Tag : para

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Pada perdagangan akhir pekan ini, laju rupiah masih tertekan beberapa mata uang di Asia seperti Yen Jepang. Rupiah masih diprediksi masih akan terus mengalami pelemahan. Hal tersebut merupakan imbas dari BOJ yang melakukan perpanjangan stimulus, selian itu para investor di bursa asia cendrung menjauhi beberapa mata uang di Asia yang terkena imbas dari Yen Jepang. Saat ini sektor pasar global masih bergantung terhadap harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan, sehingga dengan begini mampu menekan laju dolar As untuk beberapa mata uang lainnya. namun tidak terlalu mempengaruhi terhadap Mata uang indoensia. Pelemahan Rupiah saat ini masih di picu oleh yen jepang. Yen jepang melemah akibat para pelaku pasar mewaspadai keputusan BOJ yang akan melakukan perpanjangan stimulus bulan depan untuk membantu meningkatkan perekonomian Jepang.
Apa Saja biaya dalam Investasi Reksadana, Lalu bagaimana Cara Perhitungannya

Apa Saja biaya dalam Investasi Reksadana, Lalu bagaimana Cara Perhitungannya

Reksadana. Siapa yang tak kenal dengan jenis investasi yang satu ini. Dalam dunia investasi reksadana, para investor pasti sudah tak asing lagi dengan biaya pembelian, penjualan dan juga biaya pengalihan. Namun ternyata masih ada banyak jenis biaya biaya lain yang terdapat dalam investasi reksadana, tapi tidak semua biaya itu ditanggung oleh para investor. Lalu apa saja biaya reksadana Dan bagaimana cara perhitungannya? Mengenal biaya Reksadana Bila dilihat secara umum biaya dalam investasi reksadana di bagi menjadi beberapa katagori tergantung pihak yang membayarkannya. Ada tiga katagori dalam investasi reksadana. Biaya yang akan ditanggung oleh Reksadana Biaya yang ditanggung oleh manajer investasi Biaya yang ditanggung oleh investor   Dalam memulai reksadana pertama. Manajer investasi akan mulai mengikat kontrak dengan bank kustodian. Hal itu untuk memulai dengan jasa pengelolaan dana secara kolektif. Maka sering disebut dengan KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Namun sebelum memulai investasi reksadana perusahaan manajer investasi perlu mempersiapkan SDMnya dimulai dari. Divisi bagian Riset, pengelola dana, bagian pemasaran, bagian
BRI Raih Predikat

BRI Raih Predikat

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meraih penghargaan sebagai bank domestik terbaik di Indonesia (The Best Domestic Bank) 2014 dari Asiamoney yang digelar di Hong Kong. BRI dinilai berhasil memberikan layanan dan kinerja keuangan terbaik di Tanah Air. Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Keuangan Achmad Baiquni yang diserahkan oleh Publisher Asiamoney Andrew Cover. Saat ini, BRI telah sukses menunjukkan kinerja postif menjelang tutup tahun 2014, salah satu kinerja keuangan BRI yang sangat cemerlang adalah simpanan BRI yang meningkat 11,3 persen year on year atau dari Rp 438,9 triliun per Juni 2013 menjadi Rp 488,4 triliun per Juni 2014,” kata Achmad Baiquni dalam keterangan resminya. Penilaian dilakukan secara independen oleh para analis keuangan dan jurnalis ekonomi dari berbagai media internasional. Lebih dari 100 bank di Indonesia ikut dinilai oleh lembaga independen ini demi mendapatkan para nominasi terbaik sebagai bank yang memiliki kualitas kinerja terdepan. Kami telah melakukan survei melalui analis keuangan terpercaya dan jurnalis keuangan
Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Penguatan masih terjadi pada Mata Uang Garuda. Derasnya capital inflow yang mengalir ke Indonesia, telah membuat Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 22,20 poin atau setara dengan 0,8 persen ke Rp11.593 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.590-Rp11.596 per USD. Rupiah menguat di tengah penguatan dolar AS yang menanti data consumer price index (CPI). Dolar AS tercatat hanya berada 0,2 persen dari level tertinggi empat minggu terhadap beberapa mata uang utama. Dolar AS menguat, menanti data inflasi. Para analis memperkirakan inflasi akan berada di tingkat tertinggi sejak Oktober 2012, dan hal ini akan membuat Bank Sentra Amerika, the Federal Reserve, mengetatkan kebijakan moneternya. Greenback telah meningkat terhadap Kelompok 10 mata uang utama, karena para pedagang meningkatkan taruhan bahwa pejabat Fed akan menaikkan suku bunga acuan mendekati 0 persen pada pertengahan 2015.