Tag : membuat

Indikator Trading MACD

Indikator Trading MACD

Salah satu indikator teknis yang sangat efektif untuk menganalisa pergerakan harga saham adalah Moving Average. Ada beberapa pendapat di bursa saham, untuk menganalisa pergerakan saham bisa dengan mudah dengan menggunakan Moving Average. Selain itu, dengan indikator ini akan lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan dibandingkan dengan indikator lain. Strategi ini sangat mendasar dan beroperasi pada sinyal indikator yang unik, dipadukan dengan filter tambahan yaitu MACD sehingga membuat anda untuk bisa menghilangkan jumlah sinyal dari transaksi palsu Pengaturan Indikator Untuk memulai dan menerapkan strategi ini memerlukan indikator teknis untuk grafik harga yang dipilih untuk aset transaksi. Untuk bisa melakukan ini, masuk kedalam Platform Trading Binomo yang berada di pojok kiri bawah lalu pilih MACD. Selanjutnya, dengan cara yang sama, pilihlah indicator "Moving average" dan tentukan pengaturan berikut ini: periode "7" Tipe "Weighted": Kemudian tembahkan indikator "Moving Average" dan gantilah pengaturan seperti berikut ini :- period "21" tipe "ekponensial" Warna "Biru" Anda akan memperoleh sesuatu yang sama dengan template untuk transaksi dengan
Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Nilai Tukar Rupiah saat ini masih belum mengalami perubahan. Nilai tukar rupiah anjlok hampir 5 hari berturut turut. Setelah imbas dari Yen jepang yang naik. Kali ini laju rupiah kembali mendapatkan tekanan dari Kenaikan suku bunga As. Kenaikan suku bunga ini membuat rupiah kembali tertekan oleh dolar As. Rupiah masih enggan bergerak dan masih berada di Rp.13.500 per dolar AS Masih minimnya sentimen positif membuat rupiah masih sulit untuk bergerak. Selain itu adanya kenaikan suku bunga As membuat terjadinya keluarnya dana asing di indonesia untuk pindah ke amerika. Sehingga dengan begitu laju Dolar As sudah tidak bisa terbendung dan mengungguli mata uang lainnya termasuk rupiah. Saat ini BI terus melakukan kebijakan moneter yang bisa membantu rupiah agar bisa bergerak masuk kedalam zona aman. Rupiah saat ini masih melemah 9,5 poin atau 0,07 persen ke Rp13.574 per USD. Rupiah cendrung tidak mengalami pergerakan namun cendrung akan melemah ke tahap lebih lanjut.
Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

Ini Bahayanya Pelemahan Yuan Bagi RI

China sengaja melakukan devaluasi atau penurunan nilai mata uangnya, hal ini membuat pelemahan mata uang di Asia berguguran salah satunya rupiah, dolar AS jadi Rp 13.825. Kondisi ini tentu membahayakan bagi perekonomian Indonesia. "Kondisi ini tentu bahaya loh bagi kita, pemerintah sama sekali tidak memprediksi bila yuan dilemahkan, fokusnya pada suku bunga The Fed dari dulu," ungkap Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015). Enny mengatakan, akibat lemahnya yuan, akan membuat Indonesia bisa dibanjiri barang-barang impor dari China dalam jumlah besar, sementara pemerintah tidak bisa berbuat banyak. "Kita itu punya perjanjian perdagangan bebas dengan China, mau naikin tarif bea masuk untuk tahan serbuan impor nggak akan bisa. Kita hanya bisa tahan dengan kebijakan non tarif," ungkapnya. Ia memperkirakan, kondisi akan membuat defisit perdagangan dengan China semakin besar, dan tentunya akan memukul industri dalam negeri. "Rupiah kita makin melemah, yuan makin murah, impor dari China makin besar, defisit perdagangan makin
Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum dapat bergerak banyak. Rupiah sampai kemarin masih berkutat di level Rp12.000 per USD. Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada, mengatakan meski rilis data-data di pasar tenaga kerja hingga construction spending menunjukkan pelemahan, namun turunnya laju euro membuat laju dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan kenaikannya. Imbasnya tentu pada laju nilai tukar Rupiah yang sempat kembali terdepresiasi. Akan tetapi, mulai adanya aksi beli pada Yen yang berakibat pada menguatnya Yen dapat mengimbangi penguatan dolar AS dan Rupiah pun dapat tertahan pelemahannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta. Laju Rupiah di atas level resisten Rp12.179 per USD. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut memanfaatkan penguatan Yen. Rupiah diperkirakan berada di Rp12.150-Rp12.128 menurut kurs tengah BI. Sekadar informasi, rendahnya pertumbuhan market manufacturing PMI di sejumlah Negara Zona Euro antara lain Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, dan Zona Euro memberikan sentimen negatif sehingga membuat laju bursa