Tag : pasangan

Diversifikasi Resiko dalam Trading

Diversifikasi Resiko dalam Trading

bagi seorang trader tentu sudah bisa memahami bahwa sistem perdagangan setiap waktunya akan mengalami perbedaan. Dan itu menjadi kendala bagi trader untuk masuk pasar. Sebab tidak bisa merubah dinamika pergerakan harga yang terjadi akibat pelaku pasar. Lalu bagaimana cara mendapatkan keuntungan. Salah satunya adalah dengan Diversifikasi Resiko kerugian untuk mendapatkan keuntungan dari sisi lain. Apa diversifikasi risiko? Diverivikasi Resiko merupakan aksi pedagang yang menciptakan keadaan menguntungkan karena adanya kemungkinan kerugian sehingga perdagangan diganti dengan keuntungan pada tambahan lain. Dan berikut ini merupakan contoh mengubah sistem perdagangan pada saluran. Jika anda memasang pasangan mata uang AUD-CAD. Pasca penerbitan berita ekonomi, pasangan mata uang tersebut lalu meninggalkan saluran dan mulai bergerak intensif ke atas. Dan anda bisa memulai transaksi pada harga pulih dari batas saluran sehingga transaksi anda akan ditutup dengan keuntungan. Namun dalam menerapkan startegi ini trader memerlukan beberapa waktu. Selama anda tidak mengetahui berapa banyak transaksi akan ditutup pada kerugian. Kini coba bayangkan, saat anda
Pound Melemah, Momentum Naik Reda

Pound Melemah, Momentum Naik Reda

Sterling pada perdagangan minggu ini ( 09-14 Desember) secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang GBP/USD ini setelah dibuka pada kisaran 1.6346 di awal minggu perdagangan telah turun sekitar -47 pips atau sekitar -0.28 % dan ditutup pada kisaran 1.6299. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa melemahnya mata uang Sterling pada minggu ini terkait dengan laporan Office for National Statistics bahwa indikator Manufacturing Production m/m mengalami penurunan ke angka 0.4% dari 1.2%. Adapun pada perdagangan pada minggu mendatang ( 16 -21 Desember), range normal perdagangan GBP/USD mingguan diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.6218 lalu kemudian di 1.6137. Sedangkan level resistance pada kisaran 1.6423 kemudian pada 1.6547. Pergerakan pasangan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi yang diantaranya adalah : Current Account dan Final GDP
Dollar Ausie Menguat di Akhir Pekan

Dollar Ausie Menguat di Akhir Pekan

Pada perdagangan valuta asing di hari Jumat(6/12) dolar Aussie telah diperdagangkan menguat terhadap dolar, setelah sebuah survei swasta dari AI Group dan Asosiasi Industri Perumahan menunjukkan kenaikan dalam 2 bulan berturut-turut dari pada kinerja indeks konstruksi. Selama berlangsungnya perdagangan di Asia, pasangan AUD/ USD telah diperdagangkan menguat 0.07% di level 0.9068, pasangan NZD/USD telah diperdagangkan melemah 0.01% di level 0.8216. Pasangan USD/JPY telah diperdagangkan flat di level 101.80, EUR/USD telah diperdagangkan menguat 0.05% di level 1.3673, dan GBP/USD melemah 0.31% di level 1.6333. dolar indeks, yang menunjukan performa greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, telah diperdagangkan menguat 0.01% di level 80.29. Dolar AS diperdagangkan  lebih rendah terhadap beberapa mata uang utama, paska rilisnya data pertumbuhan, klaim pengangguran AS. Dan dolar telah tertekan oleh hasil keputusan ECB yang mempertahankan suku bunga rendah sebesar 0.25%.