Tag : bulan

Pagi ini Yen meredup

Pagi ini Yen meredup

Yen pada perdagangan awal di Asia menunjukan pelemahan terhadap dolar AS, Senin (10/8) pagi. Dengan ditopang dari kenaikan suku bunga yang diprediksi di bulan September. USDJPY menguat 0.02% di level 124.31. Meskipun dari Jepang juga akan dilaporkan data current account bulan Juni dengan proyeksi penurunan di level 1.41T dari bulan sebelumnya di level 1.64T. Pad apekan lalu, Departemen tenaga kerja AS melaporkan bahwa NFP AS menambahkan 215,000 pekerjaan di bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan dari 223,000. Laporan menunjukkan bahwa pekerjaan 231,000 diciptakan pada bulan Juni, sosok yang direvisi dari 223,000. Sementara tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan harapan.
Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,

Mata Uang Negara "Fragile Five" Tumbang, Rupiah Paling Berisiko

Setelah berupaya keras selama berbulan-bulan menghapus citra yang kadang kurang baik, negara-negara berkembang yang tergabung dalam "Fragile Five" kembali diuji. Krisis di Irak dan dampaknya terhadap harga minyak membuat kurs mata uang 5 negara ini kembali lemah. Rupiah Indonesia, rand Afrika Selatan, rupee India, dan lira Turki adalah yang performanya paling buruk di antara 31 mata uang yang dianalisis Bloomberg selama sebulan belakangan. Societe Generale SA dan BNP Paribas SA merekomendasikan investor melepas lira, sementara Citigroup Inc. mengidentifikasi rupee dan rupiah sebagai mata uang Asia yang paling berisiko. Kami khawatir dengan kondisi di Irak, yang menjadi potensi melemahnya performa aset negara berkembang. Minyak menjadi indikator risiko bagi negara-negara berkembang," kata Kepala Strategi Negara Berkembang Societe Generale Benoit Anne di London seperti disitat . Adapun rupiah memimpin pelemahan di antara mata uang negara-negara berkembang utama dalam sebulan belakangan. Rupiah anjlok 3,2 persen dan menyentuh level terendah dalam 4 bulan terakhir menjadi Rp 12.027 per dollar
Tradisi Ruwah di Tengah Perkampungan Hindu

Tradisi Ruwah di Tengah Perkampungan Hindu

Tradisi bulan Ruwah bagi masyarakat Jawa masih sangat kental. Bulan ruwah dalam tradisi Jawa juga sangat dipercaya bila roh para leluhur yang telah meninggal dunia banyak pulang ke rumah. Tak heran dalam istilah Jawa, bulan ruwah bisa diartikan "meruhi arwah". Bulan ruwah juga di artikan bulannya arwah. Sehingga setiap bulan Ruwah banyak dimanfaatkan masyarakat dengan nyekar ke makam leluhur  untuk memohonkan ampunan terhadap dosa dan kesalahan selama para leluhurnya masih hidup di dunia. Budiarto, salah satu warga Ngargoyoso yang masih menjunjung budaya Kejawen, menjelaskan, dalam melaksanakan acara megengan juga disajikan kue ruwahan, berupa kolak apem dan ketan. Ditambah dengan sesaji minuman, misalnya teh atau kopi dan makanan, kinangan, dan rokok, yang dulu menjadi kesukaan para leluhur. Sesajen dalam rangkaian kejawen itu sebagai pelengkap untuk memohon doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa," terang Budiarto saat ditemui di Kediamannya di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Selain itu, Ruwah (kalender Jawa), menjadi tradisi masyarakat untuk Nyadran. Tradisi ini berasal dari