Tag : sentimen

Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Saat ini laju rupiah masih stabil namun cendrung mengalami pelemahan, akibat tidak adanya sentimen fundamental positif yang mampu mendongkrak rupiah. Nilai tukar rupiah untuk dolar masih dalam sentimen negatif, karena masih minimnya sentimen global. Saat ini yang menjadi acuan adalah, adanya penguatan harga minyak dunia yang secara perlahan membebani laju Dolar As, sehingga dengan begini Rupiah memiliki peluang untuk naik memasuki zona aman. Pada sebelumnya, harga minyak yang anjlok sangat menekan laju rupiah. Rupiah akan terbantu menguat saat, Mentri keuangan jepang akan melakukan intervensi terhadap yen jepang sehingga mampu menekan laju Dolar As untuk Sesi Asia, sehingga memperkokoh laju yen di zona positifnya. Saat ini indeks nilai tukar rupiah melemah, rupiah berada di level Rp13.333 per dolar AS. Pada sebelumnya berada di level Rp13.284 per dolar AS.
Terus Menguat Rupiah Sentuh Level 13.911 Per Dolar AS

Terus Menguat Rupiah Sentuh Level 13.911 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu pagi ini. Penyebab penguatan tersebut adalah banyaknya sentimen positif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah berada pada kisaran level 13.934 per dolar AS pada pukul 09.55 WIB. Rupiah dibuka menguat di level 14.180 per dolar AS dibandingkan penutupan pada hari kemarin di level 14.241 per dolar AS. Sejak pagi hingga menjelang siang ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 13.911 hingga 14.180 per dolar AS.Sementara itu, kurs tengah atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah menguat 317 poin menjadi 14.065 per dolar AS pada Rabu, dari perdagangan Selasa yang berada di level 14.282 per dolar AS. rupiah menguat karena sentimen positif dari faktor eksternal dan internal. Dari faktor eksternal, katanya, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat pekan lalu tidak sesuai ekspektasi pasar.hal itu akan berpotensi menunda
Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp12.234 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah akan berada di kisaran Rp12215-12180 per USD. Laju Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan asumsi di dukung oleh sentimen yang ada,” kata Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam risetnya. Sebelumnya, menurut Reza, rilis FOMC meeting yang belum menentukan kepastian waktu untuk menaikkan suku bunga Fed rate tampaknya di respons dengan pelemahan dolar. Tentu saja kondisi tersebut membuat sejumlah laju mata uang Asia Pasifik bergerak menguat. Dimotori oleh Yen yang mengalami apresiasi dan diikuti oleh Taiwan dollar, Yuan, Rupee, dan lainnya. Kondisi ini pula yang akhirnya berimbas positif pada pembalikan arah Rupiah,” jelasnya. Di sisi lain, penilaian mulai berkurangnya sentimen dari kondisi politik paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk bernafas.
Poundsterling Tancap Gas

Poundsterling Tancap Gas "Lihat" Penghitungan Skotlandia

Nilai tukar Poundsterling langsung menguat tajam setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Skotlandia. Saat ini jumlah warga Skotlandia yang memilih tetap bersama Inggris Raya lebih banyak, ketimbang memilih Skotlandia merdeka.   Hasil penghitungan sementara itu menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Bahkan, poundsterling mampu menguat tajam sejak dua pekan ini lesu terimbas isu Skotlandia merdeka. Suara yang memilih "tidak" merupakan obat yang baik bagi poudsterling," ujar Markters Strategist Westpac Banking Corp. Nilai tukar poundsterling pada pukul 10.25 WIB, terpampang di harga Rp19.843. Sementara pada pukul 11.27 waktu London, poundsterling diperdagangkan USD1,6437 atau menguat setelah sempat menyentuh harga USD1,6460.