Tag : ldquo

Setelah Libur Lebaran, Rupiah Dibuka Lesu

Setelah Libur Lebaran, Rupiah Dibuka Lesu

Nilai tukar rupiah dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (17/5/2021). Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah berpotensi membuka perdagangan pertama setelah libur lebaran di zona hijau. “Mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuasi, tetapi ditutup menguat di rentang Rp14.180 - Rp14.225 per dolar AS,” ujar Ibrahim dikutip dari risetnya. Ibrahim menjelaskan bahwa sentimen penggerak rupiah adalah penjualan ritel Indonesia yang terus menunjukkan sinyal pemulihan, meski masih terjadi kontraksi pada Maret 2021.   Sumber : bisnis.com
Ini Saran Ekonom untuk Prabowo-Jokowi Menangani Utang

Ini Saran Ekonom untuk Prabowo-Jokowi Menangani Utang

Ekonom senior INDEF, Didin S Damandhuri mengingatkan kedua capres peserta pemilihan presiden tahun ini untuk memikirkan utang luar negeri Indonesia yang mencapai Rp 4.300 triliun. Saat ini rasio utang luar negeri, 30 persen lebih dari produk domestik bruto. Dari berbagai sumber, BI, BPS, dan lain-lain, utang luar negeri tadi saya sebut angkanya Rp 4.300 triliun, sebanyak Rp 2.600 triliun diantaranya milik pemerintah, sisanya swasta. Belum bicara utang publik di atas Rp 1.000 triliun, itu termasuk BLBI,” kata Didin kepada wartawan, ditemui usai Seminar Kajian Tengah Tahun INDEF 2014, di Jakarta. Didin memberikan sejumlah masukan menangani masalah utang yang besar tersebut. Pertama, yaitu dengan melakukan penghematan anggaran besar-besaran dengan cara menambal kebocoran dan menyikat para koruptor. Kemudian, mereka yang menghindari pajak (tax avoidance) itu dikejar,” kata Didin. Jika para penghindar pajak ini bisa “tertib”, penerimaan pajak diyakini tak hanya bisa Rp 1.000 triliun, akan tetapi menyentuh Rp 1.500 triliun. “Belum lagi dari pengelolaan sumber daya alam
Lontong Lemprak, Kuliner Khas Kota Batang

Lontong Lemprak, Kuliner Khas Kota Batang

Lontong sebagai makanan yang unik karena terbuat dari beras yang di kemas dalam bentuk silinder dengan daun pisang sebagai pembungkusnya menciptakan sebuah citarasa khas beraroma sedap dan warna hijau muda yang khas ketika beras itu matang dan siap disantap. Salah satu olahan Lontong yang terkenal karena kelezatannya adalah Lontong Lemprak Mbak Moer Alun Alun Kabupaten Batang  Jawa Tengah tersebut menyajikan Lontong yang diberi lauk opor ayam kampung asli yang direbus dan dibumbui dengan rempah rempah seperti Merica, Jahe ,Kunyit, Bawang, Bawang Merah, Gula Aren, daun Salam dan akar sereh yang membuat tektur daging ayam yang berukuran besar itu menjadi lembut dan beraroma lain daripada opor yang biasa disajikan saat lebaran tiba. Dinamakan Lontong Lemprak menurut sang empunya warung adalah karena cara menikmatinya  dengan cara Nglemprak” alias duduk bersila diatas tikar diwarungnya yang terletak di sayap kiri alun alun Batang tepatnya di depan Pos Polisi Kota Batang , menurut Mbak Mur sang pemilik
Hati-hati, Jelang Pemilu Rawan Peredaran Uang Palsu

Hati-hati, Jelang Pemilu Rawan Peredaran Uang Palsu

Apes betul nasib Nurhayati. Dua bulan berturut-turut, Februari dan Maret 2014, penjual pakaian di sebuah pasar tradisional Depok ini dua kali dagangannya dibayar dengan uang palsu pecahan Rp 100.000. Padahal, sebelumnya, perempuan 30 tahun ini tak pernah mengalami nasib sial semacam itu. Nurhayati tak paham, apakah kejadian yang menimpanya tersebut ada hubungannya dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 atau tidak. Yang jelas, beberapa rekannya sesama pedagang di pasar juga mengalami hal sama, beberapa pekan sebelum pemilu legislatif digelar serentak pada 9 April nanti. Pesta demokrasi akbar lima tahunan itu memang identik dengan bagi-bagi uang, baik dari partai politik peserta pemilu maupun calon legislatif agar mencoblos mereka di hari pemilihan. Tapi, bagi-bagi uang ini tidak terang-terangan, makanya disebut serangan fajar. Apakah ada kaitan antara serangan fajar itu dengan peredaran uang palsu? Komisaris Besar Agus Irianto, Kasubdit Kejahatan Mata Uang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri, memastikan, belum ada motif dari pembuat dan