dimana saja karena toleransi kadar garam cukup tinggi. Selain itu, berdasarkan hasil uji coba budidaya udang Vaname di Balai Besar Budidaya Perikanan Lampung (BBBPL), budiaya udang jenis ini hanya membutuhkan waktu 3 bulan untuk selanjutnya dipanen dengan keramba jaring apung 3x3 meter dan mampu menghasilkan 40-60 kilogram udang. Namun demikian budidaya udang ini masih terdapat kelemahan seperti tingkat risiko kematian mencapai 30-40