Tag : mulai

Terus Menguat, Rupiah Tembus Rp 11.668 per Dollar AS

Terus Menguat, Rupiah Tembus Rp 11.668 per Dollar AS

Pesona rupiah sepertinya mulai kembali lagi. Pada transaksi hari ini, rupiah berhasil mencatatkan penguatan terbesar di antara mata uang emerging market lainnya yakni dengan menguat ke posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 13.30 WIB, posisi rupiah berada di level 11.668. Sekadar mengingatkan, pada akhir pekan lalu, rupiah ditutup pada posisi 11.831. Artinya, pada hari ini, penguatan rupiah mencapai 1,4 persen. Rupiah perkasa setelah investor global kembali memburu aset-aset domestik setelah defisit neraca perdagangan Indonesia mulai menurun. Sebagai gambaran, investor asing membeli surat utang Indonesia pada bulan ini hingga 11 Februari dengan nilai mencapai Rp 3,37 triliun. Selain itu, investor asing juga mulai gencar memborong saham-saham perusahaan Indonesia dengan nilai bersih mencapai 186 juta dollar AS di sepanjang Februari hingga akhir pekan lalu. Catatan saja, defisit neraca perdagangan Indonesia memang mencatatkan penurunan menjadi 1,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal lalu dari 3,85 persen dari PDB pada kuartal
Awal pekan rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 12.072 s/d 12.105/USD

Awal pekan rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 12.072 s/d 12.105/USD

Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 12.072-12.105  per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).  Kurs rupiah di bawah target support Rp 12.065 per USD. Meski sehari sebelumnya dirilis kenaikan intial jobless claims AS namun, dapat diimbangi dengan rilis kenaikan penjualan ritel dan� Consumer Comfort Index� sehingga tetap memberikan gambaran perekonomian AS yang mulai membaik dan membuat laju USD terus beranjak naik. Terlebih  beredar kabar DPR AS telah menyetujui paket anggaran bipartisan, sehingga akan menghindarkan AS dari potensi� shutdown dan menciptakan stabilitas fiskal AS untuk dua tahun mendatang.  Gambaran membaiknya ekonomi AS tersebut tentunya makin membenamkan rupiah. Tercatat pada penutupan perdagangan sebelumnya, kurs rupiah ditutup kembali merosot. Rupiah bahkan mulai memasuki level penutupan pelemahan baru di Rp 12.100 per USD.  Kurs rupiah melemah 83 poin atau 0,69 persen menjadi Rp 12.106 per USD.  Sedangkan Bank Indonesia (BI) dalam kurs Jisdor mencatat Rupiah melemah menjadi Rp
Obligasi BFI Finance Indonesia I jatuh tempo

Obligasi BFI Finance Indonesia I jatuh tempo

JAKARTA. Dalam Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (14/6) menunjukkan, obligasi berkelanjutan I BFI Finance Indonesia tahap I tahun 2012 yang diterbitkan pada 6 Juni 2012 akan jatuh tempo pada tanggal 17 juni 2013. Dengan demikian, terhitung mulai tanggal 17 juni 2013, obligasi dengan nilai emisi Rp195 miliar tersebut tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui BEI  atau dilaporkan melalui sarana yang disediakan BEI. Pelunasan pokok obligasi atau pembayaran bunga obligasi dibayarkan oleh KSEI selaku agen pembayaran atas nama emiten sesuai dengan sayarat-sayarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian agen pembayaran kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening sesuai jadwal yang telah ditentukan.